Rentetan Kasus Papua Versi Pelajar dan Mahasiswa Kabupaten Lanny, Berikut 14 Pernyataan Sikap

Suara Denpasar | Suara.com

Jum'at, 28 April 2023 | 12:49 WIB
Rentetan Kasus Papua Versi Pelajar dan Mahasiswa Kabupaten Lanny, Berikut 14 Pernyataan Sikap
HIMPA Lani se-Jawa dan Bali

Suara Denpasar - Badan Pengurus Pusat Himpunan Pelajar dan Mahasiswa (HIMPA) Kabupaten Lanny Jaya Provinsi Papua Pegunungan se-Jawa dan Bali membeberkan kronologi ketegangan antara militer Indonesia dan Organisasi Papua Merdeka-Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (OPM-TPNPB) KODAP III Derakma, Ndugama. 

Ketegangan itu pasca organisasi yang dipimpin oleh Egianus Kogoya, menyandera capten pilot Philip Mark Mehrtens dengan pesawat yang diterbangkannya di lapangan terbang kecamatan Paro, Kabupaten Nduga, pada 7 Februari 2023.

Berikut rentetan peristiwa atau kejadian yang digambarkan oleh Badan Pengurus Pusat Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Kabupaten Lanny Jaya se-Jawa 

Sejak kejadian itu rakyat Papua yang berasal dari distrik Paro mengevakuasi diri mengungsi ke ibu kota Kabupaten Nduga di Keneyam dan berbagai daerah terdekat lainnya termasuk Kwiyawagi. Sejak pemerintah Indonesia merespon kejadian penyanderaan pilot Marthens itu, militer Indonesia melakukan operasi pencarian dan menetapkan pelebaran wilayah operasi pencarian Mehrtens di 4 wilayah Kabupaten. 

Yakni: Nduga, Lanny Jaya, Puncak Papua, Yahukimo dan beberapa daerah lain yang selama ini terus terjadi konflik antara TPNPB-OPM dan TNI-POLRI. Salah satu daerah yang menjadi fokus operasi pencarian sandera pilot Marthens oleh militer Indonesia adalah di wilayah Kwiyawagi.

Setelah TPNPB klaim menyandera pilot Marthens, pemerintah Indonesia melalui militer Indonesia menduga TPNPB dan sanderanya berada di wilayah Kwiyawagi sehingga pengiriman militer Indonesia dilakukan dengan cepat dan dalam jumlah banyak untuk pencarian dan pembebasan sandera.

Di sisi lain proses pencarian sandera tidak dilakukan dengan prosedur perang hukum humaniter Indonesia telah meratifikasinya sebagai acuan perang antar TPNPB ataupun TNI-Polri. Seharusnya militer Indonesia sebagai negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengikuti prosedur yang fokus pada penyelamatan sandera. Yang terjadi malah terkesan bias terhadap masyarakat sipil di Kwiyawagi. Operasi pencarian pilot yang dilakukan oleh militer Indonesia berdampak langsung kepada warga sipil pengungsi Nduga dan masyarakat Kwiyawagi.

Kejahatan militer Indonesia ini tidak terekspos ke publik dan terkesan ditutupi dengan stigma dan stereotip di kalangan masyarakat luas. Apalagi sarana komunikasi di Kwiyawagi sangat sulit.  

Sehingga, informasi operasi militer Indonesia dalam pengejaran dan pencarian pilot yang ditawan TPNPB-OPM yang sebenarnya terjadi banyak mengorbankan rakyat sipil, perampasan harta benda, pembakaran rumah-rumah warga tidak diketahui publik secara up-to-date sehingga publik tidak tahu menahu sebenarnya yang terjadi di Kwiyawagi yang berdampak langsung terhadap korban masyarakat sipil ini.

Jauh dari pemberitaan media massa sehingga kejadian-kejadian yang terjadi di sana sulit diketahui publik Indonesia dan terkadang mis-informasi kepada publik seringkali terjadi dan terkesan semua informasi hanya dari satu pihak. Publik Indonesia menelan mentah-mentah pemberitaan yang bersifat disinformasi, pembenaran diri atas aksi yang terjadi di wilayah konflik seperti yang terjadi di Kwiyawagi belakangan ini. 

Militer Indonesia juga menyebarkan disinformasi kepada publik tentang kematian bayi anak seorang kepala desa meninggal akibat ditembak oleh TPNPB KODAP III dibawah pimpinan Egianus Kogoya yang disebarluaskan oleh Militer Indonesia adalah pembohongan publik. Informasi yang sebenarnya anak kepala desa meninggal dunia bukan karena ditembak melainkan  meninggal karena sakit.

Kekerasan militer Indonesia di Kwiyawagi sangat brutal, tidak hanya mencari pilot yang disandera TPNPB, namun militer Indonesia juga mengintimidasi, menangkap, memukul, menyiksa, memenjarakan serta membunuh rakyat sipil yang tidak bersalah. Militer Indonesia mencurigai rakyat sipil bagian dari TPNPB sehingga militer Indonesia bertindak sewenang-wenang dan brutal. 

Militer Indonesia juga membakar rumah-rumah warga, menyita harta benda masyarakat sipil, uang persembahan dan perpuluhan Gereja, uang masyarakat, ternak babi 2 ekor, Sembako Gula Pasir, kopi milik masyarakat sipil Kwiyawagi. 

Ketua BPH Pusat HIPMA Lani se-Jawa dan Bali, Viktor Wanimbo mengatakan militer Indonesia menyita barang-barang masyarakat selama operasi pencarian pilot Mehrtens di Kwiyawagi.

"Banyak barang-barang warga sipil yang diambil, tidak hanya itu bahkan uang dari warga sipil juga diambil. Untuk itu kami memberikan sejumlah pernyataan sikap dari kami," ujar Viktor Wanimbo Jum'at (28/4/2023).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Melihat Kondisi Medan Tempur TNI/Polri versus KKB di Nduga, Papua

Melihat Kondisi Medan Tempur TNI/Polri versus KKB di Nduga, Papua

| Minggu, 23 April 2023 | 08:32 WIB

LBH Bali Merespon Pernyataan Polisi Tentang Tidak Ada Pembiaran Ormas Menyerang Mahasiswa Papua

LBH Bali Merespon Pernyataan Polisi Tentang Tidak Ada Pembiaran Ormas Menyerang Mahasiswa Papua

| Rabu, 05 April 2023 | 21:05 WIB

Mahasiswa Papua Direpresi, LBH Desak Kapolda Bali Evaluasi Kinerja Anggota

Mahasiswa Papua Direpresi, LBH Desak Kapolda Bali Evaluasi Kinerja Anggota

| Senin, 03 April 2023 | 15:49 WIB

LBH Menilai Ada Pembiaran Ormas oleh Polda Bali untuk Merepresi Aksi Mahasiswa Papua

LBH Menilai Ada Pembiaran Ormas oleh Polda Bali untuk Merepresi Aksi Mahasiswa Papua

| Senin, 03 April 2023 | 15:07 WIB

Terkini

Jubir Buka Peluang JK Dialog soal Laporan Dugaan Penistaan Agama

Jubir Buka Peluang JK Dialog soal Laporan Dugaan Penistaan Agama

News | Senin, 13 April 2026 | 18:00 WIB

UMR Tinggi, Tapi Kenapa Hidup Tetap Terasa Berat? Catatan Perantau di Batam

UMR Tinggi, Tapi Kenapa Hidup Tetap Terasa Berat? Catatan Perantau di Batam

Your Say | Senin, 13 April 2026 | 18:00 WIB

Purbaya Siapkan Bea Keluar Batu Bara Gegara Banyak Selundupan, Nikel Menyusul

Purbaya Siapkan Bea Keluar Batu Bara Gegara Banyak Selundupan, Nikel Menyusul

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 17:56 WIB

Tak Semua Penghijauan Berdampak Positif, Studi Ungkap Ancaman di Balik Penanaman Pohon Massal

Tak Semua Penghijauan Berdampak Positif, Studi Ungkap Ancaman di Balik Penanaman Pohon Massal

News | Senin, 13 April 2026 | 17:55 WIB

Ekonom UI Ramalkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal I 2026 Capai 5,54 Persen

Ekonom UI Ramalkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal I 2026 Capai 5,54 Persen

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 17:54 WIB

Jejak Gelap Aep Saepudin: Sosok Pendiam di Rancaekek yang Jadi Broker Senpi Ilegal Ki Bedil

Jejak Gelap Aep Saepudin: Sosok Pendiam di Rancaekek yang Jadi Broker Senpi Ilegal Ki Bedil

News | Senin, 13 April 2026 | 17:53 WIB

Harga Minyak dan Emas Bakal Meroket Efek Nego AS-Iran Buntu, Bagaimana Nasib BBM RI?

Harga Minyak dan Emas Bakal Meroket Efek Nego AS-Iran Buntu, Bagaimana Nasib BBM RI?

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 17:50 WIB

Esra Erkomay: Deteksi Dini Harus Jadi Budaya Agar Kanker di Indonesia Bukan Lagi Vonis Mati

Esra Erkomay: Deteksi Dini Harus Jadi Budaya Agar Kanker di Indonesia Bukan Lagi Vonis Mati

News | Senin, 13 April 2026 | 17:50 WIB

Nelangsa Korban Usai Tahu Doni Salmanan Bebas: Ekonomi Kita Hancur, Dia Masih Kaya

Nelangsa Korban Usai Tahu Doni Salmanan Bebas: Ekonomi Kita Hancur, Dia Masih Kaya

Entertainment | Senin, 13 April 2026 | 17:50 WIB

Viral! Bayi Nyaris Tertukar di RS Hasan Sadikin Bandung, Sempat Dibawa Orang Lain

Viral! Bayi Nyaris Tertukar di RS Hasan Sadikin Bandung, Sempat Dibawa Orang Lain

Video | Senin, 13 April 2026 | 17:40 WIB