Suara Denpasar - Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah begitu geram dengan kelakuan Emmy Rismauli L. Tobing yang menghina Ameena Hanna Nur Atta, anaknya. Atta penasaran apa motif guru Emmy membully anak-nya sampai berhari-hari.
Saat melakukan video call dengan Atta dan Aurel, guru Emmy berkali-kali minta maaf dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Namun, Atta Halilintar penasaran dengan motif guru Emmy mengatai anaknya idiot, down syndrom, oon, hingga autis.
"Tapi motifnya apa sih Ibu sebenarnya, setiap hari kan orang tuh biasanya kalau ngatain tuh sekali. Ibu berhari-hari terus komennya banyak ini saya screenshot satu-satu ini satu handphone saya penuh... Ibu setiap hari tuh kenapa, itu motifnya apa Bu sebenarnya kayak gitu?" tanya Atta.
Guru Emmy mengaku khilaf. Dia tidak kepikiran sampai melakukan seperti itu.
"Iya tapi kan Ibu gimana nggak terpikir. Nggak terpikir tuh kepencet sekali kalau ini kan Ibu merancang. Ibu balas semua komen orang," kata atta dengan suara meninggi.
Saat itu, Emmy sempat berusaha berkelit bahwa ada juga orang lain yang mengatakan hal itu. Atta langsung memotong tidak perlu ngomongin orang, fokus ke perbuatan guru Emmy saja.
"Kita gak ngomong yang lain. Kita lagi ngomongin ibu lho," tegas Atta.
Guru Emmy Rismauli kemudian memberi alasan lain. Bila sebelumnya dia mengatakan khilaf, dia mengaku ada alasan lain yang membuatnya demikian.
"Lagi banyak pikiran, Bang," aku guru bahasa Indonesia di SMPN 2 Siantar, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara ini.
Baca Juga: Atta Halilintar Skakmat Penghina Ameena sampai Ampun-ampun: Ibu yang Bilang Anak Saya Idiot kan?
Mendapat jawaban seperti itu, Aurel ikut nimbrung.
"Kok banyak pikiran, kok ke saya gitu," tanya Aurel.
Emmy memberi jawaban yang tidak jelas. Dia mengatakan kebetulan lihat di diary Facebook melihat Ameena. Seketika dia mengomentari hal-hal yang tidak enak tentang Ameena.
"Itulah saya khilaf," tandasnya.
Atta menimpali. Dia mengatakan, alasan guru Emmy membully Ameena belum masuk akal.
"Tetap aja, Bu, alasannya belum make sense (masuk akal)," kata Atta.