Suara Denpasar - Desa Sidan, Kabupaten Gianyar, Bali mendapat apresiasi dari Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) karena berhasil menyembangkan Program Kelompok Tani Pola Organik dan juga Sistem Subak Bali untuk memajukan sektor pertanian yang berkelanjutan di Provinsi Bali.
Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua KADIN Indonesia Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Silverius Oscar Unggul saat Peninjauan dan Penilaian Kadin Impact Award di Kissidan Eco Hill Retret and Resto pada Kamis (13/7/2023).
"Saya mewakili Pak Ketua Umum (Arsjad Rasjid) memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Desa Sidan karena bisa jadi Desa percontohan yang luar biasa. Tidak hanya di Bali tapi bisa jadi di seluruh indonesia," puji Silverius.
Silverius berharap apa yang sudah dilakukan KADIN Bali bersama Desa Sidan tetap mengedepankan keberlanjutan lingkungan sebagai pilar penting.
Katanya, program-program yang tidak hanya berfokus pada perkembangan ekonomi, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan merupakan investasi jangka panjang bagi keberlanjutan negara Indonesia.
“Menjaga keberlanjutan lingkungan menjadi tanggung jawab bersama para pemangku kepentingan di Indonesia. Kadin Indonesia berharap agar pemerintah, pelaku usaha, masyarakat, dan komunitas lingkungan dapat bekerja sama dalam merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan langkah-langkah yang berpihak pada keberlanjutan lingkungan," tambah Silverius.
Sementara, Ketua Umum Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid juga memberikan apresiasinya terhadap kontribusi Kadin Bali dalam pembangunan ekonomi daerah melalui pembinaan praktik pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture).
Arsjad melihat komitmen Kadin Bali dalam mendukung pertumbuhan dan kemajuan sektor pertanian di Indonesia melalui pelestarian sistem Subak Bali yang kini menjadi warisan budaya UNESCO.
“Kadin melihat Program Kelompok Tani Pola Organik dan juga Sistem Subak Bali telah berhasil memajukan sektor pertanian yang berkelanjutan di Provinsi Bali. Hal ini adalah bentuk ekonomi gotong-royong yang sangat baik. Saya berharap program ini dapat menjadi inspirasi bagi daerah lainnya untuk ikut menerapkan pertanian berkelanjutan," ucap Arsjad yang hadir secara daring.
Untuk itu, Arsjad menambahkan, Program Kelompok Tani Pola Organik dalam Sistem Subak Bali tidak saja dimasukkan ke dalam ajang Kadin Impact Award, tetapi juga dimasukkan ke dalam ASEAN Business Awards 2023.
Senada dengan itu, Ketua Umum KADIN Provinsi Bali, I Made Ariandi, menjelaskan bahwa selain meningkatkan hasil panen, pola pertanian yang stabil juga memiliki dampak positif terhadap perekonomian daerah dalam jangka panjang.
Dengan pemahaman yang mendalam tentang pertanian, kata dia, para pelaku pertanian tidak hanya memiliki pengetahuan seputar produk, tetapi juga pengetahuan finansial serta memiliki koneksi dengan pihak penyalur, sehingga hasil produksi mereka dapat dipasarkan dengan standar premium yang sesuai dengan pasar.
Pemasaran dan penjualan yang luas tidak hanya memberikan keuntungan bagi pelaku usaha, tetapi juga berkontribusi secara signifikan terhadap pertumbuhan dan keberlanjutan perekonomian daerah.
“Dalam pola pertanian ini, tidak hanya peningkatan hasil panen yang menjadi fokus, tetapi juga keberlanjutan seluruh rantai nilai dari hulu ke hilir. Para pelaku pertanian yang terlibat dalam pola pertanian yang stabil ini tidak hanya memiliki pengetahuan seputar produk pertanian, tetapi juga pemahaman finansial yang mendalam," terang Ariandi.
"Mereka memiliki kesadaran akan pentingnya mengelola aspek keuangan dan investasi dalam pertanian, sehingga dapat mengoptimalkan pengeluaran dan pendapatan secara efektif,” tandasnya. (Rizal/*)