Suara Denpasar- Manajemen Persebaya memberikan perlawanan usai munculnya surat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Dalam surat itu kandang Persebaya Surabaya yakni Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) harus steril sebagai persiapan Piala Dunia U-17.
Imbasnya, laga derby Jatim Persebaya Surabaya vs Arema FC terancam digelar di luar GBT.
Persebaya harus terusir dari kandangnya sendiri saat menjamu klub yang selama ini dianggap rival Bajul Ijo yakni Arema FC.
Lalu bagaimana tanggapan manajemen Persebaya Surabaya yang skuatnya terancam terusir dari GBT?
Manajemen Persebaya melayangkan protes keras, terlebih laga ini sudah disiapkan lama dan dinanti Bonek untuk digelar di GBT.
Berikut ini sikap lengkap manajemen Persebay Surabaya yang diunggah di laman resmi Persebaya.id. Berikut lengkapnya:
'Persiapan menuju pertandingan Persebaya vs Arema FC sudah separo jalan. Alhamdulillah berjalan lancar. Mulai dari rapat koordinasi dengan jajaran kepolisian Surabaya hingga aksi kampanye positif Bonek. Semuanya agar laga di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) pada 23 September nanti aman dan lancar.
Mendadak muncul surat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang menyatakan GBT harus steril sampai usainya Piala Dunia U-17 pada awal Desember nanti. Alasannya, GBT dan juga stadion-stadion lain yang menjadi venue Piala Dunia U-17 harus direnovasi. Renovasi apa? Tidak jelas! Kapan mulai renovasinya pun juga tidak tertera di surat. Aneh!
Baca Juga: Rating The Nun 2 Cetak Angka 74% di Rotten Tomatoes
Surat PUPR itu tertanggal 15 September dan langsung berlaku di hari yang sama. Padahal, Persis Solo masih bisa menjamu PSIS Semarang di Stadion Manahan pada 16 September.
Gelaran Piala Dunia U-17 tersaji 10 November sampai 2 Desember 2023. GBT menjadi salah satu venue bersama Manahan (Solo), Si Jalak Harupat (Bandung), dan Jakarta Internasional Stadium (JIS). Artinya, masih ada waktu lebih dari 50 hari menuju kick-off. Kalaupun ada yang harus direnovasi, rasanya masih cukup waktu.
GBT memang tidak dipilih menjadi venue semifinal dan final. Namun, stadion kebanggaan warga Surabaya itu adalah yang terbaik di antara venue Piala Dunia U-17 lainnya. Hasil risk assessment mabes Polri pada 3 Maret 2023 memberikan nilai 89,02 persen. Sangat baik! Artinya, GBT bisa menjadi venue pertandingan dengan kapasitas 100 persen penonton.
Inspeksi tim dari FIFA pada 29 Agustus lalu juga meneguhkan kesiapan GBT sebagai venue Piala Dunia U-17. Pemaparan dari aspek keamanan, media, hospitality, hingga kualitas lapangan menegaskan bahwa GBT baik-baik saja. Sangat siap untuk menjadi penggung timnas Indonesia yang berlaga di Piala Dunia U-17. Kalaupun harus ada renovasi tambahan, sifatnya minor. Hanya hal-hal kecil untuk merapikan keadaan.Tidak memakan waktu lama dan bisa dilakukan ketika Persebaya tidak bermain di GBT.
Lantas, mengapa GBT harus steril dua bulan jelang kick-off Piala Dunia U-17? Ini seperti memaksaPersebaya terusir dari Surabaya. Keluarnya surat PUPR yang sangat mendadak membuat status pertandingan Persebaya vs Arema FC menjadi ngambang. Padahal, sekali lagi, persiapan sudah lebih dari separo jalan. Tidak bisa serta-merta pertandingan itu dibatalkan.
Pemerintah, PSSI, dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebagai operator Liga 1 harus bijaksana. Rencana renovasi GBT seperti yang tertera dalam surat PUPR sungguh tidak jelas. Timeline dan juga objek renovasinya. Mestinya, agenda renovasi bisa sinkron dengan jadwal laga home Persebaya. Jangan hanya karena agenda tidak jelas, Persebaya dan Bonek menjadi korban.