Depok.suara.com - Istri Brigjen Hendra Kurniawan, Seali Syah angkat bicara mengenai tudingan hidup mewah oleh dari anggota komisi III DPR RI Arteria Dahlan.
Seali mengatakan bahwa memang Hendra Kurniawan beberapa kali berganti mobil. Bahkan karena hal itu, Seali telah menemui Arteria Dahlan dan meminta maaf.
"Ini sih aku yes. Bener kok 'setelah menikah' kerap gonta-ganti mobil," tulis Seali Syah di Instagram Storynya, kala itu.
"Aku tadi ketemu Bang Arteria. Aku minta maaf sama beliau. Tidak bisa mengingatkan suami untuk sesuaikan dengan jabatannya sebagai polisi," tulisnya.
Dijelaskan oleh Seali, suaminya memang mengikuti gaya hidupnya.
Namun, modal suaminya untuk tampil dengan mobil mewah yang bergonta-ganti, didapat darinya yang sudah memiliki uang berlebih.
"Aku punya aset yang cukup lumayan lah. Bila gak dibuat pisah harta ya itu tadi. Apa yang sebenarnya punya aku jadi dikait-kaitkan ke suami. Padahal sudah ada dari sebelum nikah," tulisnya di Instagram Story pada Selasa, 23 Agustus 2022.
"Intinya ya Ayah jadi keikut gaya hidup aku. Walaupun semenjak nikah benernya kita udah banyak 'ngerem'," tulisnya.
Disorot gaya mewah
Mantan Kepala Biro Pengamanan Internal Polri (Karo Paminal), Brigjen Hendra Kurniawan diberitakan akan menjalani sidang kode etik dalam kasus kematian Brigadir J.
Baca Juga: Anies: Kondisi Jakarta saat ini cukup ramah bagi pejalan kaki
Komisi III DPR sempat menyoroti kehidupan Hendra yang terkesan bergelimang harta. Anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan yang pertama mengangkat persoalan hidup mewah Hendra.
Dirinya mengangkatnya dalam rapat dengar pendapat dengan Kompolnas, Komnas HAM dan LPSK pada Senin (22/8/2022). Arteria menyebut soal Hendra yang sering berganti mobil mewah.
"Saya akhirnya bicara ke personlah, bagaimana seorang Karopaminal dengan gaya hidup seperti itu. Padahal itu adalah serambi mukanya untuk integritas Polri, Kompolnas sikapnya seperti apa selama ini, ini hanya bagian-bagian kecil, nanti saya bisa ngomongin satu-satu tapi contohlah," ujar Arteria kala itu.
"Ini kan kasat mata, kita enggak bisa ngomongin person akhirnya saya ngomongin personlah, set masuk, mobilnya apa, taruh lagi, taruh lagi. Ini sudah di luar, dia seorang Karo Pak, apa yang dilakukan Kompolnas? Apa yang dilakukan Pak Benny Mamoto? Apalagi di dalamnya ada Pak Tito," lanjutnya.
Sumber: Suara.com