Depok.suara.com, Menanggapi fenomena hacker Bjorka yang kini tengah ramai diperbincangkan lantaran membuka sejumlah data milik pejabat negara dan sejumlah data pemerintah, Wakil Ketua Komisi II DPR RI Syamsurizal, mengatakan bahwa dirinya mengingatkan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) soal pengamanan data pemilu dari ancaman hacker.
Karena menurut Syamsurizal, pihaknya khawatir keberadaan peretas hacker dapat membuat penyelenggaraan Pemilu menjadi tidak aman.
"Bagaimana pemilu dilaksanakan secara aman, bebas dari segala macam persoalan yang ada termasuk juga keamanan data," ujarnya seperti dilansir laman resmi DPR RI.
Lebih lanjut Syamsurizal mengatakan, diberbagai platform media juga sudah ramai tentang pemeberitaan terkait pembongkaran data oleh hacker.
Syamsurizal kemudian mengungkit isu peretasan di Pemilu 2014. Dia mengungkit adanya isu 250 peretas asal China yang mencemari Pemilu 2014.
"Kekhawatiran kembali timbul mengingat ada aksi dari peretas Bjorka, yang diwaspadai bisa meretas data pemilu," katanya.
Oleh karena itu, lanjut Syamsurizal, pihaknya meminta Bawaslu untuk mengantisipasi terjadinya kebocoran data terkait data pemilu.
"Nah ini yang patut dijadikan pedoman kami menyusun dan mengemas persoalan peraturan Bawaslu yang kita bahas," tuturnya.
“Barang kali kita patut antisipasi, sudah sejauh mana kita menyiapkan keamanannya. Kami berharap tidak terjadi, namun perlu disikapi apa yang terjadi dan berkembang sekarang ini,” sambungnya.