Depok.suara.com - Politisi PDIP Adian Napitupulu membela kebijakan dari pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) yang memberikan bantuan langsung tunai (BLT) kepada masyarakat, namun juga bantuan lain.
Menurut Adian, meski nilai dari BLT yang diberikan tidak jauh berbeda, dia menyebut pada era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak ada bantuan sosial dalam bentuk lain yang diberikan ke masyarakat.
"Ada enam sampai tujuh program-program sosial lainnya. Ada PKH (Program Keluarga Harapan) dan sebagainya. Ya, akumulasikan saja. Ada satu keluarga yang bisa dapatkan empat sampai lima program,” kata Adian, dikutip dari Antara (17/9/2022).
Anggota Komisi VII DPR RI juga meminta AHY tidak membandingkan pemberian BLT pada era Jokowi dengan SBY. Pasalnya selisih yang diberikan cukup jauh.
"Selisihnya Rp1.190, jadi lebih banyak di jaman SBY. Kalau kenaikan BBM sampai 254 persen siapapun boleh menangis untuk itu," ucapnya.
Untuk itu, kata dia, AHY harus benar-benar akurat. Ia pun meminta agar AHY belajar menghitung.
"Kalau menurut saya, AHY harus lebih banyak belajar tentang data. Kalau bisa belajar berhitung lagi," pungkasnya.
Mengenai fitnah-fitnah yang dilayangkan sejumlah pihak kepada partainya, Adian mengatakan pihaknya tidak mengindahkannya dan menyebut bahwa fitnah tersebut akan dijawab melalui kerja nyata.
"Fitnah apa pun bisa saja terjadi, siapapun bisa memfitnah kita, tapi kita tidak perlu menjawab semua fitnah itu. Kita akan menjawab dengan kerja saja, pada akhirnya rakyat yang akan jadi hakim untuk memilih partai mana," ujarnya.
Baca Juga: Perjalanan Karier dan Prestasi Segudang, Roger Federer Umumkan Pensiun
Sumber: Suara.com