Amerika Alami Lonjakan Kasus Penyakit Menular Seksual

Suara Depok | Suara.com

Jum'at, 23 September 2022 | 17:53 WIB
Amerika Alami Lonjakan Kasus Penyakit Menular Seksual
Ilustrasi Sakit Hati dan Sedih (pexels.com/ @Inzmam Khan)

Depok.suara.com - Lonjakan kasus penyakit menular seksual (PMS), meningkat di Amerika Serikat (AS) sebesar 26 persen dilaporkan tahun lalu. Hal ini telah mendorong pejabat kesehatan di AS untuk menerapkan upaya pencegahan dan pengobatan baru. 

"Penting bagi kami untuk bekerja membangun kembali, berinovasi, dan memperluas kampanye pencegahan PMS di AS," kata Dr. Leandro Mena dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dalam pidatonya saat konferensi medis tentang penyakit menular seksual seperti dilansir New York Post Jum'at (23/9/2022). 

Angka infeksi beberapa jenis penyakit PMS termasuk gonore dan sifilis tercatat mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Infeksi sifilis di AS tahun lalu mencapai angka tertinggi sejak 1991 dan mencatat total tertinggi sejak 1948. 

Kasus immunodeficiency virus (HIV) juga meningkat 16 persen tahun lalu. Sementara itu, epidemi cacar monyet, yang terutama ditularkan di antara laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki, memperburuk keadaan, dengan sebagian besar penyakit menular seksual menyebar melalui hubungan seks. Situasi tersebut mendorong para pejabat untuk bekerja pada pendekatan baru untuk mengekang penularan seperti alat tes rumah untuk beberapa PMS. 

Langkah itu memudahkan orang untuk melakukan tes dan mengambil tindakan pencegahan, kata Mena. Direktur Eksekutif Koalisi Direktur STD Nasional, David Harvey, mengatakan bahwa penyebaran PMS di AS kini 'tidak terkendali'. Ahli lain berpendapat bahwa upaya utama yang diperlukan adalah meningkatkan penggunaan kondom saat berhubungan badan. 

" Infeksi menular seksual lebih banyak terjadi ketika orang melakukan hubungan seks tanpa kondom," kata pakar penyakit menular dari University of Alabama, Dr. Mike Saag. 

Sifilis adalah penyakit bakteri yang muncul sebagai luka pada alat kelamin tetapi akhirnya menyebabkan gejala yang lebih parah, dan bahkan kematian jika tidak diobati. Infeksi sifilis menurun di AS pada tahun 1940-an ketika obat antibiotik menjadi tersedia secara luas. Pada tahun 2020, kasus sifilis meningkat lagi menjadi hampir 41.700 kasus dan melonjak menjadi lebih dari 52.000 kasus tahun lalu. 

Tingkat kasus juga mencapai sekitar 16 per 100.000 orang tahun lalu. Angka itu merupakan yang tertinggi dalam tiga dekade.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pengguna Vape Perlu Waspadai Popcorn Lung, Penyakit Langka yang Serang Paru-Paru

Pengguna Vape Perlu Waspadai Popcorn Lung, Penyakit Langka yang Serang Paru-Paru

| Jum'at, 23 September 2022 | 14:57 WIB

Kenali Gejala Penyakit Jantung Bawaan pada Bayi

Kenali Gejala Penyakit Jantung Bawaan pada Bayi

Lampung | Jum'at, 23 September 2022 | 11:10 WIB

AS dan Korsel Gelar Latihan Militer Gabungan untuk Kirim Sinyal Peringatan ke Kim Jong Un

AS dan Korsel Gelar Latihan Militer Gabungan untuk Kirim Sinyal Peringatan ke Kim Jong Un

News | Jum'at, 23 September 2022 | 10:48 WIB

Terkini

Bocoran FIFA Matchday Juni 2026: Erick Thohir Ungkap 3 Calon Lawan Timnas Indonesia

Bocoran FIFA Matchday Juni 2026: Erick Thohir Ungkap 3 Calon Lawan Timnas Indonesia

Bola | Jum'at, 17 April 2026 | 10:10 WIB

PBB Ingatkan Hizbullah, Minta Patuhi Gencatan Senjata Lebanon-Israel

PBB Ingatkan Hizbullah, Minta Patuhi Gencatan Senjata Lebanon-Israel

News | Jum'at, 17 April 2026 | 10:06 WIB

Trump Isyaratkan Damai dengan Iran, Harga Minyak Kini di Bawah 100 Dolar AS

Trump Isyaratkan Damai dengan Iran, Harga Minyak Kini di Bawah 100 Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 10:06 WIB

Tak Hanya Jago Olah Bola, 2 Pemain Timnas Indonesia Kini Resmi Sarjana!

Tak Hanya Jago Olah Bola, 2 Pemain Timnas Indonesia Kini Resmi Sarjana!

Bola | Jum'at, 17 April 2026 | 10:06 WIB

PM Lebanon Nawaf Salam Puji Donald Trump soal Gencatan Senjata 10 Hari dengan Israel

PM Lebanon Nawaf Salam Puji Donald Trump soal Gencatan Senjata 10 Hari dengan Israel

News | Jum'at, 17 April 2026 | 10:02 WIB

PBB Sambut Baik Kesepakatan Gencatan Senjata di Lebanon

PBB Sambut Baik Kesepakatan Gencatan Senjata di Lebanon

News | Jum'at, 17 April 2026 | 10:01 WIB

Review Film Eat Pray Bark: Saat Anjing Mengajari Manusia untuk Bersyukur

Review Film Eat Pray Bark: Saat Anjing Mengajari Manusia untuk Bersyukur

Your Say | Jum'at, 17 April 2026 | 10:00 WIB

Denmark, Polandia, hingga Nigeria, Siapa Lawan Timnas Indonesia di FIFA matchday Juni?

Denmark, Polandia, hingga Nigeria, Siapa Lawan Timnas Indonesia di FIFA matchday Juni?

Bola | Jum'at, 17 April 2026 | 09:57 WIB

Investor Belanda Jajaki Pengembangan Energi Baru Terbarukan dan Ekonomi di Papua

Investor Belanda Jajaki Pengembangan Energi Baru Terbarukan dan Ekonomi di Papua

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 09:57 WIB

5 Sepatu Hybrid dari Brand Lokal, Pilihan Terbaik untuk Mobilitas Tinggi

5 Sepatu Hybrid dari Brand Lokal, Pilihan Terbaik untuk Mobilitas Tinggi

Lifestyle | Jum'at, 17 April 2026 | 09:54 WIB