Depok.suara.com - Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Zainudin Amali menyesalkan terjadinya Tragedi Kanjuruhan. Dirinya pun berharap tragedi ini tidak berdampak negatif pada penyelenggaraan Piala Dunia U-20 2023.
Menpora Zainudin Amali berharap tidak ada keputusan yang merugikan Indonesia dari FIFA buntut dari kejadian tersebut. Apalagi dengan banyaknya jumlah korban jiwa dalam tragedi tersebut.
"Semoga kita tidak disanksi FIFA atas peristiwa ini mengingat tahun depan kita akan menyelenggarakan FIFA World Cup U-20 2023," kata Menpora.
Lebih lanjut, Menpora Zainudin Amali juga berharap agar edukasi kepada suporter dilakukan secara masif.
"Seharusnya ini tidak boleh lagi terjadi. Karena begitu sudah kita bebaskan pertandingan sepakbola dengan boleh ada penonton yang tadinya tanpa penonton, kemudian ada permintaan masyarakat supaya ada penontonnya tapi tidak bisa dijaga dengan baik," urai Menpora Amali.
"Sehingga edukasi-edukasi kepada para suporter dan penonton itu harus lebih dilakukan lebih masif lagi, disadarkan bahwa pertandingan olahraga baik sepakbola atau cabang olahraga apapun pasti ada yang memang dan ada yang kalah, sehingga apapun itu harus diterima," tegas Menpora Amali.
Pertandingan pekan ke-11 Liga 1 2022-2023 yang mempertemukan Arema FC dan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022) malam, berbuntut ricuh.
Menurut laporan terkini yang diterima Depok.suara.com, total sebanyak 187 orang meninggal dunia akibat kerusuhan di Kanjuruhan, dua di antaranya anggota polisi.
Sumber: Suara.com
Baca Juga: Resep Tumis Brokoli Bawang Putih, Sehat Cocok untuk Diet