Data Lengkap Waktu Kejadian Tragedi Stadion Kanjuruhan, Detik-detik Terjadinya Kerusuhan Hingga Telan Korban Jiwa

Suara Depok

Minggu, 09 Oktober 2022 | 08:00 WIB
Data Lengkap Waktu Kejadian Tragedi Stadion Kanjuruhan, Detik-detik Terjadinya Kerusuhan Hingga Telan Korban Jiwa
Arema FC - Kerusuhan Kanjuruhan (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)

Depok.suara.com - Tragedi Stadion Kanjuruhan menjadi duka cita yang mendalam. Tak hanya di Indonesia, seluruh dunia pun turut menyoroti kejadian tersebut. Pasalnya, akibat tragedi tersebut, merenggut 131 korban jia.

The Washington Post mengungkap detik-detik menegangkan tersebut melalui serangkaian video yang mereka himpun dan verifikasi. Secara keseluruhan, video-video itu menunjukkan ketegangan usai laga Arema versus Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada Sabtu (1/10).

Berdasarkan penelusuran The Washington Post, aparat menembakkan setidaknya 40 amunisi tak mematikan ke arah penonton, walau FIFA melarang tindakan tersebut. Namun, media tersebut tak merinci jumlah gas air mata yang ditembakkan.

Kepolisian Indonesia sendiri, menegaskan bahwa petugas hanya melepaskan 11 tembakan gas air mata.

Di tengah kesesakan akibat gas air mata, banyak penonton terjatuh dan terinjak-injak. Sementara itu, pintu yang terlalu sempit juga menyebabkan penonton sulit keluar.

Profesor Universitas Keele, Clifford Stott, juga melihat video-video yang dihimpun The Washington Post ini.

Stott kemudian mengatakan bahwa biang kerok tragedi ini adalah campuran antara tindakan polisi dan keburukan manajemen stadion.

Berikut detik-detik tragedi Kanjuruhan yang terekam dalam serangkaian video yang diverifikasi The Washington Post tersebut.

21.39

baca juga

Wasit meniup peluit tanda pertandingan berakhir dengan kemenangan Persebaya atas Arema.

Para pendukung Arema (Aremania) tak terima tim idola mereka mengalami kekalahan pertama dalam 23 tahun belakangan. Terlebih, kekalahan yang di alami terjadi di kandang sendiri.

Ketika para anggota Arema bersiap meninggalkan lokasi, sejumlah penggemar turun dari tribun menuju lapangan untuk menghampiri pemain.

Diketahui, Aremania mencoba untuk memeluk para pemain sebagai bentuk dukungan moral dan semangat kepada klub tercintanya.

21.45

Ratusan penonton berhamburan di lapangan.

Dua menit setelah pemain Arema digiring keluar lapangan, pasukan keamanan mulai memukul mundur dan memecah massa.

Petugas berseragam militer memukul mundur penonton ke tribun sektor 11, 12, dan 13. Mereka menendang dan memukuli para penonton dengan tongkat.

Sejumlah penonton terlihat terjatuh ketika mencoba memanjat besi pembatas untuk kembali ke tribun.

Sekitar 21.50

Kepolisian mulai menembakkan gas air mata dan suar. Asap pun mengepul ke arah tempat duduk penonton di bagian selatan stadion.

Penonton di tribun sektor 9 dan 10 mengatakan kepada The Washington Post bahwa mereka batuk-batuk, sementara mata juga mulai berair.

Di tribun sektor 12 dan 13, para penonton mulai diselimuti bahan kimia. Para saksi mata mengaku mendengar tangisan dari tribun sektor 13.

"Gas itu panas," ujar Elmiati, seorang penonton yang duduk di dekat pintu keluar 13 bersama suami dan putranya yang berusia 3 tahun.

Ia lanjut bercerita, bahwa aparat terus menembakan gas air mata ke arah tribun. Inilah yang memulai timbulnya kepanikan massa.

"Mereka terus menembak ke arah tribun, tapi orang-orang di sana tak tahu apa yang terjadi. Bukan kami yang lari ke lapangan," ucapnya.

Sementara itu, penonton lain berupaya keluar stadion, tapi pintu tertutup. Mereka terpaksa melompat ke lapangan juga untuk mencari jalan keluar lain.

Petugas lantas menembakkan gas air mata lagi ke arah selatan stadion.

"Semua orang panik. Pendukung panik karena mau keluar, dan pasukan keamanan juga panik. Kedua belah pihak panik dan menjadi lingkaran setan," ujar fotografer di lokasi, Ari Bowo Sucipto.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

PSMS Lakoni Laga Uji Coba Melawan Ar-Rasyid FC

PSMS Lakoni Laga Uji Coba Melawan Ar-Rasyid FC

Sumut | Minggu, 09 Oktober 2022 | 00:44 WIB

Doa Bersama Aliansi Suporter Cilegon untuk Korban Tragedi Kanjuruhan: Usut Tuntas!

Doa Bersama Aliansi Suporter Cilegon untuk Korban Tragedi Kanjuruhan: Usut Tuntas!

Banten | Sabtu, 08 Oktober 2022 | 23:26 WIB

Surat dari FIFA Jadi Bukti Lemahnya Pemahaman Aparat Kepolisian, Diminta Belajar Soal Protokol dan Prosedur Pengamanan

Surat dari FIFA Jadi Bukti Lemahnya Pemahaman Aparat Kepolisian, Diminta Belajar Soal Protokol dan Prosedur Pengamanan

Sumedang | Sabtu, 08 Oktober 2022 | 22:21 WIB

Terkini

Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay

Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay

Bisnis | Senin, 20 Juli 2026 | 23:07 WIB

Menembus Macet demi Langit Bersih: Catatan Acara Lintas Komunitas Kemenhub

Menembus Macet demi Langit Bersih: Catatan Acara Lintas Komunitas Kemenhub

Your Say | Senin, 20 Juli 2026 | 22:52 WIB

Berawal dari Dapur Rumahan, Camilan BUNCY Kini Mendunia Bersama BRI

Berawal dari Dapur Rumahan, Camilan BUNCY Kini Mendunia Bersama BRI

Bri | Senin, 20 Juli 2026 | 22:40 WIB

Terjaring OTT, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini tiba di KPK

Terjaring OTT, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini tiba di KPK

Foto | Senin, 20 Juli 2026 | 22:24 WIB

Banyak Sekolah Rusak? Prabowo Janji Bereskan Semuanya Sebelum 2029

Banyak Sekolah Rusak? Prabowo Janji Bereskan Semuanya Sebelum 2029

News | Senin, 20 Juli 2026 | 22:15 WIB

Gaji Bukan Hambatan, Pep Guardiola Berpeluang Tangani Timnas Italia

Gaji Bukan Hambatan, Pep Guardiola Berpeluang Tangani Timnas Italia

Bola | Senin, 20 Juli 2026 | 21:37 WIB

Pakar Jelaskan Soal BPA pada Galon Guna Ulang, Benarkah Berbahaya?

Pakar Jelaskan Soal BPA pada Galon Guna Ulang, Benarkah Berbahaya?

Health | Senin, 20 Juli 2026 | 21:27 WIB

Green Label Jadi Tren Baru Bangunan, Material Ramah Lingkungan Semakin Diminati

Green Label Jadi Tren Baru Bangunan, Material Ramah Lingkungan Semakin Diminati

Lifestyle | Senin, 20 Juli 2026 | 21:16 WIB

Mendagri Tito Heran Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Padahal Sudah Ikut Retret

Mendagri Tito Heran Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Padahal Sudah Ikut Retret

News | Senin, 20 Juli 2026 | 21:15 WIB

Kriminolog: TPPU Pintu Masuk untuk Kasus Eks Jampidsus

Kriminolog: TPPU Pintu Masuk untuk Kasus Eks Jampidsus

News | Senin, 20 Juli 2026 | 21:13 WIB

×