Viral Gunung Emas Hasil Korupsi Ditemukan Dalam Rumah Pejabat, Warganet : Tujuan Jadi Pejabat Kan Untuk Memperkaya Diri

Suara Depok

Selasa, 11 Oktober 2022 | 15:48 WIB
Viral Gunung Emas Hasil Korupsi Ditemukan Dalam Rumah Pejabat, Warganet : Tujuan Jadi Pejabat Kan Untuk Memperkaya Diri
Mantan walikota Haikou China, Zhang Qi simpan tumpukan emas batangan di rumahnya (Grid)

Depok.suara.com - Korupsi merupakan tindakan yang sangat dikecam di berbagai belahan dunia. Terlebih tindakan ini sangat merugikan banyak orang. Apalagi jika dilakukan oleh pejabat negara.

Kerugian yang dirasakan oleh masyarakat membuat korupsi menjadi masalah global. Namun, masih banyak negara yang pejabatnya juga melakukan korupsi.

Seperti kasus yang terjadi di China pada tahun 2019 lalu. Seorang koruptor ditangkap dengan temuan harta dalam jumlah yang fantastis.

Dikutip dari Daily Star, Selasa (11/10/2022), Zhang Qi seorang mantan walikota Haikou, China ditangkap atas tuduhan korupsi. Menariknya, polisi menemukan emas batangan yang membentuk gunung dengan berat mencapai 13,5 ton. Selain itu, polisi juga menemukan uang tunai sebesar $37 miliar atau sekitar Rp525 triliun di rumahnya.

Diketahui, Zhang Qi merupakan mantan walikota dan anggota partai Komunis yang kini sedang mendapat peninjauan oleh Komisi Pengawas Nasional.

Pejabat China awalnya menggeledah rumah mewahnya di Kota Haikou dan hanya menemukan benda biasa saja. Namun, setelah masuk kedalam ruang bawah tanahnya mereka terkejut menemukan gundukan harta tersebut.

Pejabat ini dianggap melakukan kejahatan ekonomi dan mungkin akan di hukum mati atas perbuatannya. Karena, emas batangan adalah benda yang sangat bernilai tinggi dan masuk dalam kategori barang mewah.

Beberapa uangnya hanya di tumpuk di lantai. Sementara, kepingan emas lainnya ada yang di bungkus tas dan sebagian di rak logam.

Diketahui, nilai emas murni dengan berat 13,5 ton itu kemungkinan senilai $500 juta atau sekitar Rp7 triliun.

Sebelumnya, Presiden China, Xi Jinping telah menjanjikan perjuangan melawan koruptor sebagai kebijakan utama partai Komunis China. Sejak ia memerintah, setidaknya 10.000 orang telah didakwa melakukan korupsi sejak tahun 2012.

Kemudian, dilaporkan sedikitnya 120 pejabat korupsi tingkat tinggi. Mereka termasuk perwira militer dan pejabat eksekutif.

"Tujuan mereka jadi pejabat kan mutlak hanya untuk memperkaya diri mereka saja," tulis warganet.

"Bagi 100 gram aja boss, wkwkwkwkwk," kata lainnya.

"Coba aja kalau di Konoha, pasti cuma 2 tahun penjara," ujar netizen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Longgarkan Aturan Pembatasan Perjalanan, China Izinkan Warganya Bepergian Kecuali ke Taiwan

Longgarkan Aturan Pembatasan Perjalanan, China Izinkan Warganya Bepergian Kecuali ke Taiwan

Jogja | Selasa, 11 Oktober 2022 | 15:45 WIB

Menohok! KPK Sebut Pengacara Lukas Enembe Tak Ngerti Hukum dan Rusak Nilai-nilai Luhur Masyarakat Papua

Menohok! KPK Sebut Pengacara Lukas Enembe Tak Ngerti Hukum dan Rusak Nilai-nilai Luhur Masyarakat Papua

News | Selasa, 11 Oktober 2022 | 15:42 WIB

Heboh Tito Karnavian Jadi Tersangka KPK, Ternyata Begini Faktanya

Heboh Tito Karnavian Jadi Tersangka KPK, Ternyata Begini Faktanya

Sumbar | Selasa, 11 Oktober 2022 | 15:31 WIB

Terkini

Kegagalan Investasi TaniHub Risiko Bisnis, Bukan Tindak Pidana

Kegagalan Investasi TaniHub Risiko Bisnis, Bukan Tindak Pidana

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 01:05 WIB

Kritik Kunjungan LN Prabowo, Mahfud MD: Terlalu Sering Itu Boros, Produknya Harus Jelas!

Kritik Kunjungan LN Prabowo, Mahfud MD: Terlalu Sering Itu Boros, Produknya Harus Jelas!

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 00:05 WIB

Perubahan Nasib Iwan Tuaji dalam 15 Bulan: Dilantik Jadi Wabup, Kini Ditahan

Perubahan Nasib Iwan Tuaji dalam 15 Bulan: Dilantik Jadi Wabup, Kini Ditahan

Sumsel | Rabu, 03 Juni 2026 | 23:50 WIB

Eks Dirut BVI Bantah Terima Kickback dari Investasi TaniHub

Eks Dirut BVI Bantah Terima Kickback dari Investasi TaniHub

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 23:41 WIB

FESyar Sumatera 2026 Hadir di Palembang, Ada 122 UMKM Halal dan Tabligh Akbar Habib Syech

FESyar Sumatera 2026 Hadir di Palembang, Ada 122 UMKM Halal dan Tabligh Akbar Habib Syech

Sumsel | Rabu, 03 Juni 2026 | 23:36 WIB

Rupiah Melemah Jadi Berkah, Wisatawan Malaysia Makin Gencar Belanja di Pontianak

Rupiah Melemah Jadi Berkah, Wisatawan Malaysia Makin Gencar Belanja di Pontianak

Kalbar | Rabu, 03 Juni 2026 | 23:20 WIB

Detik-detik Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK, Ajudan Dorong Awak Media

Detik-detik Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK, Ajudan Dorong Awak Media

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 23:11 WIB

Perubahan Nasib Dadan Hindayana dalam 48 Jam: Dari Pimpinan BGN hingga Berompi Tahanan

Perubahan Nasib Dadan Hindayana dalam 48 Jam: Dari Pimpinan BGN hingga Berompi Tahanan

Jakarta | Rabu, 03 Juni 2026 | 23:06 WIB

Silmy Karim Diburu KPK, Menteri Imipas Angkat Bicara

Silmy Karim Diburu KPK, Menteri Imipas Angkat Bicara

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 22:45 WIB

Megawati Bakal Terima Penghargaan dari Timor Leste, PDIP Jajaki Kerja Sama Strategis

Megawati Bakal Terima Penghargaan dari Timor Leste, PDIP Jajaki Kerja Sama Strategis

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 22:32 WIB