Gibran Selalu Mangkir di Acara Gunting Pita: Tidak Ada Pengaruhnya ke Warga

Suara Depok Suara.Com
Jum'at, 28 April 2023 | 02:28 WIB
Gibran Selalu Mangkir di Acara Gunting Pita: Tidak Ada Pengaruhnya ke Warga
Gibran Rakabuming dan Selvi Ananda (Instagram @selvianandagibranrakabuming)

Depok.suara.com - Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka punya alasan kuat kenapa dirinya selalu 'mangkir' di acara gunting pita sebagai bagian dari seremonial.

Menurutnya, hal itu membuang-buang anggaran sehingga dirinya berharap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota (Pemkot) Solo untuk mengurangi acara seremonial gunting pita.

"Bapak ibu pasti sudah tahu semua, saya tidak pernah datang yang namanya peresmian potong pita. Yang namanya potong pita tidak ada manfaat atau pengaruh langsung untuk warga,” tutur Gibran saat berbicara di depan jajarannya di Balai Kota Solo, Rabu (26/4/2023).

Ayah dari Jan Ethes Srinarendra dan La Lembah Manah ini sekali lagi meminta aparaturnya mengurangi seremonial yang tak menyentuh kebutuhan warga.

Apalagi, kata Gibran, dalam seremonial gunting pita biasanya memberikan kesempatan kepada para pejabat memberikan sambutannya.

“Kurangi acara yang pidatonya sampai lima kali hingga enam kali. Itu sudah tidak ada pengaruhnya ke warga," ungkap Gibran.

Dia menegaskan bahwa jajarannya harus fokus terhadap pelayanan, fokus mengurangi angka kemiskinan, dan fokus mengurangi angka pengangguran terbuka.

Gibran Rakabuming bersama Selvi Ananda dan kedua anak mereka, Jan Ethes Srinarendra dan La Lembah Manah [Instagram @selvianandagibranrakabuming]
Gibran Rakabuming bersama Selvi Ananda dan kedua anak mereka, Jan Ethes Srinarendra dan La Lembah Manah (sumber: Instagram @selvianandagibranrakabuming)

Data Kemiskinan Solo

Suami dari Selvi Ananda ini lalu menyampaikan data kemiskinan dari Biro Pusat Statistik (BPS) di mana Solo telah mengurangi kemiskinan dari 3 persen menjadi 0,8 persen. 

Baca Juga: Gaya Kaesang Pangarep Layani Prabowo Subianto Makan Siang di Solo, Minta Dukungan Maju sebagai Depok Satu?

“Angka 0,8 persen itu masih banyak lho bapak ibu. Makanya fokus itu (kemiskinan). Harus dihabiskan. Harus dinolkan,” kata Gibran.

Selain itu, pekerjaan rumah Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Solo adalah mengatasi masalah pemukiman kumuh hingga nol.

Berikutnya adalah Dinas Permbedayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencvana (DP3APPKB) agar terus mengurangi angka stunting di Solo.

“Di tempatnya Bu Purwanti (Kepala DP3APPKB) juga ada program stunting dinolkan,” ungkap Gibran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI