TIME Ulas Video "Fasis" Ahmad Dhani

Tomi Tresnady

Rabu, 25 Juni 2014 | 21:45 WIB
TIME Ulas Video "Fasis" Ahmad Dhani
Ahmad Dhani mengikuti Deklarasi Gerakan Muda (Gema) untuk Indonesia di Rumah Polonia Jalan Cipinang Cempedak Jakarta, Rabu (21/5). [suara.com/Adrian Mahakam)

Suara.com - Sebuah video klip yang dinyanyikan oleh Ahmad Dhani, Nowela, Husein, dan Virza untuk mendukung kampanye Prabowo Subianto menyebabkan kemarahan publik yang kuat karena terdapat embel-embel Nazi.

Dalam video tersebut, mengadaptasi lagu klasik milik Queen, We Will Rock You, Ahmad Dhani menari-nari dengan seragam fasis memegang Garuda emas, burung mitos melambangkan negara Indonesia, terlihat tidak nyaman seperti elang lambang kekaisaran Jerman saat Nazi berkuasa.

Pembuat film Daniel Ziv yang berada di Bali menjelaskan video tersebut membawa "citra skinhead Nazi politik Indonesia."

Itu menjadi gambaran yang tepat. Salah satu majalah terkemuka di Jerman, Der Spiegel mengatakan bahwa kostum militer Dhani menakutkan mirip dengan seragam yang dikenakan komandan tentara SS Heinrich Himmler.

"Dhani memakai lambang yang sama pada kerah dan lapisan di saku dada yang sama," ulas Del Spiegel membandingkan foto Dhani dan Heinrich.

Begitu juga Brian May, gitaris Queen, menambah keruh kontroversi saat bilang gubahan lagu We Will Rock You tidak meminta izin kepada Queen.

Meskipun banjir kritik, termasuk dari sesama musisi Indonesia, Dhani, yang juga berdarah Yahudi, tidak bertobat.

"Apa hubungannya tentara Jerman dan Indonesia?" jawaban Dhani itu membingungkan bagi media di Indonesia pada Rabu (25/6/2014).

"Apa hubungannya tentara Jerman dan musisi Indonesia? Kami, rakyat Indonesia tidak membunuh jutaan orang Yahudi, kan? tanya Dhani seperti diulas TIME.

Menjelang pemilu 9 Juli, kampanye semakin panas, kedua pendukung (pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla) memanfaatkan media sosial untuk menarik kaum muda.

Video klip Dhani untuk Prabowo dirilis tak lama setelah musisi Oppie Andaresta dan band rock Slank, yang mendukung Joko Widodo, dengan lagu ciptaan mereka berjudul Salam Dua Jari.

Prabowo mengucapkan terima kasih kepada Dhani dan penyanyi lain yang telah berkontribusi, dan mengatakan "Video ini meningkatkan semangat juang kami" melalui laman Facebook.

Wartawan Amerika, Allan Nairn mengunggah hasil wawancara dengan Prabowo tahun 2001 yang mengatakan bahwa Indonesia membutuhkan "Rezim otoriter yang jinak". Mantan jenderal Kopassus itu kagum terhadap Pervez Musharraf yang berkuasa di Pakistan, dan mengatakan, "Apakah saya punya nyali, apakah saya siap dipanggil seorang diktator fasis? Musharraf punya keberanian."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Indra Piliang: Sekarang Golkar Dikerdilkan, Nanti Dihancurkan

Indra Piliang: Sekarang Golkar Dikerdilkan, Nanti Dihancurkan

News | Kamis, 26 Juni 2014 | 12:08 WIB

Ahmad Dhani Kapok Kenakan Seragam Nazi

Ahmad Dhani Kapok Kenakan Seragam Nazi

Entertainment | Kamis, 26 Juni 2014 | 12:07 WIB

Ahmad Dhani Akui Tak Dapat Izin Gunakan Lagu Queen

Ahmad Dhani Akui Tak Dapat Izin Gunakan Lagu Queen

Entertainment | Kamis, 26 Juni 2014 | 10:35 WIB

Jokowi Verifikasi Harta Pagi Hari, JK Siang Hari

Jokowi Verifikasi Harta Pagi Hari, JK Siang Hari

News | Kamis, 26 Juni 2014 | 09:52 WIB

Ahmad Dhani: Saya Nggak Mungkin Fasis

Ahmad Dhani: Saya Nggak Mungkin Fasis

Entertainment | Kamis, 26 Juni 2014 | 09:47 WIB

Terkini

Cegah Campak hingga ISPA, Bulan Suplementasi Vitamin A Akan Berlangsung Selama Agustus

Cegah Campak hingga ISPA, Bulan Suplementasi Vitamin A Akan Berlangsung Selama Agustus

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:54 WIB

Strategi Mitsubishi Fuso Perkuat Hubungan Konsumen dan Edukasi Perawatan Mesin B50 di GIIAS 2026

Strategi Mitsubishi Fuso Perkuat Hubungan Konsumen dan Edukasi Perawatan Mesin B50 di GIIAS 2026

Otomotif | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:47 WIB

Solusi Dana PIP Tidak Cair, Ini Informasi Resmi dari Kemendikdasmen

Solusi Dana PIP Tidak Cair, Ini Informasi Resmi dari Kemendikdasmen

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:45 WIB

OJK Jatuhkan Sanksi Rp91,09 Miliar kepada 104 Pihak di Pasar Modal

OJK Jatuhkan Sanksi Rp91,09 Miliar kepada 104 Pihak di Pasar Modal

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:36 WIB

Ulasan Agent Kim Reactivated: Saat Mantan Agen Rahasia Kembali demi Menyelamatkan Anaknya

Ulasan Agent Kim Reactivated: Saat Mantan Agen Rahasia Kembali demi Menyelamatkan Anaknya

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:30 WIB

Isuzu D-Max Tampil Lebih Tangguh dengan Mesin Baru dan Teknologi 4x4 di GIIAS 2026

Isuzu D-Max Tampil Lebih Tangguh dengan Mesin Baru dan Teknologi 4x4 di GIIAS 2026

Otomotif | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:25 WIB

Selamatkan Uang Pajak Rakyat! Prabowo Didesak Segera Pisahkan Dana MBG dari Anggaran Pendidikan

Selamatkan Uang Pajak Rakyat! Prabowo Didesak Segera Pisahkan Dana MBG dari Anggaran Pendidikan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:23 WIB

IHSG Menguat ke 6.400? Cek Saham-saham Bluechip yang Diserok Asing Ini

IHSG Menguat ke 6.400? Cek Saham-saham Bluechip yang Diserok Asing Ini

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:21 WIB

Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun

Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun

Jogja | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:16 WIB

BPK Bongkar 6 Hambatan Government 5.0, WTP Tak Lagi Cukup untuk Wujudkan Indonesia Emas

BPK Bongkar 6 Hambatan Government 5.0, WTP Tak Lagi Cukup untuk Wujudkan Indonesia Emas

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:11 WIB

×