"Point Break", Aksi Kejahatan Berbalut Olahraga Ekstrem

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Senin, 14 Desember 2015 | 09:41 WIB
"Point Break", Aksi Kejahatan Berbalut Olahraga Ekstrem
Film Poin Break 2015.

Suara.com - Bagi generasi 90-an pasti tak asing lagi dengan film berjudul Point Break. Nah, menjelang liburan Natal kali ini, Point Break kembali bisa dinikmati tentu saja dengan aktor dan aktris pemeran baru.

Jika di versi 1991 Point Break dibintangi oleh aktor kenamaan, Keanu Reeves dan Patrick Swayze, maka di versi terbaru ini tokoh Johnny (Utah) diperankan oleh Luke Bracey dan Bodhi dimainkan oleh Edgar Ramirez.

Alur cerita Point Break 2015 dengan versi aslinya tak jauh berbeda, yakni mengisahkan aksi kejahatan yang dilakukan penggemar olahraga ekstrem yang dimotori oleh Bodhi. Johnny Utah sebagai agen FBI baru yang juga mantan atlet motorcross memiliki tugas untuk menyelidiki aksi kejahatan yang dilakukan Bodhi dan komplotannya.

Kasus pertama yang membuat Johnny harus mengungkap dalang di komplotan ini adalah sabotase pesawat yang membawa tumpukan uang bernilai fantastis. Tapi uang-uang ini bukannya untuk dinikmati Bodhi dan kawan-kawan tapi justru disebarkan ke masyarakat miskin di daerah tertentu.

Sebagai penggemar olahraga ekstrem, Johnny mengambil kesimpulan bahwa apa yang dilakukan komplotan ini memiliki tujuan untuk mendapatkan pencerahan spritual. Melalui teori Cycle of Eight, Johnny pun bisa memprediksi aksi-aksi kejahatan apa yang akan dilakukan kelompok ini.

Hingga ia menemukan celah untuk memberangus komplotan ini dengan mendatangi perlombaan surfing dengan ombak terbesar yang mungkin hanya bisa didapati sekali dalam dua tahun. Pada titik inilah Johnny berkenalan dengan komplotan Bodhi.

Minat yang sama pada olahraga ektsrem terkadang membuat Johnny kehilangan pendirian terhadap profesinya sebagai agen FBI. Bahkan dalam beberapa aksi menegangkan yang dilakukan Bodhi dan komplotannya, Johnny ikut terlibat.

Bumbu-bumbu romantisme juga dipercikkan dalam beberapa scene di Point Break ini, dimana Johnny jatuh hati pada sosok Samsara yang diperankan Teresa Palmer sebagai salah satu anggota Bodhi.

Namun tragisnya, Samsara harus mati tertembak di tangan Johnny saat berusaha membobol uang di bank. Lalu akankah Johnny tetap menjalankan aksinya sebagai agen FBI atau justru mengikuti jejak Bodhi melakukan aksi-aksi ekstremnya?

Yang pasti, film sepanjang 130 menit ini sukses memanjakan mata kita dengan pemandangan alam yang mengesankan. Bahkan beberapa aksi yang cukup ekstrem benar-benar dilakukan sederetan stunt performers yang berprofesi sebagai atlet olahraga ekstrem demi memukau penonton.

Penasaran atau rindu dengan tontonan lawas ini? Point Break bisa menjadi pilihan tayangan Anda dan orang terdekat menjelang musim liburan ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Teror "Badoet" Merenggut Nyawa Anak-anak

Teror "Badoet" Merenggut Nyawa Anak-anak

Entertainment | Kamis, 12 November 2015 | 14:16 WIB

Alif Lam Mim, Pergumulan di Indonesia Tahun 2036

Alif Lam Mim, Pergumulan di Indonesia Tahun 2036

Entertainment | Selasa, 29 September 2015 | 19:04 WIB

Aksi Kocak Empat Penguin Saat Jalankan Misi Spionase

Aksi Kocak Empat Penguin Saat Jalankan Misi Spionase

Entertainment | Sabtu, 06 Desember 2014 | 19:15 WIB

Tonton "I Give It A Year" Sebelum Menikah

Tonton "I Give It A Year" Sebelum Menikah

Your Say | Minggu, 10 Agustus 2014 | 20:38 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×