Hesty "Klepek Klepek" Tak Lulus SMA Demi Nyanyi

Tomi Tresnady

Senin, 22 Februari 2016 | 19:18 WIB
Hesty "Klepek Klepek" Tak Lulus SMA Demi Nyanyi
Hesty 'Klepek Klepek' saat jalani wawancara di kantor redaksi Suara.com, Jalan Sisingamangaraja, Jakarta Selatan, Rabu (18/11/2015) [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Penyanyi dangdut Hesty Aryatura atau dikenal Hesty “Klepek Klepek” punya tekad keras dalam soal meraih cita-cita. Demi menjadi artis penyanyi, perempuan yang memiliki tinggi 170 cm itu meninggalkan bangku sekolah SMA walau saat itu dia mau naik kelas tiga.

Hesty merupakan putri dari pasangan Dede Mahya Sumitra (ayah) dan Yayan Wiryanti (ibu). Yayan sendiri berprofesi sebagai guru sekolah, tentu sangat berharap anak-anaknya mengikuti jenjang pendidikan dijalur formal.

Namun, Hesty punya pandangan sendiri dalam hal cita-cita, sikap pemberontaknya lah yang akhirnya bisa bikin namanya melambung di industri musik dangdut.

Dari cerita Hesty, dia mengaku sering meninggalkan kelas kerna lebih memilih menyanyi di pangung-panggung di sekitar kampung halamannya di Kecamatan Pasir Jambu, Desa Cisondari, Kabupaten Bandung.

“Hesty gak lulus (SMA) sering bolos, bukan karena sering main, tapi karena sering nyanyi. Kalau sekolah di tas tuh, bukan bawa buku tapi bawa baju buat nyanyi,” katanya saat berbincang dengan Suara.com.

Dia menambahkan,“Dari situ Hesty mau naik kelas tiga, ada yang ngomong “Hesty mau dikeluarin’, daripada dikeluarin Hesty mending keluar sendiri deh. Akhirnya keluar sendiri aja.”

Hesty akhirnya bertemu dengan temannya yang kebetulan berada di naungan label Nagaswara. Hesty pun langsung menandatangani kontrak dengan label yang dipimpin Rayahu Kertawiguna itu.

Dia dipercayakan membawakan single dangdut berjudul Cintaku Klepek Klepek yang populer pada tahun 2013. Dari single tersebut, nama Hesty jadi harum di industri dangdut.

Namun, setelah mendapat banyak tawaran menyanyi tak membuatnya lupa dengan pendidikan. Perempuan berusia 21 tahun itu telah meneruskan pendidikan SMA-nya melalui kejar paket C.

"Hesty juga ingin kuliah dan bisa bikin usaha butik," katanya.

Namun, sayangnya tahun ini nasib buruk menyelimuti Hesty. Dia ditangkap Polda Lampung pada Jumat (19/2/2016) pukul 00.30 WIB dini hari di kamar hotel Novotel. Hesty ditangkap bersama seorang lelaki yang diduga mucikari atas dugaan terlibat prostitusi.

Yang bikin heboh adanya selentingan dia mendapat bayaran Rp100 juta per transaksi. Beruntung Hesty hanya dikenakan status saksi korban, bukan tersangka. Dia pun sudah kembali ke Jakarta, pada hari Minggu (21/2) setelah menjalani pemeriksaan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Setengah Abad Nenek Ini Biasa Tidur dengan Kebisingan Kalijodo

Setengah Abad Nenek Ini Biasa Tidur dengan Kebisingan Kalijodo

News | Minggu, 21 Februari 2016 | 15:10 WIB

Soal Prostitusi, Hesty "Klepek Klepek" Diminta Terbuka ke Suami

Soal Prostitusi, Hesty "Klepek Klepek" Diminta Terbuka ke Suami

Entertainment | Minggu, 21 Februari 2016 | 13:54 WIB

Saipul Tersangkut Pelecehan , Hesty Diduga Bertarif Rp100 Juta

Saipul Tersangkut Pelecehan , Hesty Diduga Bertarif Rp100 Juta

Entertainment | Minggu, 21 Februari 2016 | 11:17 WIB

Diduga, Tarif Hesty 'Klepek-klepek' Rp100 Juta per Transaksi

Diduga, Tarif Hesty 'Klepek-klepek' Rp100 Juta per Transaksi

Entertainment | Sabtu, 20 Februari 2016 | 23:21 WIB

Saipul Jamil Bukan Menyesal Telah Melakukan Pencabulan, Tapi...

Saipul Jamil Bukan Menyesal Telah Melakukan Pencabulan, Tapi...

Entertainment | Minggu, 21 Februari 2016 | 06:30 WIB

Terkini

Eskalasi Konflik Houthi Berisiko Hambat Pasokan Energi Global, Indonesia Bisa Ikut Terancam

Eskalasi Konflik Houthi Berisiko Hambat Pasokan Energi Global, Indonesia Bisa Ikut Terancam

News | Jum'at, 18 September 2026 | 12:16 WIB

Penjualan Mobil Daihatsu Tembus 97 Ribu Unit Periode Januari - Agustus

Penjualan Mobil Daihatsu Tembus 97 Ribu Unit Periode Januari - Agustus

Otomotif | Jum'at, 18 September 2026 | 12:14 WIB

6 Shio Paling Kreatif yang Cocok Kerja di Industri Media dan Konten

6 Shio Paling Kreatif yang Cocok Kerja di Industri Media dan Konten

Lifestyle | Jum'at, 18 September 2026 | 12:12 WIB

7 HP Murah Layar Curved, Mulai Rp2 Jutaan di September 2026

7 HP Murah Layar Curved, Mulai Rp2 Jutaan di September 2026

Tekno | Jum'at, 18 September 2026 | 12:08 WIB

Terseret Kasus Rita Widyasari, Bebizie Kembalikan Duit Nyaris Rp1 Miliar ke KPK

Terseret Kasus Rita Widyasari, Bebizie Kembalikan Duit Nyaris Rp1 Miliar ke KPK

News | Jum'at, 18 September 2026 | 12:05 WIB

Apa Bedanya Vasektomi dan Tubektomi? Ini Perbedaan yang Perlu Diketahui

Apa Bedanya Vasektomi dan Tubektomi? Ini Perbedaan yang Perlu Diketahui

Lifestyle | Jum'at, 18 September 2026 | 12:02 WIB

Punya Hutan Jutaan Hektare, Perhutani Mulai Hitung Potensi Cuan dari Karbon

Punya Hutan Jutaan Hektare, Perhutani Mulai Hitung Potensi Cuan dari Karbon

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 12:02 WIB

Review Arab Maklum 3: Drama Keluarga yang Mengocok Perut

Review Arab Maklum 3: Drama Keluarga yang Mengocok Perut

Your Say | Jum'at, 18 September 2026 | 12:00 WIB

KPK Geledah Kantor Kantor Summarecon, Cari Bukti Kasus ATR/BPN

KPK Geledah Kantor Kantor Summarecon, Cari Bukti Kasus ATR/BPN

News | Jum'at, 18 September 2026 | 11:59 WIB

Unhas Kenalkan Pengering Pala Bertenaga Surya di Fakfak

Unhas Kenalkan Pengering Pala Bertenaga Surya di Fakfak

Sulsel | Jum'at, 18 September 2026 | 11:56 WIB

×