Delapan Korban Aa Gatot Berusia 14-16 Tahun, Perempuan Semua

Ruben Setiawan, Nanda Hadiyanti

Rabu, 14 September 2016 | 04:41 WIB
Delapan Korban Aa Gatot Berusia 14-16 Tahun, Perempuan Semua
Gatot Brajamusti saat setelah diamankan tim Satgasus Merah Putih dari kamar hotel Golden Tulip, Kota Mataram, Lombok, NTT, Minggu (28/8/2016).

Elza Syarief selaku kuasa hukum sejumlah anak di bawah umur yang diduga jadi korban tindak asusila dari Gatot Brajamusti mendatangi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Jakarta, guna melakukan pengaduan. Elza mengatakan banyak anak-anak korban Gatot yang butih diberikan rehabilitasi secara mental.

"Anak-anak ini alami traumatik luar biasa. Perlu rehab dan tenangkan dirinya. Jadi ini tak sekedar masalah hukum, tapi lebih pada psikologi. Kita Kerjasama sama KPAI dan BNN," kata Elza ditemui di kantor KPAI, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (13/9/2016).

Elza membeberkan ada lebih dari seratus korban tindak asusila yang dilakukan oleh Gatot Brajamusti. Meski membawa kasus ini ke ranah hukum dan publik, Elza menjamin, identitas para korban akan tetap dirahasiakan.

"Yang kami laporkan baru delapan, rentang usia 14-16. Perempuan semua, dan ada juga anak-anak yang belum siap berhadapan dengan polisi, makanya kita bawa ke KPAI," lanjut Elza.

Lebih lanjut, Elza menjelaskan anak-anak ini mengalami berbagai hal yang tak seharusnya, mulai dari pencabulan, baik dengan unsur tipudaya atau pemaksaan, dan juga adanya penyalahgunaan narkoba. Bahkan, kata Elza, ada korban yang sampai over dosis dan meninggal dunia.

Elza menyebut modus kasus ini adalah menjanjikan kepada anak-anak itu untuk diorbitkan menjadi artis.
 
"Untuk kepentingan karir di bidang seni. Si anak dijanjikan backing vokal, harus ada latihan kayak karantina begitu lah. Di dalam proses usia anak-anak kalau ditawari, pasti dia punya kebanggaan apalagi untuk pengembangan minat dan bakat. Akan tetapi pas di pedepokan terjadilah itu. Dengan berbagai argumen sehingga anak terperdaya," kata Elza.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Profil Gatot Brajamusti: Dijuluki P Diddy Indonesia, Reza Artamevia hingga Anak di Bawah Umur Jadi Korban

Profil Gatot Brajamusti: Dijuluki P Diddy Indonesia, Reza Artamevia hingga Anak di Bawah Umur Jadi Korban

Lifestyle | Selasa, 01 Oktober 2024 | 17:14 WIB

Kilas Balik Kasus Aaliyah Massaid 2016, Geger Isu Dugaan Korban Pelecehan Aa Gatot

Kilas Balik Kasus Aaliyah Massaid 2016, Geger Isu Dugaan Korban Pelecehan Aa Gatot

Lifestyle | Sabtu, 25 November 2023 | 21:45 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×