Cerita Deva Mahenra Jadi Muslim dan Minoritas di Papua

Ferry Noviandi

Jum'at, 01 Mei 2020 | 09:16 WIB
Cerita Deva Mahenra Jadi Muslim dan Minoritas di Papua
Deva Mahenra, Duta Wisata Papua. (Suara.com/Vessy Frizona)

Suara.com - Melalui Twitter, aktor Deva Mahenra menceritakan pengalaman masa kecilnya di Papua. Meski menjadi seorang muslim dan minoritas di Papua, aktor 30 tahun ini mengaku tak pernah mengalami kesulitan setiap menjalankan ibadah seperti puasa dan merayakan Idul Fitri.

"Saya seorang muslim yang tumbuh dan besar sebagai minoritas di Papua. Tapi selama saya hidup, seingat saya, tidak sekali pun saya dan keluarga disakiti, diganggu ketika beribadah. Atau bahkan sampai dirampas hak untuk sekadar melangsungkan hidup hanya karena beda agama," tulis Deva Mahendra di Twitter.

Deva Mahenra [Instagram/devamahenra]
Deva Mahenra [Instagram/devamahenra]

Deva Mahenra bahkan mengakui, dirinya seperti sekarang ini dibentuk dari lingkungan, termasuk saudara-saudara yang berbeda keyakinan.

Selain itu, Deva Mahenra juga punya cerita pentas teater bertema natal di Papua. Meski Deva seorang muslim, saudara-saudara di Papua malah memberikan kesempatan dirinya untuk ikut tampil dalam pementasan teater tersebut.

"Awal mula saya berakting? Pertama kali ketika ada pentas teater di sekolah dengan tema natal. Saya yang minoritas ini, alih-alih dijauhi malah diberi kesempatan untuk ikut tampil sebagai salah satu tokoh utama dalam pagelaran tersebut," ungkap Deva Mahenra.

Kebaikan yang diterima Deva Mahenra dari saudara-saudara di Papua telah membuatnya menjadi pribadi yang percaya diri dan kuat.

"Saya tidak bisa membayangkan di mana saya sekarang, jika perlakuan yang saya terima justru sebaliknya," sambung bintang film Ghost Writer ini.

Deva Mahenra kemudian mengungkap alasan menulis twit tersebut. Bintang sinetron Tetangga Masa Gitu? ini ingin mengajak masyarakat Indonesia untuk lebih menghargai kehidupan. Bahwa semua kehidupan yang ada di muka bumi ini adalah kehendak sang pencipta yang berhak untuk dihormati dan dilindungi.

Deva Mahenra [Yuliani/Suara.com]
Deva Mahenra [Yuliani/Suara.com]

"Saya hanya manusia yang geram, manusia yang kecewa. Bahwa setinggi apa pun pemahaman tentang agama, kalau tidak dibarengi dengan pemahaman akan pentingnya menghargai kehidupan, sesuatu yang hidup, sesama yang juga ada di dunia karena sang Pencipta, maka percuma. Kelak setiap pribadi akan bertanggung jawab atas dirinya masing-masing di hadapan Tuhan. Bukan secara berkelompok dan beramai-ramai, melainkan seorang sendiri," tutur Deva Mahenra.

baca juga

Di bulan Ramadan ini, Deva Mahenra mengajak saudara sesama muslim untuk menahan dan tidak melakuakn perbuatan yang menyakiti sesama manusia.

"Bukankah ini adalah bulan baik, di mana mengejar pahala merupakan yang utama? Maka selain menahan lapar dan dahaga, tahanlah juga perbuatan-perbuatan yang bisa menyakiti sesama. Bahkan ketika dalam cara meyakini yang berbeda, kita semua bersaudara, di mata Tuhan kita setara dan sama. Salam damai."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengenal Fakfak, Surga Pala di Papua Barat yang Kini Dikepung Api

Mengenal Fakfak, Surga Pala di Papua Barat yang Kini Dikepung Api

Your Say | Minggu, 06 September 2026 | 12:50 WIB

Pansus DPD RI Komitmen Cari Solusi Permanen Soal Konflik dan HAM Papua

Pansus DPD RI Komitmen Cari Solusi Permanen Soal Konflik dan HAM Papua

News | Kamis, 03 September 2026 | 14:23 WIB

Gandeng Komnas HAM, Pansus DPD RI Segera Investigasi Pelanggaran HAM dan Masalah PSN Papua

Gandeng Komnas HAM, Pansus DPD RI Segera Investigasi Pelanggaran HAM dan Masalah PSN Papua

News | Kamis, 03 September 2026 | 13:17 WIB

Sisi Gelap Transisi Energi, Ketika Mobil Listrikmu Dibayar Hutan Papua

Sisi Gelap Transisi Energi, Ketika Mobil Listrikmu Dibayar Hutan Papua

Your Say | Kamis, 03 September 2026 | 12:45 WIB

Saat Satu Pohon di Papua Ditebang, Satu Kata Ikut Hilang

Saat Satu Pohon di Papua Ditebang, Satu Kata Ikut Hilang

Your Say | Kamis, 03 September 2026 | 12:50 WIB

Baku Tembak di Yahukimo: 4 Anggota OPM Batalyon Eden Sawi Tewas saat Markasnya Digerebek

Baku Tembak di Yahukimo: 4 Anggota OPM Batalyon Eden Sawi Tewas saat Markasnya Digerebek

News | Rabu, 02 September 2026 | 19:03 WIB

Kebakaran Hebat Landa Kampung Nelayan di Jayapura, Ratusan Rumah Hangus

Kebakaran Hebat Landa Kampung Nelayan di Jayapura, Ratusan Rumah Hangus

Foto | Selasa, 01 September 2026 | 19:54 WIB

Ancam Hak Adat dan Pangan Lokal! Mahasiswa Papua Tolak Program Cetak Sawah 2.000 Hektare

Ancam Hak Adat dan Pangan Lokal! Mahasiswa Papua Tolak Program Cetak Sawah 2.000 Hektare

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 15:03 WIB

Dari Pracimantoro hingga Papua Membongkar Mitos Pembangunan Jawa-Sentris

Dari Pracimantoro hingga Papua Membongkar Mitos Pembangunan Jawa-Sentris

Your Say | Senin, 31 Agustus 2026 | 14:41 WIB

Di Depan Presiden Timor Leste, Megawati Ungkap Salju Abadi Papua Bakal Lenyap 3 Tahun Lagi

Di Depan Presiden Timor Leste, Megawati Ungkap Salju Abadi Papua Bakal Lenyap 3 Tahun Lagi

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 15:05 WIB

Terkini

Iran Gertak Amerika Serikat, Ancam Blokir Total Teluk Persia Jika Lanjutkan Sanksi Ekonomi

Iran Gertak Amerika Serikat, Ancam Blokir Total Teluk Persia Jika Lanjutkan Sanksi Ekonomi

News | Selasa, 08 September 2026 | 16:16 WIB

Modus Baru! Bea Cukai Gagalkan Pengiriman Rokok Ilegal dengan Truk Tangki Air

Modus Baru! Bea Cukai Gagalkan Pengiriman Rokok Ilegal dengan Truk Tangki Air

Video | Selasa, 08 September 2026 | 16:15 WIB

12 Rekomendasi Hadiah Unik Sesuai Zodiak untuk Orang Spesial

12 Rekomendasi Hadiah Unik Sesuai Zodiak untuk Orang Spesial

Lifestyle | Selasa, 08 September 2026 | 16:14 WIB

Karhutla Terus Berulang di Kalimantan, Bagaimana Memperkuat Pencegahan dan Pemulihan?

Karhutla Terus Berulang di Kalimantan, Bagaimana Memperkuat Pencegahan dan Pemulihan?

News | Selasa, 08 September 2026 | 16:12 WIB

Kualitas Udara Membaik, Lampung Akhiri Pembelajaran Daring Akibat Erupsi Krakatau

Kualitas Udara Membaik, Lampung Akhiri Pembelajaran Daring Akibat Erupsi Krakatau

Lampung | Selasa, 08 September 2026 | 16:10 WIB

Jelang Persija vs Persib di SUGBK, Balsa Sekulic Pede Maung Bandung Bikin Malu Macan Kemayoran

Jelang Persija vs Persib di SUGBK, Balsa Sekulic Pede Maung Bandung Bikin Malu Macan Kemayoran

Bola | Selasa, 08 September 2026 | 16:06 WIB

Tips Aman Berkendara Mobil Listrik saat Terpapar Abu Vulkanik

Tips Aman Berkendara Mobil Listrik saat Terpapar Abu Vulkanik

Otomotif | Selasa, 08 September 2026 | 16:05 WIB

Kulit Auto Mulus, Ini 5 Body Care Pilihan untuk Mengatasi Noda Hitam

Kulit Auto Mulus, Ini 5 Body Care Pilihan untuk Mengatasi Noda Hitam

Your Say | Selasa, 08 September 2026 | 16:00 WIB

Berawal Kecelakaan Motor, Polisi Temukan Kebun Ganja 4,5 Kg di Karo

Berawal Kecelakaan Motor, Polisi Temukan Kebun Ganja 4,5 Kg di Karo

Sumut | Selasa, 08 September 2026 | 15:59 WIB

73 Orang Terluka Diserang Rudal Houthi Yaman di Arab Saudi Selatan

73 Orang Terluka Diserang Rudal Houthi Yaman di Arab Saudi Selatan

News | Selasa, 08 September 2026 | 15:59 WIB

×