Gandeng Komnas HAM, Pansus DPD RI Segera Investigasi Pelanggaran HAM dan Masalah PSN Papua

Bangun Santoso, Bagaskara Isdiansyah

Kamis, 03 September 2026 | 13:17 WIB
Gandeng Komnas HAM, Pansus DPD RI Segera Investigasi Pelanggaran HAM dan Masalah PSN Papua
Ketua Pansus Papua DPD RI, Yorrys Raweyai. (Suara.com/Bagaskara)
baca 10 detik
  • Pansus Papua DPD RI dan Komnas HAM berkolaborasi mendalami pelanggaran HAM serta dampak Proyek Strategis Nasional di Komplek Parlemen Jakarta pada Kamis (3/9/2026).
  • Ketua Pansus Yorrys Raweyai menyatakan lembaganya akan memulai kunjungan kerja lapangan ke titik konflik mulai 13 September mendatang untuk menyusun rekomendasi bagi pemerintah.
  • Atnike Nova Sigiro dari Komnas HAM menyatakan konflik bersenjata menimbulkan pengungsi internal yang kehilangan akses pendidikan dan kesehatan sehingga mengancam masa depan generasi Papua.

Suara.com - Pansus Papua DPD RI resmi menjalin kolaborasi dengan Komnas HAM untuk mendalami persoalan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) serta dampak Proyek Strategis Nasional (PSN) di tanah Papua.

Hal ini terungkap dalam pertemuan audiensi antara DPD RI dan Komnas HAM di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/9/2026).

Ketua Pansus Papua DPD RI, Yorrys Raweyai, menjelaskan bahwa pansus yang beranggotakan 15 orang ini dibentuk untuk merespons dinamika kejadian di daerah yang terus berkembang.

Ia menegaskan, pansus akan fokus pada dua isu besar, yakni konflik kekerasan dan persoalan PSN seperti di Papua Selatan dan Biak.

"Tiga hari lalu Pansus sudah mengadakan rapat perdana untuk menginventarisir seluruh persoalan di Papua, baik itu pelanggaran HAM maupun PSN," ujar Yorrys dalam konferensi pers di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis.

Yorrys menambahkan, bahwa pihaknya akan segera melakukan kunjungan kerja mulai 13 September mendatang ke sejumlah titik konflik.

Ia memastikan setiap agenda lapangan akan melibatkan Komnas HAM guna menyusun rekomendasi kuat kepada pemerintah pusat.

"Kami bukan eksekutor, gitu loh. Kami hanya bisa memberikan rekomendasi kepada pemerintah. Kami mulai dulu dengan pelanggaran HAM, keterlibatan TNI kemudian ada konflik di sana. Kemudian yang kedua tentang PSN. Terutama di daerah Papua Selatan, kemudian di Biak. Biak ini sekarang gejolak dengan telah disepakatinya peluncuran satelit dari Biak oleh pemerintah dengan Rusia," tegas Yorrys.

Senada dengan Yorrys, Koordinator Tim Pengamatan Situasi HAM menuju Dialog Kemanusiaan di Papua (Tim Papua), Atnike Nova Sigiro, memberikan apresiasi atas langkah DPD RI.

baca juga

Ia menyoroti situasi di Papua yang belum pulih dari kekerasan antara aparat dan kelompok sipil bersenjata, yang kini berdampak pada munculnya pengungsi internal.

"Kekerasan antara aparat dan kelompok sipil bersenjata tidak hanya menimbulkan korban jiwa tetapi juga menimbulkan permasalahan sosial ekonomi di Papua yaitu dengan terjadinya pengungsi internal," tutur Atnike.

Atnike memperingatkan bahwa kondisi pengungsi yang kehilangan akses pendidikan dan kesehatan dapat memicu ancaman serius bagi masa depan masyarakat asli Papua.

"Persoalan pengungsi internal yang terjadi akibat konflik dan kekerasan di Papua tersebut akan mengakibatkan hilangnya generasi Papua. Komnas HAM dengan senang hati mendukung dan berkolaborasi ke depan terutama dari tugas dan kewenangan Komnas HAM yang fokus pada persoalan hak asasi manusia," jelas Atnike.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sisi Gelap Transisi Energi, Ketika Mobil Listrikmu Dibayar Hutan Papua

Sisi Gelap Transisi Energi, Ketika Mobil Listrikmu Dibayar Hutan Papua

Your Say | Kamis, 03 September 2026 | 12:45 WIB

Saat Satu Pohon di Papua Ditebang, Satu Kata Ikut Hilang

Saat Satu Pohon di Papua Ditebang, Satu Kata Ikut Hilang

Your Say | Kamis, 03 September 2026 | 12:50 WIB

Baku Tembak di Yahukimo: 4 Anggota OPM Batalyon Eden Sawi Tewas saat Markasnya Digerebek

Baku Tembak di Yahukimo: 4 Anggota OPM Batalyon Eden Sawi Tewas saat Markasnya Digerebek

News | Rabu, 02 September 2026 | 19:03 WIB

Kebakaran Hebat Landa Kampung Nelayan di Jayapura, Ratusan Rumah Hangus

Kebakaran Hebat Landa Kampung Nelayan di Jayapura, Ratusan Rumah Hangus

Foto | Selasa, 01 September 2026 | 19:54 WIB

Sederet Program Penting Komnas HAM Anggarannya 'Nol Rupiah', Aduan Rakyat Terancam Terhambat

Sederet Program Penting Komnas HAM Anggarannya 'Nol Rupiah', Aduan Rakyat Terancam Terhambat

News | Selasa, 01 September 2026 | 17:57 WIB

Komnas HAM Siapkan Rapor Kinerja Polri, Ada 15 Kategori Penilaian

Komnas HAM Siapkan Rapor Kinerja Polri, Ada 15 Kategori Penilaian

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 16:35 WIB

Ancam Hak Adat dan Pangan Lokal! Mahasiswa Papua Tolak Program Cetak Sawah 2.000 Hektare

Ancam Hak Adat dan Pangan Lokal! Mahasiswa Papua Tolak Program Cetak Sawah 2.000 Hektare

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 15:03 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×