Suara.com - Nikita Mirzani mengaku jijik saat mengetahui mantan suaminya, Sajad Ukra, ajukan permohonan ganti nama anak mereka, Azka Raqilla Mawardi, di Pengadilan Negeri Tangerang.
"Kerugiannya lebih ke jijik, karena mendingan taruh nama almarhum bokap daripada nama dia," kata Nikita Mirzani di Polres Metro Tangerang Kota, Selasa (8/9/2020).
Nikita merasa Sajad tak berhak mengganti nama sang anak karena mantan suaminya itu tak pernah membiayai, apalagi membesarkan darah dagingnya sendiri.
"Kan yang biayain bukan dia, lahir ya lahir sendiri, besarin-besarin sendiri, sudah gede dilaporin polisi, sekarang suruh ganti nama, kan aneh-aneh," katanya.
![Nikita Mirzani [Ismail/Suara.com]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/08/28/61150-nikita-mirzani.jpg)
Ketika ditanya apakah Sajad Ukra sudah menghubunginya saat mengajukan permohonan ganti nama anak mereka, janda anak ini mengaku tak pernah diberitahu.
"Nggak ada, dia nggak berani kontak gue langsung, cari-cari ulah saja terus. Kemarin kan Jakarta sudah nggak bisa, gagal semua, tiba-tiba dia lari ke Pengadilan Tangerang," ujarnya.
"Di Pengadilan Tangerang, permohonannya disetujui, tapi dengan pemalsuan-pemalsuan identitas dan agama," kata dia lagi.
Atas dugaan pemalsuan data tersebut, Nikita Mirzani membuat laporan di Polres Metro Tangerang Kota.
Nikita Mirzani melaporkan seseorang yang diduga mantan suaminya, Sajad Ukra ke Polres Metro Tangerang Kota, Selasa (8/9/2020).
Dalam salinan penetapan terhadap permohonan ganti nama itu tercantum nama Sajad Ukra dengan alamat di Banjar Wijaya, Tangerang. Persoalannya, Sajad, tak pernah tinggal di alamat yang dimaksud.
"Dari dasar itu saya komunikasikan dengan Niki. Saya selanjutnya ke kelurahan Banjar Wijaya menanyakan apakah ada orang ini, Sajad Ukra yang tinggal di sana. Kita tanyakan ternyata ada surat dari kelurahan yangg intinya tidak ada orang itu," kata kuasa hukum Nikita, Fahmi Bachmid.
![Sajad Ukra dan Nikita Mirzani [Instagram]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/02/07/13090-sajad-ukra-dan-nikita-mirzani.jpg)
Kendati begitu, Nikita dalam laporannya tak mencantumkan siapa terlapornya. Fahmi mengatakan biar polisi yang menentukannya.
"Karena kita ingin dilakukan proses hukum yang transparan, kita mau dilidik. Tapi yang penting dalam surat pemohon itu ada nama Sajad Ukra berdasarkan penetapannya," katanya.