2. Siti Badriah
Pedangdut Siti Badriah rupanya punya cerita kelam tentang pelecehan seksual. Hal tak mengenakkan itu terjadi
saat Sibad, sapaab akrabnya, masih remaja dan sering manggung di acara pernikahan di kampung.
"Dulu waktu nyanyi panggung-an alami pelecehan. Pas lagi saweran kadang-kadang sawerannya dimasukkin ke payudara. Terus ada yang pingin peluk-peluk, cium-cium," kata Siti Badriah kepada Suara.com baru-baru ini.
Si pelantun Lagi Syantik ini memang sudah terjun sebagai penyanyi sejak berusia dini. Dia ikut orangtuanya yang
sudah menggeluti dunia orkes dangdut lebih dulu.
Tapi saat pelecehan seksual itu terjadi, Sibad tak sedang bersama orangtuanya. Tak heran, ada penonton yang
nekat bertindak cabul.
"Itu kejadian sekali doang. Itu juga aku nyanyinya di panggung hajatan. Dan di situ nggak bareng grup orangtua
aku. Jadi nggak ada yang jagain," ujarnya mengenang.
Sibad masih ingat betul bagaimana dia bereaksi waktu itu. Rupanya Sibad nekat berteriak lewat mikrofon agar si
pelaku merasa malu.
"Aku bilang (di mikrofon), 'boleh nyawer, boleh joget, asal yang sopan.' Jadi malu deh dia," katanya.
Apa yang dialami Sibad waktu itu cukup membuatnya trauma. Bahkan, ketika namanya mulai melambung di
panggung musik dangdut nasional, Sibad sampai memakai jasa bodyguard agar kejadian serupa tak terulang.
"Alhamdulillah kalau sekarang lebih ketat dijagainnya juga. Bukan sok-sokan di-bodyguard atau gimana. Maksudnya sekarang lebih dijaga aja. Aku juga lebih hati-hati sekarang," ujarnya.
Selain bodyguard, Sibad juga mulai selektif memilih pakaian. Sebisa mungkin, dia menghindari busana yang terbuka ketika manggung.
3. Kirana Larasari
Apa yang dialami Kirana Larasati tak kalah pahit. Bedanya, pelecehan seksual ini terjadi ketika Kirana masih duduk di bangku sekolah dasar (SD).
"Saat kejadian, saya masih 10 tahun," kata Kirana.
Meski peristiwa itu sudah lama terjadi, bintang film Turis Romantis ini masih bisa mengingat secara detail.
"Jadi payudara saya dipegang paksa oleh anak remaja SMA di jalanan. Setelah kejadian, saya cuma bisa gemetar, nangis, dan lari," ujarnya mengenang.
Sesampainya di rumah, Kirana tak tahu harus berbuat apa. Ingin menceritakan kejadian itu kepada orangtuanya, dia tak punya nyali.
"Pokoknya kejadian itu bikin saya trauma," katanya.
Kirana sadar, sikap diamnya saat itu adalah sebuah kesalahan. Harusnya, kejadian itu harus langsung diadukan kepada orang-orang terdekat sesegera mungkin.
Karena itu, sekarang menurut Kirana, sudah saatnya para korban pelecehan seksual bersuara. Sebab, jika hanya berdiam diri, para pelaku bakal kembali melakukan hal serupa.
"Kita-kita sih ogah dilecehin, sekecil apa pun, dalam bentuk apa pun. Kita-kita nggak mau diem aja. Saatnya bersuara," ucap Kirana.