facebook

Tawarkan Ketegangan Terjebak di Pesawat, Film Emergency Declaration Bertabur Bintang

Ruth Meliana Dwi Indriani
Tawarkan Ketegangan Terjebak di Pesawat, Film Emergency Declaration Bertabur Bintang
Cuplikan adegan di film Emergency Declaration (Soompi)

Sutradara merekam film hampir seperti dokumenter. Syuting Emergency Declaration menggunakan set nyata yang dapat berputar 360 derajat.

Suara.com - Film “Emergency Declaration” menjadi salah satu film asal Korea Selatan yang dinantikan publik. Film ini ditayangkan secara perdana di luar sesi kompetisi Festival Film Cannes 2021, dan dibintangi oleh aktor kawakan negeri Gingseng.

"Emergency Declaration" sendiri menawarkan cerita ketegangan penumpang yang terjebak dalam pesawat terbang. Rencananya, film tersebut akan diputar di bioskop Korea Selatan pada Agustus mendatang.

Film ini dibintangi oleh aktor senior Korea, Lee Byung Hun. Ia berperan sebagai seorang laki-laki yang terjebak di pesawat terbang bersama putrinya, sementara seorang teroris mengancam untuk melepaskan virus mematikan.

Saat ketegangan meningkat di dalam pesawat, pemerintah melancarkan operasi untuk melindungi penumpang. Aktor Parasite Song Kang Ho berperan sebagai detektif mencoba untuk menghentikan serangan.

Baca Juga: Berapa Kompensasi yang Seharusnya Diterima Penumpang saat Pesawat Delay?

Kemudian ada Jeon Do Yeon yang memerankan menteri transportasi. Dalam cerita, ia menemukan fakta mengenai virus itu dan menyimpan ketakutan kemungkinan yang terjadi terjadi saat pesawat mendarat.

Adapun inspirasi film ini ternyata sudah muncul sejak 10 tahun lalu. Sang sutradara, Han Jae Rim menjelaskan bahwa ide cerita tentang ancaman teroris saat berada di pesawat sudah lama ditawarkan kepadanya.

Mulanya, kata Han, sebuah rumah produksi mengusulkan proyek ini kepadanya. Namun ia belum menemukan cara untuk mengeksekusi ide sehingga ia beralih ke proyek lain.

Meski demikian, nyatanya Han tidak dapat melupakan proyek “Emergency Declaration”. Apalagi, kisah dalam film tersebut membuat ia teringat jika dirinya menderita aerophobia.

“Setelah menyaksikan tragedi kecil dan besar di masyarakat, saya akhirnya memiliki sesuatu untuk dibicarakan dengan film itu,” kata Han saat konferensi di Seoul, Korea Selatan, pada Senin (19/6/2022) waktu setempat, dikutip dari The Korea Times.

Baca Juga: Harga Tiket Pesawat Terbang Masih Tinggi, Sandiaga Uno Minta Maskapai Lakukan Hal Ini

Meskipun film ini mencakup efek visual yang mengesankan, ketegangan, serta dipenuhi aksi dan sensasi, Han memberikan gambaran realistis tentang bagaimana setiap manusia di pesawat dapat bereaksi berbeda ketika berada dalam bahaya, apalagi menghadapi virus dan serangan teroris.

“Ketika saya membaca naskahnya, itu menarik karena sangat realistis. Saya pikir Anda bisa benar-benar tenggelam dalam film dan itu akan menjadi kekuatan terbesar dari proyek ini,” puji Lee Byung Hun.

Sutradara merekam film hampir seperti dokumenter. Pesawat yang digunakan untuk syuting didesain di Hollywood dan desain interiornya dikerjakan di Korea. Syuting “Emergency Declaration” menggunakan set nyata yang dapat berputar 360 derajat.

“Sinematografer benar-benar mendedikasikan dirinya untuk merekam film. Kekhawatiran terbesar saya adalah tentang keselamatan para pemain dan kru,” kata Han.

“Emergency Declaration” membawa pesan inti mengenai manusia yang berkumpul di masa tergelap. Song Kang Ho mengatakan, visual dari film tersebut secara alami akan menarik penonton ke dalam perasaan para karakter.

Sementara itu, Jeon Do Yeon mengungkap dirinya yakin “Emergency Declaration” akan menarik lebih dari 10 juta penonton bioskop Korea Selatan, karena menampilkan aktor papan atas dan plot yang mencekam. [ANTARA]

Komentar