Dari sini pun muncul ide untuk membuat teater khusus teman-teman tuli.
"Masyarakat supaya paham komunikasi dengan orang tuli. Cara komunikasinya dengan cara isyarat," terangnya.
Surya Sahetapy memberikan contoh terdekat di mana saat ia meladeni awak media, ada penerjemah yang membantunya mengartikan bahasa isyarat.
![Dewi Yull hadiri pemakaman Ray Sahetapy di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Jumat (4/4/2025). [Suara.com/Rena Pangesti]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/04/04/63024-dewi-yull-hadiri-pemakaman-ray-sahetapy.jpg)
"Contohnya sekarang ini mengedukasi teman-teman media supaya ke depannya bisa terbiasa ketemu orang tuli dan bisa kerjasama," terang lelaki 31 tahun tersebut.
Sebagaimana diketahui, Ray Sahetapy meninggal dunia di usia 68 tahun pada Selasa (1/4/2025) sekira pukul 21.04 WIB. Sang aktor berpulang saat tengah dirawat di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat.
Kabar duka ini pertama kali dibagikan oleh sang anak, Surya Sahetapy melalui unggahan Instagram pada Selasa (1/4/2025) malam.
"Selamat jalan, Ayah! @raysahetapy . We always cherish the memories of our time with you," tulis Surya Sahetapy sebagai caption.
Melalui unggahan itu pula, Surya Sahetapy menuliskan pesan menyentuh dimana dirinya menitipkan salam untuk sang kakak, Gisca Sahetapy yang sudah lebih dulu berpulang.
"Titip salam cinta dan kangen ke kak Gisca!," tandasnya.
Ray Sahetapy sendiri berpulang usai berjuang melawan penyakit komplikasi yang dideritanya. Sejak 2017 lalu dia terkena diabetes, lalu di tahun 2023 mengalami serangan stroke, hingga dirawat selama satu bulan di rumah sakit sebelum meninggal dunia.
Sebelum berpulang, Ray Sahetapy telah menjadi mualaf. Ia mengucapkan kalimat syahadat di Masjid Istiqlal pada 1982.