Wawan Teamlo Sindir Pedas Pejabat Korup Lewat Lagu Negeri Konoha, Liriknya Menohok!

Ferry Noviandi

Selasa, 17 Juni 2025 | 20:48 WIB
Wawan Teamlo Sindir Pedas Pejabat Korup Lewat Lagu Negeri Konoha, Liriknya Menohok!
Lagu karya Wawan Teamlo berjudul "Negeri Konoha" tengah viral di media sosial. [Instagram]

Suara.com - Kondisi negeri yang tengah carut-marut rupanya memantik kekhawatiran sekaligus kreativitas seorang Wawan Teamlo.

Musisi sekaligus komedian yang dikenal dengan lagu-lagu menggelitik itu menciptakan sebuah lagu berjudul "Negeri Konoha".

Lagu ini dibawakan secara jenaka oleh Wawan Teamlo bersama rekannya, Jui Purwoto.

Lagu "Negeri Konoha" yang dirilis pada 10 April lalu ini pun mendapat sambutan hangat dari warganet.

Di TikTok, lagu ini telah ditonton lebih dari 818 ribu kali. Sementara di Instagram telah disaksikan lebih dari 18 ribu kali.

Lagu "Negeri Konoha" disuguhkan dengan genre dangdut dan dibawakan secara riang oleh Wawan dan Jui Purwanto.

Meski Dibawakan secara riang, tapi lagu ini sebenarnya terasa getir, karena menyampaikan fakta-fakta menyakitkan yang dialami rakyat Indoneia belakangan ini.

Menggunakan idiom "Konoha" menggantikan Indonesia, lagu ini merupakan potret sosial dan politik yang terjadi di Tanah Air beberapa waktu terakhir ini.

Salah satu lirik dalam lagu ini misalnya, "rakyat yang bayar pajaknya, kok masuk perut komentarnya."

baca juga

Lirik ini tentu saja menyentil para pejabat yang seakan-akan begitu enak menikmati duit korupsi.

Lagu karya Wawan Teamlo berjudul "Negeri Konoha" tengah viral di media sosial. [Instagram]
Lagu karya Wawan Teamlo berjudul "Negeri Konoha" tengah viral di media sosial. Lagu tersebut menggambarkan carut-marutnya negeri Konoha akiba para pejabatnya korupsi. [Instagram]

Atau lirik "Anda digaji rakyat, tapi menindas rakyat", yang tentu saja menyentil para oknum pejabat di Tanah Air.

Lagu ini juga mendapat banyak komentar dari warganet, yang tak jarang dari kalangan selebriti seperti Ernest Prakasa, Sandy Shondoro, hingga aktor Surya Saputra.

"Idolaaa," komentar Ernest Prakasa dengan emoji api.

"Mantap," kata Surya Saputra dengan emoticon tepuk tangan dan api.

Atau komentar Sandhy Sondoro yang menyenggol akun media sosial MPR dan DPR RI.

Komentar warganet di TikTok pun tak kalah menarik dengan lagu Konohan ini.

"Terima kasih telah menyuarakan isi hati kami," kata seorang warganet.

"Rakyat di negara kaya ini cuma pelengkap dan atas nama doang. Mau kerja atau pengangguran rakyatnya, penguasanya tidak perduli," ujar warganet lain.

"Lanjut Bang, suarakan kebenaran demi kebaikan dan perbaikan Negri ini," komentar warganet lain.

Wawan Teamlo dianggap cukup berani membawakan lagu yang bertema kritikan terhadap Pemerintah. 

Iwan Fals (Instagram)
Iwan Fals menjadi salah satu musisi yang dikenal kerap mengkritik Pemerintah lewat lagu-lagunya. (Instagram)

Sebelum Wawan Teamlo, band Sukatani juga sempat menarik perhatian dengan lagunya berjudul "Bayar Bayar Bayar".

Di lagu tersebut, band asal Purbalingga, Jawa Tengah ini terang-terangan mengkritik institusi Polri.

Saking lantangnya lagu tersebut mengkritik polisi, sampai-sampai band Sukatani mendapat intimidasi dan diminta untuk menyanyaikan lagu tersebut.

Meski belakangan Polri mengaku mempersilakan band Sukatani untuk tetap manggung serta membawakan lagu "Bayar Bayar Bayar" dan lagu-lagu kritikan lainnya.

Jauh sebelumya, Indonesia juga selama ini memiliki musikus yang dikenal rajin mengkritik pemerintah dalam lagu-lagunya. Mereka adalah Iwan Fals dan Slank.

Grup band Slank. [Instagram]
Grup band Slank. [Instagram]

Iwan Fals dengan musik countrynya memang kerap menciptakan lagu yang memotret kondisi sosial dan politik di Tanah Air.

Simak saja lagu "Suara Buat Wakil Rakyat" yang mengkritik para anggota dewan untuk bekerja dan bersuara buat rakyat. Atau lagu "Rekening Gendut" yang praktik korpusi pada orang-orang yang memilii kekuasaan.

Slank juga dikenal sebagai salah satu band Indonesia yang kritis dan kerap menyampaikan kritik dalam beberapa lagunya.

Salah satunya lagu kritik Pemerintah yang terkenal dari Slank di antaranya "Hey Bung". Lagu ini menyindiri para pejabat yang seolah-olah jauh dari rakyatnya sendiri.

Namun sayangnya, lagu Slank berjudul "Polisi yang Baik Hati" malah seakan "mencoreng" band Geng Potlot itu sendiri dan dianggap sebagai band plat merah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Buronan E-KTP Paulus Tannos Gigit Jari! Upaya Bebas di Singapura Ditolak Mentah-mentah!

Buronan E-KTP Paulus Tannos Gigit Jari! Upaya Bebas di Singapura Ditolak Mentah-mentah!

Video | Selasa, 17 Juni 2025 | 20:03 WIB

Usai Penangguhan Penahanan Ditolak, Paulus Tannos Akan Jalani Sidang Soal Ekstradisi

Usai Penangguhan Penahanan Ditolak, Paulus Tannos Akan Jalani Sidang Soal Ekstradisi

News | Selasa, 17 Juni 2025 | 16:04 WIB

Kasus Suap Dana Hibah Jatim, KPK Sita Aset Senilai Rp3 Miliar

Kasus Suap Dana Hibah Jatim, KPK Sita Aset Senilai Rp3 Miliar

News | Selasa, 17 Juni 2025 | 15:37 WIB

Kasus Korupsi Bansos saat Covid-19, Eks Mensos Juliari Peter Batubara Diperiksa KPK di Tangerang

Kasus Korupsi Bansos saat Covid-19, Eks Mensos Juliari Peter Batubara Diperiksa KPK di Tangerang

News | Selasa, 17 Juni 2025 | 14:56 WIB

Penangguhan Penahanan Ditolak Pengadilan Singapura, Buronan Paulus Tannos Segera Diseret Pulang KPK?

Penangguhan Penahanan Ditolak Pengadilan Singapura, Buronan Paulus Tannos Segera Diseret Pulang KPK?

News | Selasa, 17 Juni 2025 | 11:38 WIB

Prabowo-Gibran Dianggap Berhasil Berantas Korupsi? Ada Fakta Pahit di Baliknya!

Prabowo-Gibran Dianggap Berhasil Berantas Korupsi? Ada Fakta Pahit di Baliknya!

Liks | Senin, 16 Juni 2025 | 21:49 WIB

Terkini

Kecelakaan Beruntun di Pasaman, Dua Penumpang Luka-luka dan Sejumlah Kendaraan Rusak

Kecelakaan Beruntun di Pasaman, Dua Penumpang Luka-luka dan Sejumlah Kendaraan Rusak

Sumbar | Minggu, 02 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Tragedi Proyek Sekolah Rakyat, 3 Pekerja Hanyut di Sungai Ogan Saat Menyeberang

Tragedi Proyek Sekolah Rakyat, 3 Pekerja Hanyut di Sungai Ogan Saat Menyeberang

Sumsel | Minggu, 02 Agustus 2026 | 22:50 WIB

Anak Kembali Aktif Bersekolah, Jangan Lupakan Perlindungan dari Demam Berdarah Dengue

Anak Kembali Aktif Bersekolah, Jangan Lupakan Perlindungan dari Demam Berdarah Dengue

Health | Minggu, 02 Agustus 2026 | 22:27 WIB

Bypass Jantung Kini Tak Perlu Belah Tulang Dada, Teknik Minimal Invasif Percepat Pemulihan

Bypass Jantung Kini Tak Perlu Belah Tulang Dada, Teknik Minimal Invasif Percepat Pemulihan

Health | Minggu, 02 Agustus 2026 | 22:04 WIB

Polisi Ungkap Plot Twist Kasus Jesslyn Wijaya, Dugaan Penculikan Terpatahkan

Polisi Ungkap Plot Twist Kasus Jesslyn Wijaya, Dugaan Penculikan Terpatahkan

News | Minggu, 02 Agustus 2026 | 21:33 WIB

IHSG Diproyeksi Menguat Besok, Ini Saham yang Bisa Dipantau

IHSG Diproyeksi Menguat Besok, Ini Saham yang Bisa Dipantau

Bisnis | Minggu, 02 Agustus 2026 | 20:47 WIB

Produk RI Makin Dilirik Asing, UMKM Perak Lokal Tembus Tiga Negara

Produk RI Makin Dilirik Asing, UMKM Perak Lokal Tembus Tiga Negara

Bisnis | Minggu, 02 Agustus 2026 | 20:41 WIB

Lowongan 94 Nakes di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Rekrutmen Dibuka Agustus

Lowongan 94 Nakes di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Rekrutmen Dibuka Agustus

Riau | Minggu, 02 Agustus 2026 | 20:32 WIB

BNI Wujudkan Mimpi Pasangan Miliki Rumah Pertama Setelah 14 Tahun Menikah

BNI Wujudkan Mimpi Pasangan Miliki Rumah Pertama Setelah 14 Tahun Menikah

Bisnis | Minggu, 02 Agustus 2026 | 20:28 WIB

Kevin Hardino dan Rachel Kesyah Aurellia Terpilih Jadi Bujang Gadis Palembang 2026

Kevin Hardino dan Rachel Kesyah Aurellia Terpilih Jadi Bujang Gadis Palembang 2026

Sumsel | Minggu, 02 Agustus 2026 | 20:27 WIB

×