Meski ada juga netizen yang langsung membela Deddy Corbuzier.
"150 di om Ded kaya receh banget," komentar netizen.
"Wkwkwk Rp150 juta buat om Ded mah dilepeh," komentar netizen lain.
Tak disangka Deddy merespons komentar-komentar netizen di atas terutama yang menudingnya jadi buzzer bayaran Rp150 juta.
Dia mengungkap fakta yang ternyata merugikan. Sambil bercanda, dia mengaku menolak Rp150 juta tapi kalau Rp200 juta akan diterimanya.
"200 lah boleh," balas Deddy.
"Lebih ke nombok kalau gue," tambahnya.
Sebelumnya, Deddy mengungkapkan lewat kolom komentarnya soal sikapnya yang tidak selantang dulu.

"Yang lain udah mandi, lu baru nyebur om," celetuk netizen.
"That's called cautious," balasnya.
Ternyata selama ini dia berhati-hati dalam bersikap dan mencari celah yang tepat untuk bisa ikut menyuarakan. Ini kemungkinan karena dirinya adalah bagian dari pemerintahan saat ini.
Rekam jejak karier Deddy Corbuzier di kepemerintahan
Deddy Corbuzier awalnya berperan sebagai Duta Komponen Cadangan (Komcad).
Peran ini menunjukkan keterlibatannya dalam membantu sosialisasi program bela negara dan pertahanan yang digagas oleh Kementerian Pertahanan di era Menhan Prabowo Subianto.
Dia kemudian mendapakan gelar kehormatan yakni pangkat Letnan Kolonel (Letkol) Tituler Angkatan Darat pada Desember 2022.
Pangkat ini diberikan langsung oleh Menteri Pertahanan saat itu, Prabowo Subianto, dan disahkan oleh Panglima TNI dan KSAD.
Dalam kasus Deddy, pangkat ini diberikan karena kontribusinya dalam komunikasi di media sosial terkait isu-isu pertahanan dan komponen cadangan (komcad).
Juru Bicara Kemhan menyatakan bahwa kemampuan Deddy dalam menjangkau masyarakat luas melalui media sosial sangat membantu dalam menyebarkan pesan kebangsaan yang sulit dijangkau oleh prajurit organik.
Hubungan Deddy dan Prabowo pun semakin dekat. Saat Pemilu 2024, meski tak terang-terangan, Deddy merapat ke barisan Prabowo - Gibran.
Hingga akhirnya, Deddy mendapatkan kepercayaan baru untuk menjadi Stafsus Menhan.
Kontributor : Tinwarotul Fatonah