Senator John Kennedy: Orang yang Konsumsi Udang Beku dari Indonesia Bisa Jadi Alien

Yohanes Endra

Senin, 08 September 2025 | 07:15 WIB
Senator John Kennedy: Orang yang Konsumsi Udang Beku dari Indonesia Bisa Jadi Alien
Senator AS John Kennedy (YouTube/senator John Kennedy)
Baca 10 detik
  • Senator AS klaim udang Indonesia bisa mengubah orang jadi alien.
  • Udang impor Indonesia ditarik karena terkontaminasi zat radioaktif Cesium-137.
  • Pemerintah Indonesia hentikan sementara ekspor udang dari produsen terkait.

Suara.com - Baru-baru ini, dunia maya dihebohkan oleh komentar kontroversial dari Senator John Kennedy yang mengklaim bahwa mengonsumsi udang beku impor dari Indonesia dapat mengubah seseorang menjadi alien.

Sebelumnya, pria berusia 73 tahun itu membahas penarikan produk udang impor dari sebuah peternakan di Indonesia bernama BMS Foods.

Peringatan ini ia lontarkan di ruang sidang Senat beberapa waktu lalu, tepat setelah mengomentari penarikan produk udang dari pasaran yang dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat.

Peringatan dari FDA ini berkaitan dengan temuan isotop radioaktif Cesium-137 (Cs-137) dalam beberapa merek udang beku impor, termasuk merek terkenal seperti Great Value dari Walmart.

Penarikan ini dilakukan karena adanya risiko kontaminasi yang dapat menimbulkan bahaya kesehatan akut bagi konsumen yang mengonsumsi udang tersebut.

Kennedy bahkan mengklaim bahwa mereka yang secara tidak sengaja memakan produk tersebut dapat berubah penampilan menjadi seperti Alien.

"Jika Anda memakannya, bagaimana mungkin Anda bisa berubah penampilan menjadi seperti alien di Alien? Karena udang itu radioaktif," ujar Kennedy dilansir dari Dailymail pada Minggu, 7 September 2025.

Dalam kesempatan itu, ia bahkan menunjukkan foto makhluk menyeramkan yang ada di film Alien tersebut.

baca juga

Senator itu tidak hanya menggambarkan udang yang terkontaminasi sebagai berbahaya, tetapi juga meyakinkan bahwa konsumsi udang tersebut bisa menyebabkan pertumbuhan "telinga tambahan".

Ia dengan tegas mengingatkan bahwa produk-produk ini mengandung isotop radioaktif Cs-137 yang sangat berbahaya dan bisa "membunuh" konsumennya.

Kennedy menambahkan bahwa negara-negara lain, terutama yang memiliki regulasi pangan yang ketat, tidak akan mengizinkan produk seperti ini masuk ke pasar mereka.

Selain itu, ia menuding bahwa Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional (NOAA) gagal memeriksa produk makanan laut dengan benar.

Senator AS John Kennedy (YouTube/senator John Kennedy)
Senator AS John Kennedy (YouTube/senator John Kennedy)

Kennedy mencatat bahwa lembaga tersebut hanya memeriksa satu hingga dua persen produk makanan laut impor.

Senator Kennedy juga menyampaikan pendapatnya tentang kualitas udang impor.

Ia mengklaim bahwa udang yang dibudidayakan di tambak-tambak di Indonesia tidak hanya berpotensi terkontaminasi radioaktif, tetapi juga ditanam dalam kondisi yang sangat tidak higienis.

Kemudian, ia mengklaim bahwa udang dari daerahnya lebih unggul dibandingkan dengan produk impor.

"Saya memang bias. Saya percaya udang Louisiana lokal, segar dari Teluk, tidak radioaktif," ujarnya.

FDA menjelaskan bahwa udang yang disiapkan atau dikemas di tambak Indonesia memang diduga disimpan dalam kondisi yang tidak higienis, sehingga menyebabkan kontaminasi oleh Cs-137.

Meski demikian, pihak FDA menegaskan bahwa penarikan ini dimaksudkan untuk mencegah paparan radiasi tingkat rendah yang berpotensi berdampak pada kesehatan dalam jangka panjang, seperti meningkatkan risiko kanker.

Klaim-klaim Kennedy yang mengarah pada perubahan fisik dramatis akibat konsumsi udang tersebut tentu saja mengundang reaksi negatif.

Banyak netizen yang mengkritik pandangannya sebagai tidak berdasar dan berlebihan.

Meskipun klaim tentang "alien" atau "telinga tambahan" jelas tidak memiliki dasar ilmiah, Kennedy tetap teguh dengan argumennya bahwa konsumen harus berhati-hati dengan makanan laut impor yang tidak memenuhi standar kebersihan yang ketat.

Sementara itu, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso sebelumnya mengonfirmasi bahwa ekspor udang dari produksi PT Bahari Makmur Sejati (BMS Foods) dihentikan sementara.

Hal itu menyusul adanya temuan zat radioaktif Cesium-137 (Cs-137) di produk udang yang diekspor ke Amerika Serikat (AS).

Kontributor : Rizka Utami

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Resep Udang Saus Padang, Perpaduan Rasa Pedas, Manis, dan Gurih yang Bikin Ketagihan

Resep Udang Saus Padang, Perpaduan Rasa Pedas, Manis, dan Gurih yang Bikin Ketagihan

Lifestyle | Rabu, 03 September 2025 | 13:40 WIB

Menguak Rahasia Oranye pada Udang: Astaxanthin, Si Kecil dengan Segudang Manfaat

Menguak Rahasia Oranye pada Udang: Astaxanthin, Si Kecil dengan Segudang Manfaat

Your Say | Selasa, 12 Agustus 2025 | 12:43 WIB

Kisah Ayah dan Anak dari Pasangkayu: Membangun Masa Depan dari Tambak Udang

Kisah Ayah dan Anak dari Pasangkayu: Membangun Masa Depan dari Tambak Udang

Lifestyle | Selasa, 22 Juli 2025 | 10:00 WIB

Tarif Trump 19 Persen Bikin Emiten Udang Kaesang Makin Merana

Tarif Trump 19 Persen Bikin Emiten Udang Kaesang Makin Merana

Bisnis | Rabu, 16 Juli 2025 | 16:29 WIB

Terasi Udang: Bumbu Tradisional yang Terus Beradaptasi di Era Modern

Terasi Udang: Bumbu Tradisional yang Terus Beradaptasi di Era Modern

Lifestyle | Kamis, 19 Juni 2025 | 19:17 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×