5 Poin Penting di Balik Kasus Haji yang Menyeret Nama Khalid Basalamah

Yohanes Endra, Ismail

Selasa, 16 September 2025 | 16:11 WIB
5 Poin Penting di Balik Kasus Haji yang Menyeret Nama Khalid Basalamah
Fakta KPK Sita Uang Khalid Basalamah (ANTARA/Rio Feisal)
Baca 10 detik
  • Khalid Basalamah terseret kasus dugaan korupsi kuota haji Kemenag.
  • Uang milik Khalid Basalamah disita KPK sebagai barang bukti.
  • Kasus ini terkait penyalahgunaan kuota haji khusus tahun 2024.

Suara.com - Pusaran kasus dugaan korupsi kuota haji di Kementerian Agama (Kemenag) semakin memanas dan menyeret sejumlah nama besar.

Salah satu yang kini menjadi sorotan publik adalah Khalid Zeed Abdullah Basalamah atau Khalid Basalamah. 

Khalid Basalamah seorang tokoh yang juga dikenal sebagai pemilik Uhud Tour. Namanya mencuat setelah ia diperiksa sebagai saksi dan membuat pengakuan mengejutkan.

Salah satunya mengenai sejumlah uang miliknya telah diserahkan dan kini disita oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai barang bukti.

Penyitaan ini bukanlah tanpa sebab. KPK tengah mendalami skandal besar yang diduga merugikan negara lebih dari Rp1 triliun, di mana ribuan jemaah haji menjadi korban dari permainan kuota.

Keterlibatan Khalid Basalamah membuka tabir mengenai bagaimana kuota haji khusus yang seharusnya diatur ketat, bisa dipermainkan.

Ustaz Khalid Basalamah memenuhi panggilan KPK untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi kuota haji di Jakarta, Selasa (9/9/2025). [Suara.com/Dea]
Fakta KPK Sita Uang Khalid Basalamah. [Suara.com/Dea]

Berikut adalah lima fakta krusial yang terungkap di balik penyitaan uang Khalid Basalamah oleh KPK.

1. Mengembalikan Uang untuk Dijadikan Barang Bukti

Fakta utama yang menjadi sorotan adalah pengakuan Khalid Basalamah (KB) sendiri bahwa ia telah mengembalikan sejumlah uang kepada penyidik KPK.

baca juga

Langkah ini diambil agar uang tersebut dapat disita secara resmi dan dijadikan barang bukti dalam penyelidikan kasus korupsi penyelenggaraan haji.

Pihak KPK telah mengonfirmasi penerimaan uang tersebut, meskipun jumlah pastinya masih dalam proses verifikasi.

Penyerahan ini menjadi bukti kuat adanya aliran dana yang dianggap tidak wajar dalam proses pemberangkatan jemaah haji yang diikutinya.

2. Awalnya Jalur Furoda Beralih ke Haji Khusus

Menurut KPK, salah satu fokus utama pemeriksaan adalah perubahan jalur keberangkatan rombongan Khalid Basalamah.

Awalnya, ia bersama 122 jemaahnya melalui Uhud Tour telah membayar dan bersiap untuk berangkat melalui jalur haji furoda (non-kuota resmi).

Namun, di tengah jalan, mereka ditawari untuk beralih menggunakan kuota haji khusus oleh Ibnu Mas’ud, Komisaris PT Muhibbah Mulia Wisata.

Rombongan ini akhirnya berangkat pada tahun 2024 menggunakan kuota tambahan yang ternyata kini menjadi inti dari masalah korupsi yang diselidiki.

3. Bayar Mahal dan Langsung Berangkat

Ustaz Khalid Basalamah usai diperiksa KPK terkait kasus korupsi kuota haji. (Antara)
Fakta KPK Sita Uang Khalid Basalamah (Antara)

Penyidik KPK menyoroti keistimewaan yang didapat oleh rombongan Khalid Basalamah, yaitu keberangkatan dengan kode T0.

Kode ini berarti jemaah bisa membayar dan berangkat haji pada tahun yang sama (Tahun 0), tanpa harus melalui antrean panjang yang bisa mencapai puluhan tahun seperti jemaah haji reguler.

Fasilitas jalan tol ini tentu saja memerlukan biaya yang jauh lebih fantastis.

KPK mendalami bagaimana proses ini bisa terjadi dan siapa saja yang mengatur kemudahan ini, yang jelas mengambil hak jemaah lain yang sudah antre bertahun-tahun.

4. Dasarnya SK Menag yang Diduga Melanggar Undang-Undang

Keberangkatan rombongan ini ternyata didasarkan pada Surat Keputusan (SK) Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

SK tersebut membagi kuota tambahan 20.000 menjadi 10.000 untuk haji reguler dan 10.000 untuk haji khusus.

Menurut KPK, pembagian 50:50 ini secara terang-terangan melanggar UU No. 8 Tahun 2019, yang mengamanatkan komposisi kuota 92% untuk reguler dan 8% untuk khusus.

Akibatnya, kebijakan ini menyebabkan kerugian bagi sekitar 8.400 jemaah haji reguler yang seharusnya bisa berangkat pada tahun 2024.

5. Mengaku Sebagai Korban Penipuan

Di sisi lain, Khalid Basalamah mengklaim bahwa dirinya dan para jemaahnya adalah korban.

Usai diperiksa KPK, ia menyatakan posisinya sebagai korban dari PT Muhibbah yang dimiliki oleh Ibnu Mas’ud.

Menurutnya, ia ditawari visa yang disebut resmi dan legal, sehingga ia percaya dan mengalihkan jemaahnya untuk berangkat di bawah bendera PT Muhibbah.

Saat itu, Uhud Tour milik KB belum mendapatkan alokasi kuota tambahan, sehingga ia dan 122 jemaahnya terdaftar sebagai jemaah PT Muhibbah.

Ustaz Khalid Basalamah. (ANTARA/HO-uhud tour)
Fakta KPK Sita Uang Khalid Basalamah (ANTARA/HO-uhud tour)

Kasus yang menyeret nama Khalid Basalamah ini membuka kotak pandora carut-marut pengelolaan kuota haji di Indonesia. Di satu sisi, ada dugaan pelanggaran hukum yang sistematis melalui penerbitan SK yang bertentangan dengan undang-undang.

Di sisi lain, muncul klaim sebagai korban dari pihak yang kini terseret dalam pusaran kasus. Penyitaan uang oleh KPK menjadi langkah awal untuk menelusuri aliran dana dan membongkar siapa saja aktor intelektual di balik skandal yang merugikan negara triliunan rupiah ini.

Kini, publik menantikan langkah KPK selanjutnya untuk menetapkan tersangka dan membawa keadilan bagi ribuan jemaah yang haknya terenggut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Strike Back KPK di Pengadilan, 117 Saksi dan 333 Dokumen Jadi Bukti Sah Tersangka Rudy Tanoe

Strike Back KPK di Pengadilan, 117 Saksi dan 333 Dokumen Jadi Bukti Sah Tersangka Rudy Tanoe

News | Selasa, 16 September 2025 | 15:50 WIB

Serangan Balik KPK! Bongkar Aliran Dana Rp 108 Miliar ke Perusahaan Rudy Tanoe

Serangan Balik KPK! Bongkar Aliran Dana Rp 108 Miliar ke Perusahaan Rudy Tanoe

News | Selasa, 16 September 2025 | 14:41 WIB

Skandal Kuota Haji: KPK Ungkap Jual Beli Kuota Khusus Antar Biro Travel, Negara Boncos Rp1 Triliun

Skandal Kuota Haji: KPK Ungkap Jual Beli Kuota Khusus Antar Biro Travel, Negara Boncos Rp1 Triliun

News | Selasa, 16 September 2025 | 14:37 WIB

Fakta-fakta Ustaz Khalid Basalamah Kembalikan Uang Miliaran ke KPK, Terjebak 'Jasa Haram' Maktab VIP

Fakta-fakta Ustaz Khalid Basalamah Kembalikan Uang Miliaran ke KPK, Terjebak 'Jasa Haram' Maktab VIP

News | Selasa, 16 September 2025 | 13:49 WIB

Soal Kemungkinan Periksa Ketua Umum PBNU Gus Yahya dalam Kasus Haji, Begini Jawaban KPK!

Soal Kemungkinan Periksa Ketua Umum PBNU Gus Yahya dalam Kasus Haji, Begini Jawaban KPK!

News | Selasa, 16 September 2025 | 09:17 WIB

KPK Dalami Dugaan Jual Beli Kuota Haji Melalui Pemeriksaan Ustaz Khalid Basalamah

KPK Dalami Dugaan Jual Beli Kuota Haji Melalui Pemeriksaan Ustaz Khalid Basalamah

News | Selasa, 16 September 2025 | 08:31 WIB

Terkini

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

Manga Komedi-Romantis Hiragi-san's House of Vampires Dapat Adaptasi Anime

Manga Komedi-Romantis Hiragi-san's House of Vampires Dapat Adaptasi Anime

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:40 WIB

BEI Siap Periksa Acak Free Float Emiten, Direksi Terancam Sanksi Tegas!

BEI Siap Periksa Acak Free Float Emiten, Direksi Terancam Sanksi Tegas!

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:15 WIB

Love's Ambition: Akting Sedih Zhao Lu Si yang Patahkan Genre Romansa CEO

Love's Ambition: Akting Sedih Zhao Lu Si yang Patahkan Genre Romansa CEO

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:14 WIB

Pakar Geopolitik: Konser Andrea Bocelli di Borobudur Harus Jadi Pesan Perdamaian Dunia

Pakar Geopolitik: Konser Andrea Bocelli di Borobudur Harus Jadi Pesan Perdamaian Dunia

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:04 WIB

×