Clara Shinta mengaku lelah dengan sikap sang suami yang selalu silent treatment saat menghadapi masalah.
Salah satunya masalah menghapus foto mantan. Clara Shinta mengaku lalai sehingga melupakan kesepakatan mereka.
Kendati begitu, menghapus foto mantan tidak termasuk dalam perjanjian pranikah.
"Kalo hapus foto mantan itu kesepakatan aja," tutur Clara Shinta.
Yang dicatat dalam perjanjian pranikah Clara Shinta dan Alexander Assad justru terkait komunikasi dengan lawan jenis.
"Kalo yang tertulis di surat perjanjian pranikah itu ada untuk berkomunikasi dengan lawan jenis, harus dibatasi," beber Clara Shinta.
Bukan tak boleh sama sekali, komunikasi Clara Shinta dan sang suami dengan lawan jenis harus dilakukan secara transparan.
"Ada beberapa pasal tentang komunikasi. Pertama, kalau komunikasi dengan lawan jenis, nggak boleh dihapus. Jadi biar transparan, ketahuan apa aja percakapannya," jelasnya.
Begitu pun komunikasi Clara Shinta dan Alexander Assad dengan mantan pasangan masing-masing.
Sebagaimana diketahui, saat menikah, status mereka adalah janda dan duda.
"Kedua (komunikasi) dengan mantan masing-masing. Boleh berkomunikasi secara sehat, tapi jangan dihapus. Tetep yang transparan aja," kata Clara Shinta.
3. Perselingkuhan
Perjanjian pranikah terakhir yang diungkap Clara Shinta mengenai perselingkuhan.
Pasal ini masih berkaitan dengan komunikasi dengan lawan jenis sebelumnya.
"Ada dua di sini. Misalnya kayak masalah menghapus chat, kalau ketahuan sekali ada sanksinya. Kalo sampai yang ketiga kali dihitung selingkuh," ucap Clara Shinta.
"Kalo kita misalnya ketahuan selingkuh sampai berhubungan badan sama orang lain, itu juga ada pasalnya. Dan itu legal," tegasnya.
Konsekuensi dari perselingkuhan pun tidak main-main, yaitu tidak boleh bertemu anak.
"Kalau salah satu dari kita ketahuan selingkuh, kalau kita memiliki anak, anaknya harus ikut ke salah satu dari kita yang menjadi korban dan tidak boleh bertemu dengan pelaku sampai masa dia menikahkan. Tapi nafkah tetap berjalan," bebernya.
Ketimbang harta, dijauhkan dengan anak menurut Clara Shinta merupakan hukuman yang paling berat, baik bagi dirinya maupun sang suami.
"Kita menilai aku dan dia sayang anak. Kita kalau harta bisa nyari. Tapi kalau kehilangan anak, itu berat. Jadi pertimbangan untuk tidak melakukan perselingkuhan," pungkasnya.
Kontributor : Neressa Prahastiwi