-
Axl Rose viral setelah terekam melempar mikrofon dan menendang drum saat konser Guns N’ Roses di Buenos Aires.
-
Sumber internal mengungkap kemarahan Axl dipicu malfungsi earpiece yang membuatnya hanya mendengar instrumen perkusi.
-
Masalah teknis segera diperbaiki, dan konser kembali berjalan lancar tanpa konflik dengan personel band lain.
Suara.com - Nama Axl Rose, sang frontman legendaris Guns N' Roses, kembali menjadi buah bibir.
Sebuah video yang merekam amarahnya di atas panggung saat konser di Stadion Tomás Adolfo Ducó, Buenos Aires, Argentina, viral di media sosial dan memicu berbagai spekulasi.
Dalam klip singkat tersebut, Axl terlihat melempar mikrofon dan menendang perangkat drum, meninggalkan puluhan ribu penonton dalam kebingungan.
Namun, di balik citra amukan rockstar klasik itu, terungkap sebuah alasan teknis yang fatal.
Momen panas itu terjadi saat GNR membawakan salah satu lagu paling ikonik mereka, Welcome To The Jungle.
Di tengah energi membara dari para personel lain termasuk Slash dengan gitarnya yang meraung dan Duff McKagan di bass Axl Rose yang tampil garang dengan jaket kulit hitamnya justru tampak kehilangan kesabaran.
Raut wajahnya yang tegang memuncak ketika ia secara impulsif meluapkan emosinya pada properti panggung.
Apa yang sebenarnya terjadi? Apakah ini pertanda konflik internal band? Ternyata tidak.
Menurut laporan eksklusif dari Daily Mail, Axl Rose menjadi korban masalah teknis yang sangat mengganggu.
Sumber internal mengungkapkan bahwa earpiece atau monitor telinga yang digunakannya mengalami malfungsi parah.
"Ada masalah teknis dengan monitor telinga Axl," ungkap sumber tersebut.
"Dia hanya bisa mendengar instrumen perkusi, dan tidak ada yang lain."
Bagi seorang vokalis, kondisi ini adalah mimpi buruk. Tanpa bisa mendengar alunan gitar, bass, dan vokalnya sendiri, Axl praktis tuli di tengah kebisingan panggung.

Mustahil baginya untuk menjaga tempo, menemukan nada yang tepat, atau berharmoni dengan musik yang dimainkan bandnya. Frustrasi inilah yang akhirnya meledak menjadi amukan yang terekam kamera dan menjadi viral.
Untungnya, kru teknisi Guns N' Roses dikenal sebagai salah satu yang terbaik di industri ini. Mereka bergerak cepat untuk mengatasi masalah tersebut.
"Tim teknisi berhasil mengatasi masalahnya pada lagu ketiga, dan sisa pertunjukan berjalan lancar," jelas sumber itu, menegaskan profesionalisme band dalam menghadapi krisis di tengah pertunjukan.
Satu hal yang perlu digarisbawahi, kemarahan Axl sama sekali tidak ditujukan kepada sang drummer, Isaac Carpenter, meskipun perangkat drumnya menjadi sasaran.
"Itu tidak ada hubungannya dengan drummer, yang merupakan pemain ulung dan hebat," tegas sumber tersebut.
Tendangan itu murni merupakan luapan frustrasi Axl terhadap situasi teknis yang di luar kendalinya.
Insiden di Argentina ini sekali lagi menunjukkan betapa tipisnya batas antara penampilan sempurna dan kekacauan di panggung musik skala besar.
Di balik amukan yang terlihat, ada seorang profesional yang berjuang melawan kendala teknis demi memberikan pertunjukan terbaik bagi para penggemarnya.