Suara.com - Film The Running Man siap tayang di bioskop Indonesia pada 12 November, menghadirkan aksi penuh ketegangan dan kritik sosial tajam.
Disutradarai oleh Edgar Wright, film ini menjadi adaptasi terbaru dari novel distopia karya Stephen King yang ditulis dengan nama pena Richard Bachman.
Kisahnya menggambarkan masa depan Amerika yang gelap, di mana kekerasan dan kematian dijadikan tontonan hiburan demi rating tinggi.
Glen Powell memerankan Ben Richards, seorang pria biasa yang terjebak dalam sistem brutal dan harus berjuang demi hidup serta martabatnya.
Sinopsis The Running Man

Ben Richards, seorang buruh miskin, hidupnya hancur setelah putrinya jatuh sakit dan biaya pengobatan tak mampu dia tanggung.
Dalam keputusasaan, Ben menerima tawaran menjadi peserta dalam acara televisi paling brutal di negeri itu, The Running Man.
Sebagai Pelari, Ben harus bertahan hidup selama 30 hari dari kejaran para Pemburu, pembunuh profesional yang haus darah dan ketenaran.
Seluruh aksinya disiarkan langsung kepada jutaan penonton yang menikmati penderitaan manusia demi hiburan dan sensasi.
Deretan Pemain Bertabur Bintang

Film garapan Edgar Wright ini dibintangi Glen Powell sebagai Ben Richards, memperlihatkan sisi lain aktor tersebut setelah sukses di Hit Man.
Baca Juga: The Informer: Ketika Loyalitas Diuji di Tengah Jerat Kriminal dan Korupsi, Malam Ini di Trans TV
Josh Brolin berperan sebagai Dan Killian, produser manipulatif yang mengatur jalannya permainan maut demi rating televisi tinggi.
Emilia Jones, Lee Pace, Michael Cera, Colman Domingo, William H. Macy, Daniel Ezra, dan Jayme Lawson turut memperkuat jajaran pemain utama.
Kombinasi para aktor papan atas ini menjanjikan kedalaman emosi sekaligus intensitas aksi di setiap adegannya.
Adaptasi yang Lebih Gelap dan Setia pada Novel Stephen King

Berbeda dengan versi 1987 yang dibintangi Arnold Schwarzenegger, film The Running Man versi 2025 akan lebih setia pada novel aslinya.
Edgar Wright memilih pendekatan yang lebih serius, menonjolkan sisi psikologis dan kritik sosial terhadap media serta manipulasi publik.
Stephen King sendiri memberikan restu penuh atas pemilihan Glen Powell sebagai pemeran utama, menyebutnya ideal untuk menggambarkan penderitaan Ben Richards.