Bimbim Slank Doakan Korban Bencana Banjir Bandang Sumatera: Kalau Kita Lalai, Alam Membalas

Minggu, 30 November 2025 | 18:28 WIB
Bimbim Slank Doakan Korban Bencana Banjir Bandang Sumatera: Kalau Kita Lalai, Alam Membalas
Bimbin Slank dalam perhelatan teater edutainment berjudul Teater Musikal Silver Sober–Samber Gledek di Jakarta, Sabtu (29/11/2025). [Suara.com/Dini Afrianti]
Baca 10 detik
  • Musisi Bimbim Slank mendoakan korban bencana alam di tiga provinsi Sumatera sejak 24 November 2025.
  • Bimbim meyakini bencana alam tersebut adalah cerminan dari kurangnya perhatian manusia terhadap alam sekitar.
  • BNPB melaporkan total 303 korban meninggal akibat banjir dan longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar hingga 29 November 2025.

Suara.com - Musisi Bimo Setiawan Almachzumi atau yang akrab disapa Bimbim Slank ikut mendoakan korban longsor dan banjir Sumatera yang terjadi sejak 24 November 2025 lalu.

Menurut Bimbim, peristiwa ini bisa jadi pelajaran penting tentang menjaga alam. Bahkan lelaki berusia 58 tahun itu blak-blakan mengatakan musibah bencana di 3 provinsi yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatra Barat itu cerminan dari kurangnya memperhatikan alam.

"Semoga cepat pulih. Ini jadi pelajaran buat kita mencintai alam ternyata ada efeknya. Kalau kita kurang memperhatikan beginilah efeknya kita," ungkap Bimbim ditemui Suara.com dalam perhelatan teater edutainment berjudul Teater Musikal Silver Sober–Samber Gledek di Jakarta, Sabtu (29/11/2025).

Menariknya, alih-alih menyalahkan cuaca, Bimbim ternyata orang yang percaya bencana alam bisa terjadi karena ulah manusia. Menurut dia, tidak ada asap kalau tanpa api, begitu juga bencana alam.

Apalagi menurut Bimbim, alam bukanlah benda mati melainkan makhluk hidup yang berhak tinggal di bumi. Sehingga ia percaya dengan rumus kehidupan 'menjaga alam berarti melindungi manusia'.

"Makanya ada asap ada api, ada bencana. Selama kita mencintai alam, alam pasti jaga kita. Kalau kita lalai atau jahat sama alam mereka kan hidup, pasti mereka akan membalas kita," kata Bimbim.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan update terkait korban meninggal dunia akibat bencana alam banjir hingga tanah longsor yang menerjang 3 provinsi di Pulau Sumatera. Korban meninggal dunia di Sumut capai 166 orang, Aceh 47 orang, dan Sumbar 90 orang.

Data ini disampaikan saat konferensi pers Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Sabtu (29/11/2025) sore kemarin. Selain korban meninggal dunia, ada pula korban yang sampai saat ini masih hilang.

Bukan cuma manusia yang menjadi korban, netizen juga dibuat pilu setelah melihat gajah mati terhimpit kayu di tengah banjir bandang di Aceh.

Baca Juga: Berapa Korban Banjir Sumatera Per 30 November 2025? Ini Data BNPB

Kondisi tubuh gajah ini terlihat mengenaskan, dari mulai bokongnya yang mengeluarkan darah hingga kondisinya terperosok di antara celah tumpukan kayu.

×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI