Suara.com - Dokter kecantikan Richard Lee menjadi salah satu figur publik yang menunjukkan kepedulian terhadap bencana banjir di Aceh, Medan, Padang, dan sekitarnya.
Melalui media sosial Threads, Richard mengumumkan produk skincare yang dijualnya dengan harga murah.
Pelanggan bukan hanya mendapatkan produk murah, tetapi juga turut membantu korban bencana banjir di Sumatra.
"Besok ada produk serba 28 ribu. Belanja besok = cantik + bantu temen-temen kita," tulis dr Richard.
Dalam unggahannya, Richard tak lupa menyertakan dokumentasi banjir di Sumatra yang memprihatinkan.
Richard menambahkan: "Besok saya akan live mulai jam 8 pagi. Sebagian hasil penjualan akan saya donasikan untuk korban banjir."
Sayangnya niat baik Richard Lee menuai kritik pedas dari warganet yang menganggapnya tone deaf alias tidak peka.
"Simpati palsu! Dok dok, lu juga bisa keluarin 100 juta tanpa harus embel-embel jualan," komentar akun @refnilond***.
"Dok, tolong jangan tone deaf. Masa penderitaan orang lain dijadikan aji mumpung untuk habisin stok jualanmu," sahut akun @dastinan***.
"No no ya dok, jangan dicampur aduk bisnis sama bencana alam. Kalau mau nyumbang, baiknya ya just nyumbang," kata akun @imeli***.
"Kampungku lagi kena musibah bencana alam kok bisanya dipakai untuk promo jualan. Ternyata bergelar dokter pun tidak menjamin punya hati dan empati," sindir akun @satyawin***.
Menanggapi berbagai kritik tersebut, Richard Lee menuliskan klarifikasi melalui unggahannya di Instagram pada Selasa, 2 Desember 2025.
"Saya tidak melakukan penggalangan dana. Seperti biasanya, saya menyumbang dari dana pribadi," tegas dr Richard.
Hasil penjualan rupanya hanya sebagai tambahan sumbangan pribadi dari suami dr Reni Effendi ini.
"Dan kali ini saya tambahkan sebagian dari penjualan sebagai bentuk solidaritas tambahan," sambungnya.
Lebih lanjut, Richard Lee membantah apabila dutuding memanfaatkan musibah.
Richard Lee pun tetap ingin membantu dengan caranya yang disalahpahami warganet tersebut.
"Yang terpenting bagi saya, bantuan tetap sampai ke yang membutuhkan," terangnya.
Sebagai bukti, Richard Lee sekaligus menyertakan dokumentasi bantuan tahap satu darinya yang dikirim pada 30 November 2025 ke Sibolga.
Lagi-lagi dr Richard Lee membuka kesempatan untuk para pelanggan memberikan sumbangan dengan membeli produk jualannya dalam live 5 Desember 2025 mendatang.
"Bentuk kepedulian itu tidak selalu sama. Ada yang membantu langsung, ada yang membantu lewat tenaga, ada yang membantu lewat usaha yang mereka jalani," tambah Richard Lee sebagai caption.
"Yang penting adalah niat dan manfaatnya sampai," pungkasnya. Bagaimana pendapatmu?
Kontributor : Neressa Prahastiwi