Suara.com - Pratama Arhan sudah mulai mempersiapkan pembangunan rumah barunya di kampung halamannya, Blora, Jawa Tengah meski kini sedang berkarier di Thailand.
Tepatnya, dia tinggal di Desa Sidomulyo, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
Dulu tinggal di rumah sederhana, kini dia perlahan akan membangun istana masa depannya.
Keputusan membangun rumah baru ini dilakukan setelah bercerai dari Azizah Salsha.
Arhan memang belum pernah mengungkapkan rencananya membangun rumah, namun ini dibeberkan langsung oleh arsitek yang dipercayai olehnya.

Arhan mempercayakan rumah barunya pada Angkasa Architects milik Jeffri Angkasa. Keduanya bahkan sudah rapat online untuk membahas rumah barunya itu.
Jeffri Angkasa juga sudah mulai membocorkan desain interior rumah baru Arhan yang mewah dan nyaman.
Salah satunya satu ruangan yang pasti bakal menjadi tempat ternyaman nantinya.
Dalam ruangan itu ada kolam renang indoor yang di sebelahnya terdapat tempat gym. Sebagai hiasan, ada rak koleksi piala dan jersey Timnas.
Ruangan itu bernuansa coklat dengan materian kayu sehingga terkesan sangat nyaman ditempati sekaligus dipandang.

Meski baru satu ruangan saja, namun kesan mewah calon rumah baru Pratama Arhan sudah terasa.
"Rumah masa depan @pratamaarhan8. Fans Arhan mana suaranya?" tulis Jeffri Angkasa pada postingannya, 24 November 2025.
Beberapa netizen langsung sibuk menyinggung tentang mantan istri Pratama Arhan.
Apalagi perceraian keduanya disebut-sebut karena ulah Zize, sapaan akrabnya, yang kurang menghargai Arhan hingga diduga pernah selingkuh.
"Apa gak nyesel itu sebelah, beruntung banget yang jadi istri selanjutnya nanti masya Allah," komentar netizen.
"Andai Zize nggak berulah please, pasti kalian bakal jadi keluarga cemara, padahal udah disiapin rumah juga. Aaa nyesek," komentar lainnya.
"Mudah-mudahan gak rujuk ke Nurul yah setelah sukses punya rumah begini. Mending cari cewek biasa yang bapaknya bukan anggota parlemen," kata netizen lain.
Di awal kariernya, Arhan pernah menceritakan bahwa saking terbatasnya kondisi ekonomi, orang tuanya hanya mampu membelikannya sepatu bola seharga Rp25.000, yang langsung rusak setelah sekali pakai.
Ibunya bahkan sempat berutang untuk membelikannya sepatu dan memberikan uang jajan saat ia berlatih di Semarang.
Kontributor : Tinwarotul Fatonah