Suara.com - Pertanyaan Ivan Gunawan soal orientasi seksual sempat membuat suasana bincang-bincang bersama dokter Boyke menjadi lebih menarik.
Ivan secara blak-blakan menanyakan apakah banyak orang yang menyangka sang dokter memiliki orientasi seksual berbeda karena gesturnya yang lembut dan gemulai.
“Dokter jujur, banyak gak yang nyangka dokter hom*? Karena dokter kan lemah lembut gitu kan,” kata Ivan di podcast Butik Haji Igun yang diunggah pada Selasa (9/12/2025)
Topik itu pun langsung ditanggapi serius namun santai oleh Boyke. Ia tak menampik bahwa selama ini banyak yang bertanya perihal orientasinya.
“Pada nge-chat, kalau nge-DM juga kan kadang-kadang kan mereka (tanya),” ujarnya.
Lebih lanjut, seksolog itu mengungkap bahwa anggapan laki-laki yang terlihat gemulai pasti memiliki orientasi seksual yang berbeda justru keliru.
“Tapi kan kita selalu bilang, yang lemah lembut itu kan 10-15 persen,” kata pemilik nama Boyke Dian Nugraha itu.
Ia menegaskan bahwa dari pengamatannya, hanya sekitar 10–15 persen laki-laki dengan gestur lembut yang tidak normal secara seksual.
Sementara sisanya, mayoritas justru memiliki orientasi yang sepenuhnya heteroseksual.
Yang mengejutkan, Boyke menyebut bahwa kelompok yang jauh lebih sering menunjukkan kecenderungan sesama jenis justru bukan laki-laki gemulai, melainkan pria berotot yang terlihat macho.

Ia mengatakan bahwa sekitar 85 persen kasus yang ia temui datang dari kalangan tersebut, terutama mereka yang aktif berolahraga di gym.
“85 persen justru yang ke gym yang ketemuannya kayak begitu,” katanya.
Fenomena ini, kata Boyke, berkaitan dengan sifat narsistik yang kerap muncul pada pria dengan tubuh sangat terawat.
Karena terbiasa mengagumi bentuk tubuhnya sendiri, mereka cenderung tertarik pada sosok dengan fisik serupa.
“Jadi mereka narsis, mereka juga mencintai badannya yang bagus itu. Karena badannya udah bagus, dia akan mencari juga badannya yang bagus,” terangnya.
Dr. Boyke menambahkan bahwa justru perempuan yang tertarik pada tipe tubuh tersebut justru jumlahnya tidak banyak.
"Karena kalau narsis kan dikagumi sama orang-orang, badannya six pack, otot-otot bisepnya keluar. Nah yang naksir itu kan sedikit perempuan," ujar dokter Boyke.
Kontributor : Rizka Utami