- Malam 3 Yasinan adalah debut Wulan Guritno sebagai produser film horor, dan ia juga turut berakting bersama putrinya, Shaloom Razade.
- Wulan Guritno menggunakan formula 'slow burn' yang terinspirasi oleh Alfred Hitchcock, berfokus pada pembangunan narasi, dialog, dan intrik, bukan hanya jumpscare.
- Film ini bertujuan agar ketakutan penonton muncul dari kompleksitas cerita dan rahasia, bukan hanya dari penampakan hantu semata.
"Aku tuh memang suka nonton-nonton film Albert Hitchcock, you know, those kind of horror gitu yang bercerita slow burn," ungkap aktris 44 tahun.
Meski demikian, Wulan Guritno tetap menghargai elemen yang menjadi daya tarik utama film horor.
"Tetap ada jumpscare pasti, namanya horor gitu," katanya.
Namun, Wulan Guritno menegaskan, fokus utama film Malam 3 Yasinan adalah membangun kengerian melalui narasi dan alur cerita yang kompleks.
"Tetapi kita maunya horor yang bercerita, full of dialogue, jumpscare juga ada," jelas Wulan Guritno.
Kembali pada fitrah sub genre, slow burn tersebut, ia ingin ketakutan penonton tidak hanya bersumber dari penampakan hantu semata.
"Jadi menakutkannya itu bukan hanya dari setannya ya. Tapi yang utama juga menakutkan dari ceritanya, dari intrik-intrik, penasaran, rahasia-rahasia yang ada, gitu," imbuh Wulan Guritno.
Hal ini bertujuan agar penonton benar-benar terlibat dan mengikuti alur kisah yang disajikan.
"Jadi orang mengikuti ceritanya gitu," harapnya.
Mengenai proses promo, Wulan Guritno juga sudah memiliki strategi. Jika ada film yang jauh-jauh hari sudah promosi, seperti filmnya, Ratu Malaka, maka hal itu tak berlaku buat Malam 3 Yasinan.
"Kayak sekarang nih film aku Ratu Malaka, shooting aja belum misalnya. Tapi kemarin sudah launching, ada teasernya," ujar Wulan Guritno.
Terkait dengan film Malam 3 Yasinan, Wulan Guritno memilih promo yang 'dar-der-dor' jelang perilisan, 8 Januari 2026.
"Nah kalau kita memang memilih cara, 2 bulan sebelum penayangan kita geber," katanya.