- Film drama Penerbangan Terakhir yang disutradarai Benni Setiawan mengangkat isu viral skandal dan perselingkuhan di dunia aviasi.
- Jerome Kurnia berperan sebagai Kapten Deva Angkasa yang manipulatif, terlibat perselingkuhan dengan Nadya Arina (pramugari) dan bersitegang dengan Aghniny Haque (istri obsesif).
- Para pemain menghadapi tantangan chemistry unik dan pendalaman karakter intens, di mana Aghniny Haque mengaku tertekan memerankan istri yang sangat clingy.
Dia juga menyoroti mentalitas seorang kapten yang dia pelajari.
"Kalau di dalam pesawat ya Captain yang paling tinggi. Lo mau ngapain itu terserah Captain. Kasarnya ya," imbuhnya menirukan mindset otoritas seorang pilot.
Tantangan Chemistry Jerome dan Nadya Arina
Di sini, Jerome Kurnia beradu akting dengan kekasihnya di dunia nyata, aktris Nadya Arina yang berperan sebagai Tiara, seorang pramugari yang terjebak dalam pesona Deva.
Keduanya dituntut untuk membangun chemistry yang unik, bukan sebagai pasangan yang sudah lama bersama, melainkan pasangan yang baru merasakan percikan asmara di awal pertemuan.
"Kadang orang suka berpikir kalau kita sebagai pasangan itu lebih mudah membangun chemistry. Padahal enggak. Challenge-nya justru gimana caranya supaya kita enggak kelihatan seperti old married couple," jelas Jerome.
Nadya Arina pun mengamini hal tersebut. Menurutnya, kesulitan utama adalah menampilkan getaran-getaran awal perjumpaan yang meyakinkan penonton.
"Itu yang agak tricky. Beda kalau kalian sebagai pasangan old married couple, itu easier (lebih mudah). Tapi sparks-sparks pertama kali ketemu, apalagi di teaser-nya kan udah kelihatan tuh, eye contact-nya tuh kita mesti bisa merasakan," kata pemeran Tiara tersebut.
Aghniny Haque Tertekan Perankan Istri Obsesif
Konflik semakin panas dengan kehadiran Aghniny Haque yang memerankan Nadia, istri sah dari Kapten Deva. Aghniny mengaku karakter ini sangat bertolak belakang dengan kepribadian aslinya yang mandiri.
Nadia digambarkan sebagai sosok yang clingy dan memiliki ketergantungan emosional tinggi.
Aktris yang dikenal dengan peran-peran action-nya ini bahkan sempat merasa ragu mengambil peran tersebut karena takut karakternya akan sangat dibenci penonton.
"Awal aku sempat ragu sih maininnya karena nih karakter tuh mungkin bisa polarize ya, bisa sangat dibenci. Dan proses pendalaman emosinya sendiri sih cukup depressing ya untuk pendalaman karakter satu bulan," ungkap Aghniny jujur.
Realisme Dunia Penerbangan
Untuk menjaga keaslian cerita, skenario film ini digarap cukup lama, yakni sekitar satu tahun.