- Almarhumah Rosidah dimakamkan di Komplek Makam Pangeran Jayakarta, Jakarta Timur, pada Senin sore setelah disalatkan di Masjid Jami Assalafiyah.
- Mansyur S tak kuasa menahan tangis saat mengenang sang istri yang wafat tepat di pelukannya setelah 56 tahun hidup bersama.
- Mansyur S melepas kepergian istrinya dengan pujian sebagai sosok ahli ibadah yang setia, tulus, dan sederhana hingga akhir hayat.
Suara.com - Suasana haru menyelimuti prosesi pemakaman Rosidah, istri dari pedangdut senior Mansyur S, yang berlangsung pada hari ini, Senin, 5 Januari 2026.
Setelah disemayamkan di rumah duka, jenazah almarhumah dibawa ke peristirahatan terakhirnya di Komplek Makam Pangeran Jayakarta, Jatinegara, Jakarta Timur, sekitar pukul 16.00 WIB.
Sebelum dimakamkan, jenazah terlebih dahulu disalatkan di Masjid Jami Assalafiyah yang terletak tidak jauh dari rumah duka selepas waktu salat Ashar.
Gema kalimat tahlil Laa Ilaaha Illallah terus berkumandang mengiringi langkah keluarga dan puluhan pelayat yang mengantar kepergian sosok perempuan yang setia mendampingi sang maestro dangdut tersebut.
Setibanya di area pemakaman yang terletak di samping masjid, putra bungsu Mansyur S, Irvan Mansyur, turun langsung ke liang lahad untuk menyambut jenazah sang ibunda.
Dengan suara bergetar menahan tangis, Irvan pula yang mengumandangkan azan terakhir di telinga almarhumah sebelum liang lahat ditutup tanah merah.
Sementara itu, Mansyur S yang berdiri di samping makam sang istri tampak berusaha tegar menyaksikan prosesi tersebut. Meski mata sembab, mulutnya tak henti-hentinya memanjatkan doa.
Namun, ketegaran pelantun lagu "Rembulan Bersinar Lagi" tersebut akhirnya runtuh saat dia memberikan sambutan singkat usai pemakaman.
Baca Juga: Kronologi Wafatnya Istri Mansyur S: Ciuman Kening Terakhir di Pagi Hari
Dalam sambutannya, Mansyur S tak kuasa menahan air mata saat mengenang kesetiaan sang istri yang telah bersamanya lebih dari setengah abad.
"Terima kasih yang sebesar-besarnya. Bapak dan Ibu sekalian telah dengan tulus ikhlas mengantarkan jenazah almarhumah istri saya tercinta, tersayang, yang sudah 56 tahun mendampingi saya," ucap Mansyur S dengan suara parau.
Tangis Mansyur S semakin pecah ketika menceritakan kronologi detik-detik kepergian belahan jiwanya. Dia mengungkapkan bahwa sang istri meninggal dunia dalam pelukannya usai sarapan pagi.
"Betapa hari ini saya merasa kehilangan yang sangat luar biasa. Tadi pagi saya masih berolahraga di rumah, dia masih makan. Pada akhir makan itulah, ponakan saya memberitahu bahwa terhenti makannya," kenang Mansyur S di hadapan para pelayat.
"Dia meninggal pas di tangan saya sini tadi pagi. Begitu berhenti makan, saya kasih minum, langsung saya pegang kepalanya, langsung dia jatuh kepala di sini. Dan itulah akhir hayat daripada seorang istri yang saya cintai," lanjutnya sembari menunjuk bahunya, menggambarkan posisi terakhir sang istri.