- Doktif menolak upaya damai Richard Lee dan menuntut pengembalian dana pasien perawatan tertentu.
- Doktif mengungkapkan perawatan yang dijual Richard Lee seharga Rp15 juta modalnya di bawah Rp2 juta.
- Doktif mendesak Richard Lee memilih antara profesi dokter yang mengutamakan pengabdian atau menjadi pengusaha.
Suara.com - Doktif tampaknya tak puas hanya sekadar membuat Richard Lee menjadi tersangka. Ia juga membongkar dugaan modal treatment yang disediakan dokter kecantikan tersebut.
Hal ini terungkap saat Doktif mengatakan ada upaya perdamaian dari pihak Richard Lee.
"Dulu diawal Doktif ingat melalui Dokter Oky, Doktif ingat banget melalui Dokter Oky dia ingin berkomunikasi dengan Doktif untuk damai," ungkap Dokter Detektif saat konferensi pers di Senayan, Jakarta Pusat pada Rabu, 7 Januari 2026.
"Tapi dari awal Doktif bilang selalu konsisten, kembalikan uang tomat busuk dan DNA Salmon dan Stem Cell itu. Kembalikan uang pasien-pasien yang sudah melakukan treatment stem cell di klinik kamu," tegasnya menambahkan.
Permintaan Doktif tersebut karena ia tahu modal yang dikeluarkan Dokter Richard Lee untuk salah satu perawatan, harganya tak sampai Rp 2 juta.

"Itu bukan stem cell, ya itu adalah secretome yang biasanya di klinik dijual dengan harga Rp1,5 juta, dia jual dengan menggunakan nama mini stem cell Rp15 juta," beber Doktif.
Terkait soal kebenaran ucapan, Doktif bahkan tak sungkan membeberkan nantinya di persidangan.
"Nanti ada saksi-saksi apa profesor yang dari stem cell pun akan datang di persidangan jika dibutuhkan. Itu mudah sekali membantai seorang DRL, gampang banget kok dia masih melawan," tegas Doktif.
Tindakan mengambil keuntungan berkali-kali lipat ini dianggap Doktif telah mencederai marwah profesi kedokteran yang seharusnya mengutamakan pengabdian.
Baca Juga: Mesra-mesraan dengan Jule di Mobil, Yuka: Ikan kan Kalau Dikasih Umpan, Ambil Aja
Ia pun mendesak agar Richard Lee segera menunjukkan kejujurannya sebagai praktisi medis.
"Berapa kerugian pasien klinik kamu? Kembalikan semua! Kalau jadi dokter itu yang jujur. Cari duit dokter itu boleh kok berdagang, tapi dagang itu bukan uang, uang, uang, nomor satu uang, enggak. Ngabdi dulu baru kamu pikirin duit," tuturnya.
Doktif kemudian membandingkan prinsip kerjanya sendiri dengan gaya bisnis Richard Lee yang lahir pada 11 Oktober 1985 itu.
Sejak awal karier, Doktif mengaku tidak pernah memungut biaya sepeser pun kepada pasien hanya untuk sekadar berkonsultasi.
"Dari Doktif lulus tidak pernah satu kali pun Doktif yang namanya nge-charge pasien untuk konsul. Enggak pernah. Selalu Doktif berikan resep secara gratis," kata Dokter Detektif.
Ketidaksenangan Doktif semakin memuncak saat melihat Richard Lee kerap memamerkan kekayaan dengan label profesinya.