Inara baru mengetahui status tersebut pada akhir Agustus 2025 setelah pernikahan siri terjadi.
Dia merasa berada di posisi yang sulit, namun tetap menuntut keadilan sebagai seorang istri dalam pandangan agama.
"Dan walaupun aku belum tercatat secara negara aku kan juga seorang istri aku juga punya hak yang sama," tegasnya.
Terkait bukti video CCTV yang sempat disinggung oleh pihak Mawa, Inara memberikan pembelaan bahwa konten video tersebut tidak sesuai dengan tuduhan miring yang beredar di publik.
"Aku ngerasa itu enggak seperti yang dituduhkan" jelasnya.
Ia menambahkan bahwa kondisi video tersebut sangat tidak layak dijadikan bukti kuat.

"Ya karena jujur videonya udah dipotong-potong terus udah enggak jelas juga burem jadi kayak aku bingung aku mau bilang apa," tambahnya lagi.
Alih-alih terus berbalas argumen di media sosial, Inara Rusli menyatakan bahwa dirinya sangat menginginkan adanya pertemuan tertutup antara dirinya, Insan, dan Mawa untuk mencari jalan keluar yang bijak.
Dia menegaskan kehadirannya di ruang publik bukan untuk mencari pembenaran.
Baca Juga: Rujuk dengan Insanul Fahmi, Inara Rusli Ngarep Ampunan dari Istri Sah
"Aku cuma mau nyampein aku di sini aku nyari solusi satu aku enggak nyari pembelaan aku enggak membenarkan diri," katanya.
Inara juga sempat merefleksikan kembali pernyataannya di masa lalu mengenai poligami yang sempat dikritiknya.
Kini, dia lebih memahami bahwa hal tersebut adalah bagian dari syariat yang tidak boleh dihina.
"Aku menghina istri-istri para nabi ummul mukminin aku menghina istri-istri para sahabat-sahabat Nabi apakah zaman itu mereka saling menyalahkan satu sama lainnya? Enggak mereka paham bahwa itu adalah syariat" pungkasnya.
Kini, dia menyerahkan segala keputusan pada proses hukum yang sedang berjalan dan menanti itikad baik dari pihak-pihak terkait.
Kontributor : Tinwarotul Fatonah