- Manoj Punjabi merilis series Keluarga yang Tak Dirindukan yang mengangkat konflik keluarga tidak harmonis yang relevan dengan kehidupan nyata.
- Para pemain seperti Irene Librawati, Nabila Zavira, dan Miqdad Addausy keluar dari zona nyaman dengan memainkan karakter yang berlawanan dari imej biasanya.
- Manoj sengaja menukar peran antagonis dan protagonis untuk melawan stigma wajah aktor dan menciptakan karakter yang lebih abu-abu (grey).
Suara.com - Manoj Punjabi, produser MD Entertainment kembali menghadirkan series ke layar kaca. Bertajuk Keluarga yang Tak Dirindukan, series ini akan dibintangi Arbani Yasiz sebagai pemeran utama.
Series ini menceritakan keluarga Santoso (Kiki Narendra) yang bisa dibilang tidak harmonis. Konflik hadir dari tiga anak, terutama dari tokoh Firzha (Miqdad Addausy).
Selain Miqdad Addausy, hadir dua bintang lain yang menjadi anak Santoso. Mereka adalah Thoriq (Arbani Yasiz) dan Zahra (Nabila Zavira).
"Dari judulnya sudah kontradiksi ya, harusnya kan Keluarga yang Dirindukan. Tapi dari judul kayaknya sudah bisa menceritakan banyak hal," kata Manoj Punjabi di kantornya kawasan Kuningan, Jakarta Selatan pada Kamis (15/1/2026).
Manoj Punjabi menerangkan, kisah Keluarga yang Tak Dirindukan sebenarnya terjadi di tengah masyarakat Indonesia. Bagaimana sebuah keluarga yang seharusnya harmonis justru memiliki polemik diantara satu sama lain.
"Cerita ini terjadi di lingkungan kita. Tapi saya tidak akan ceritakan anak durhaka seperti apa, pokoknya sangat menyentuh," ucap Manoj Punjabi.
Sependapat dengan Manoj Punjabi, Arbani Yasiz bahkan sudah bisa memetik pelajaran dari hanya judul series.
"Aku setuju sama Pak Manoj, di mana-mana kan keluarga itu pasti dirindukan. Nah, khusus yang di sini, ini nggak akan dirindukan sih," kata Arbani Yasiz.
Ia menambahkan, "Bikin kesel, gregetan. Tapi habis nonton ini kita bakal bersyukur, 'Aduh, keluarga saya lebih rindu, harapannya itu harapannya itu'."
Tapi, series Keluarga yang Tak Dirindukan bukan hanya menarik perhatian dari sisi judul, melainkan komposisi pemain.
Sebagai sosok kawakan di dunia seni peran, Manoj Punjabi mencoba formula baru.
Di mana produser yang sudah puluhan tahun melanglang buana ini, mengobrak-abrik Imej para cast.
Sebut saja karakter istri Santoso, Irene Librawati. Sang aktris yang terbiasa dengan imej antagonis justru hadir sebaliknya.
Meski tak banyak mengumbar karakter, perempuan yang akrab disapa Mami Irene meminta penonton melihat ke arah poster.
"Kalau lihat dari poster kayaknya nggak mungkin deh gue antagonis ya," kata Irene Librawati.
Di mana dalam poster tersebut, Irene Librawati berpenampilan rambut sedikit beruban dan wajah yang sedikit murung.
"Jadi ini aku terima kasih banget kepada MD Entertainment karena sudah memberi kesempatan yang berbeda," ujar aktris 54 tahun ini.
Selain Irene Librawati, Nabila Zavira juga merasakan hal serupa. Sang aktris menyebut Keluarga yang Tak Dirindukan adalah projek pertama sebagai protagonis.
"Jujur, (karakternya) susah. Karena ini kan protagonis pertama aku ya, yang bener-bener boom dari episode satu itu nangis nonstop," ucapnya.
Miqdad Addausy juga akan tampil 180 derajat dari Imej sebagai lelaki baik-baik.
"Firza ini adalah anak yang bener-bener red flag, makhluk yang sangat transaksional ya, semuanya hanya tentang duniawi," ucap bintang film Assalamualaikum Baitullah ini.
Miqdad Addausy bersyukur mendapat suasana baru di perjalanan kariernya.
"Aku mengambil proyek ini karena ya itu, aku pengen belajar, pengen mendapat sesuatu yang baru gitu. Makanya aku ambil tokoh ini," tuturnya.
Manoj Punjabi memiliki alasan mengubah Imej para cast. Sebab mau melawan stigma artis A dengan wajah seperti ini karakternya harus baik atau jahat.
"Kadang orang jahat mukanya nggak harus muka jahat. Karena kadang muka baik tuh dia bisa lebih jahat. Itu yang ada, jadi itu penting, lebih grey karakternya," tutur Manoj Punjabi.