Suara.com - Dispatch merilis laporan investigatif pada 24 Januari 2026 yang mengungkap dugaan penghindaran pajak melibatkan Cha Eun Woo dan keluarganya.
Laporan ini muncul di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap transparansi pajak selebritas Korea Selatan dengan nilai dugaan kerugian negara fantastis.
Menurut Dispatch, kasus tersebut berkaitan dengan dugaan penghindaran pajak senilai 20 miliar won (sekitar Rp230 miliar) melalui jaringan perusahaan keluarga terstruktur rapi.
Dispatch mengungkap Cha Eun Woo mendirikan perusahaan bernama Cha’s Gallery pada 4 Juli 2019 bersama seluruh anggota keluarganya.
Dalam dokumen pendirian perusahaan, Cha Eun Woo tercatat sebagai CEO, ibunya direktur internal, sedangkan ayahnya menjabat manajer keuangan.
Cha’s Gallery memiliki 34 bidang usaha berbeda, mencakup produksi musik, manajemen artis, iklan, konser, hingga distribusi kosmetik.
Alamat perusahaan tersebut beberapa kali berpindah, mulai dari Anyang, kemudian Gimpo, hingga Pulau Ganghwa yang dekat usaha keluarga.
Dispatch menilai perpindahan alamat ini tidak lazim karena bertepatan dengan perubahan struktur internal serta pembentukan badan usaha baru.
Pada September 2020, posisi CEO Cha’s Gallery dialihkan kepada ibu Cha Eun Woo, menandai penguatan kendali keluarga.
Perubahan tersebut kemudian diikuti pendirian perusahaan baru bernama L&C LLC pada 2022 dengan fokus bisnis manajemen artis.
Tidak berhenti di situ, pada 2024 sang ibu kembali mendirikan D ANY LLC yang diduga khusus mengelola aset member ASTRO tersebut.
Alamat resmi D ANY LLC tercatat sama dengan restoran belut milik keluarga, sementara Cha’s Gallery dibubarkan tahun 2024.
Dispatch meninjau langsung kondisi kantor D ANY LLC pada Januari 2026 dan menemukan interior kosong tanpa aktivitas operasional jelas.
Dinding terbuka, rangka besi berkarat, serta minimnya perabot menimbulkan pertanyaan besar terkait fungsi nyata perusahaan tersebut.
Dispatch mempertanyakan alasan pembentukan banyak perusahaan berbentuk LLC yang dikenal memiliki pengawasan regulasi relatif longgar.
Dengan estimasi denda 20 miliar won, Dispatch menghitung penghasilan kena pajak Cha Eun Woo mencapai setidaknya 100 miliar won.
Struktur LLC juga dinilai memudahkan penyembunyian aset properti karena keputusan besar cukup disepakati dalam lingkup keluarga.
Cha’s Gallery sendiri didirikan saat Fantagio, agensi Cha Eun Woo, tengah menghadapi krisis akibat pemegang saham utama bangkrut.
Meski kondisi agensi tidak stabil, aktor drama Wonderful World itu tetap memperpanjang kontrak dan disebut menerima bonus penandatanganan sangat besar.
Dispatch menyebut seluruh pembayaran aktivitas Cha Eun Woo dialirkan ke perusahaan pribadinya, bukan langsung melalui agensi.
Fakta tersebut menjadi dasar Badan Pajak Nasional Korea Selatan menagih kewajiban pajak yang diduga belum dibayarkan sepenuhnya.
Hingga kini, pihak idol-aktor kelahiran 1997 tersebut belum memberikan pernyataan resmi, sementara publik menanti klarifikasi atas temuan Dispatch ini.
Kontributor : Chusnul Chotimah