- Film Spider-Man (2002) karya Sam Raimi menjadi tonggak genre pahlawan super modern sebelum era MCU.
- Kisah berfokus pada Peter Parker yang mendapat kekuatan setelah digigit laba-laba dan belajar tanggung jawab besar.
- Kesuksesan film ini, termasuk konflik dengan Green Goblin, membuka era kejayaan film komik dunia.
Sementara Willem Dafoe dipuji karena kemampuannya bertransformasi dari seorang ayah yang ambisius menjadi monster yang mengerikan tanpa kehilangan sisi kemanusiaannya.
Satu momen yang tetap abadi dalam sejarah sinema adalah adegan ciuman terbalik antara Spider-Man dan Mary Jane di bawah guyuran hujan.
Empire Magazine menyebutnya sebagai salah satu momen paling romantis dalam film aksi, membuktikan bahwa Sam Raimi tidak takut memasukkan elemen melodrama ke dalam film blockbuster.
Lebih dari dua dekade berlalu, Spider-Man tetap menjadi standar emas bagi film origin story.
Film ini membuktikan bahwa film pahlawan super bisa memiliki "jiwa" dan tidak hanya mengandalkan ledakan semata.
Kesuksesan finansialnya yang mencapai lebih dari US$800 juta di seluruh dunia membuka pintu bagi era kejayaan film komik yang kita nikmati hari ini.
Menonton kembali Spider-Man (2002) adalah sebuah perjalanan nostalgia yang mengingatkan kita mengapa kita jatuh cinta pada genre ini: bukan karena kostumnya, tapi karena perjuangan seorang pemuda biasa yang berusaha melakukan hal yang benar di tengah dunia yang kacau.