- Ustaz JM diduga mencabuli empat santriwati di Muna Barat dengan modus bimbingan pranikah dan setoran hafalan.
- Warga setempat mengamuk dan mengepung Pondok Pesantren Darulmukhlasin setelah video dugaan tindakan asusila tersebut mencuat.
- Kasus ini telah dilaporkan ke pihak kepolisian sejak tahun lalu, namun sempat terkendala laporan balik hingga akhirnya muncul korban-korban baru di tahun 2026.
Suara.com - Sebuah video memperlihakan massa menggeruduk Pondok Pesantren Darulmukhlasin di Desa Kasakamu, Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara, pada Rabu (4/2/2026).
Amarah mereka dipantik tindakan bejat dugaan pencabulan salah satu ustas atau pengajar di sana, terhadap empat santriwati.
Di dalam video, massa terlihat berkumpil di depan area pondok pesantren. Mereka kompak memekikan nama Allah.
"Terduga pelaku disebut menggunakan modus memberikan latihan atau bimbingan sebelum menikah," demikian keterangan yang hadir di akun Instagram @/sultrahitsz pada Rabu, 4 Februari 2026.
Pelecehan tersebut bukan yang pertama kali terjadi dilakukan si ustaz. Tahun lalu, korban berinisial SR melaporkan JM ke Polres Muna terkait kasus pencabulan.
Namun, laporan mandek lantaran JM melaporkan balik atas tuduhan pencemaran nama baik.
Terbaru, JM dilaporkan kasus serupa pada 19 Januari 2026. Korbannya adalah ABN (16) dan SM (17).
Total ada empat korban yang melaporkan JM ke pihak berwajib.
Informasi lain hadir di akun TikTok @/Wuna.info. Kuasa hukum SR, La Ode Suparno mengatakan kliennya yang berusia 22 tahun itu alami lima kali tindakan pelecehan.
Peristiwa pertama terjadi pada 2023. Ketika itu SR hendak menyetor hafalan pada JM.
Oleh JM, SR diminta menyetor hafalan di urutan terakhir ketika para santri lain telah kembali ke asrama.
Saat SR melakukan setoran, JM meminta muridnya tersebut membuka cadar. Ia lalu mencium kening dan bibir korban.
Setelahnya, JM minta maaf dengan mengajak korban membeli gorengan. JM juga kembali mencium bibir korban.
JM kembali melakukan aksi kejinya dengan mengajak korban bermalam di salah satu asrama. Di sana, tindakan JM lebih bejat lagi dari sebelumnya.
Di pertemuan lain, aksi bejat JM makin menjadi-jadi dengan mengajaknya melakukan hubungan badan.