6 Fakta Oknum Guru PNS di Tangsel Cabuli 16 Siswa: Diduga Penyuka Sesama Jenis

Bangun Santoso

Rabu, 21 Januari 2026 | 16:45 WIB
6 Fakta Oknum Guru PNS di Tangsel Cabuli 16 Siswa: Diduga Penyuka Sesama Jenis
Ilustrasi pencabulan. [ANTARA]
baca 10 detik
  • Seorang oknum guru ASN berinisial YP (55) di Tangsel ditetapkan tersangka kasus pencabulan terhadap belasan siswa.
  • Jumlah korban teridentifikasi sebanyak 16 siswa, di mana aksi bejat ini diduga berlangsung bertahun-tahun di sekolah.
  • Polres Metro Tangerang Selatan menangkap YP di Ciputat dan sekolah telah menonaktifkan guru tersebut tanpa batas waktu.

Suara.com - Dunia pendidikan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) diguncang skandal memilukan setelah seorang oknum guru berinisial YP (55) ditetapkan sebagai tersangka kasus pencabulan.

Tak tanggung-tanggung, pria yang berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) tersebut diduga telah 'memangsa' belasan anak didiknya sendiri di lingkungan sekolah selama bertahun-tahun.

Aksi bejat wali kelas ini terungkap setelah gelombang laporan dari orang tua korban membanjiri pihak kepolisian, mengungkap sisi gelap di balik dinding sekolah yang seharusnya menjadi tempat aman bagi anak-anak.

Berdasarkan data terbaru, jumlah korban kini telah menyentuh angka 16 siswa dan masih berpotensi terus bertambah seiring dengan berjalannya penyidikan mendalam oleh Polres Metro Tangerang Selatan.

Guna mengungkap lebih dalam mengenai kronologi hingga langkah tegas yang diambil oleh pihak terkait, berikut adalah 6 fakta terkait kasus pencabulan yang dilakukan oleh YP:

1. Identitas Pelaku

Tersangka utama dalam kasus asusila yang mengguncang dunia pendidikan di Tangerang Selatan ini adalah seorang pria berinisial YP, yang saat ini telah menginjak usia 55 tahun.

YP bukanlah sosok sembarangan ia merupakan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan status Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang memegang peran krusial sebagai tenaga pendidik sekaligus wali kelas di SDN 01 Rawa Buntu, Serpong, Tangerang Selatan.

Rekam jejaknya di sekolah tersebut pun tergolong cukup panjang, di mana ia telah menghabiskan waktu bertahun-tahun mengajar dan seharusnya menjadi sosok panutan bagi rekan sejawat maupun para anak didiknya.

baca juga

Namun, di balik dedikasinya sebagai pengajar, muncul fakta memilukan yang kini tengah didalami oleh pihak kepolisian.

Wali kelas yang sehari-harinya membimbing siswa kelas V tersebut disinyalir memiliki kecenderungan seksual yang menyimpang atau penyuka sesama jenis, sebuah indikasi yang diduga kuat menjadi motif di balik aksi pencabulan terhadap belasan siswa di sekolah tempatnya mengabdinya.

2. Korban Mencapai Sekitar 16 Siswa

Berdasarkan hasil pengembangan penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian, skala dari tindakan asusila yang dilakukan oleh tersangka YP ternyata jauh lebih luas dari dugaan awal.

Hingga saat ini, data menunjukkan bahwa jumlah korban dari aksi bejat oknum guru tersebut telah menyentuh angka 16 siswa, di mana mayoritas di antaranya merupakan anak laki-laki yang masih berada di bawah umur.

Mirisnya, kenyataan ini terungkap seiring dengan keberanian para orang tua korban yang satu per satu mulai melangkah maju untuk melayangkan laporan resmi ke markas kepolisian, demi menuntut keadilan bagi masa depan buah hati mereka yang telah dirusak oleh sosok yang seharusnya menjadi pelindung di sekolah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Negara Bisa Sat-Set: Menggugat Kecepatan Selektif Antara Gizi dan Guru

Negara Bisa Sat-Set: Menggugat Kecepatan Selektif Antara Gizi dan Guru

Your Say | Rabu, 21 Januari 2026 | 13:56 WIB

Anomali Pendidikan: Hilangnya Rasa Takut, tapi Tak Ada Rasa Hormat

Anomali Pendidikan: Hilangnya Rasa Takut, tapi Tak Ada Rasa Hormat

Your Say | Selasa, 20 Januari 2026 | 12:15 WIB

Misteri Hitungan "Per Jam Pelajaran": Transparansi atau Jebakan bagi Guru?

Misteri Hitungan "Per Jam Pelajaran": Transparansi atau Jebakan bagi Guru?

Your Say | Minggu, 18 Januari 2026 | 16:47 WIB

7 Fakta Adu Jotos Guru vs Siswa di Jambi: Dari Kata 'Miskin' Sampai Ancam Pakai Celurit

7 Fakta Adu Jotos Guru vs Siswa di Jambi: Dari Kata 'Miskin' Sampai Ancam Pakai Celurit

News | Jum'at, 16 Januari 2026 | 17:58 WIB

DPR Sesalkan Insiden Guru-Murid Saling Serang di Jambi: Sekolah Bukan Arena Tinju!

DPR Sesalkan Insiden Guru-Murid Saling Serang di Jambi: Sekolah Bukan Arena Tinju!

News | Jum'at, 16 Januari 2026 | 16:33 WIB

Haru Pengukuhan Guru Besar Zainal Arifin Mochtar, Tangis Pecah Kenang Janji pada Sang Ayah

Haru Pengukuhan Guru Besar Zainal Arifin Mochtar, Tangis Pecah Kenang Janji pada Sang Ayah

News | Jum'at, 16 Januari 2026 | 08:09 WIB

Hadiri Pengukuhan Guru Besar UGM, Jusuf Kalla: Sikap Kritis Penting dalam Demokrasi

Hadiri Pengukuhan Guru Besar UGM, Jusuf Kalla: Sikap Kritis Penting dalam Demokrasi

News | Kamis, 15 Januari 2026 | 14:47 WIB

Terkini

Saham-saham Bank Langsung Moncer Setelah Purbaya Diganti

Saham-saham Bank Langsung Moncer Setelah Purbaya Diganti

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 19:26 WIB

Laut Raja Ampat Tercemar Tambang, Greenpeace Ungkap Dampaknya bagi Nelayan Adat

Laut Raja Ampat Tercemar Tambang, Greenpeace Ungkap Dampaknya bagi Nelayan Adat

News | Senin, 14 September 2026 | 19:23 WIB

Gibran Percaya Pilihan Prabowo, Suahasil Bisa Bikin APBN Lebih Sehat

Gibran Percaya Pilihan Prabowo, Suahasil Bisa Bikin APBN Lebih Sehat

News | Senin, 14 September 2026 | 19:22 WIB

Kasus Asusila di Ponpes Sleman: Eks Pengurus Ditetapkan Tersangka, Keberadaannya Masih Misterius

Kasus Asusila di Ponpes Sleman: Eks Pengurus Ditetapkan Tersangka, Keberadaannya Masih Misterius

Jogja | Senin, 14 September 2026 | 19:21 WIB

Sinopsis Mame to Mugi, Drama Jepang Dibintangi Saito Asuka dan Tomita Miu

Sinopsis Mame to Mugi, Drama Jepang Dibintangi Saito Asuka dan Tomita Miu

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 19:20 WIB

Pemkot Batam Gelar Pasar Murah 15-17 September, Catat Lokasinya!

Pemkot Batam Gelar Pasar Murah 15-17 September, Catat Lokasinya!

Batam | Senin, 14 September 2026 | 19:04 WIB

Kisah Ahda Dhiyaurrohman, Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Solo, Nekat Merantau Tanpa Restu Ortu

Kisah Ahda Dhiyaurrohman, Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Solo, Nekat Merantau Tanpa Restu Ortu

Surakarta | Senin, 14 September 2026 | 19:01 WIB

Kabut Asap Palembang, KAI Bagikan 2.800 Masker untuk Lindungi Pekerja Operasional

Kabut Asap Palembang, KAI Bagikan 2.800 Masker untuk Lindungi Pekerja Operasional

Sumsel | Senin, 14 September 2026 | 19:01 WIB

TNI AL Lanjutkan Pencarian Speedboat Jurnalis Hilang Kontak

TNI AL Lanjutkan Pencarian Speedboat Jurnalis Hilang Kontak

Video | Senin, 14 September 2026 | 19:00 WIB

Purbaya Dicopot: Kisruh Rekening Massal, Rp100 Miliar Jual Beli Jabatan dan Rombak Ratusan Pejabat

Purbaya Dicopot: Kisruh Rekening Massal, Rp100 Miliar Jual Beli Jabatan dan Rombak Ratusan Pejabat

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 18:57 WIB

×