- MD Entertainment bermitra dengan Netflix untuk merilis sinetron berkualitas sinematik berjudul Keluarga yang Tak Dirindukan pada 13 Februari 2026.
- Mengangkat tema dilema "generasi sandwich" dan kerapuhan keluarga saat menghadapi musibah finansial, yang bertujuan menjadi cermin sosial bagi penonton.
- Berbeda dari sinetron biasa, serial yang dibintangi Arbani Yasiz ini menyelesaikan seluruh proses syuting sebelum tayang guna menjaga kualitas cerita.
Suara.com - Rumah produksi MD Entertainment siap menyajikan drama keluarga yang menguras emosi melalui sinetron terbarunya, Keluarga yang Tak Dirindukan.
Mengangkat isu sosial yang kian relevan tentang "generasi sandwich", serial ini akan tayang perdana pada Jumat, 13 Februari 2026, pukul 19.30 WIB, secara bersamaan di MDTV dan platform streaming global, Netflix.
Diproduksi oleh MD Entertainment, Keluarga yang Tak Dirindukan diperkuat oleh jajaran aktor ternama.
Selain Arbani Yasiz, Nabila Zavira, dan Kiki Narendra yang menjadi poros utama cerita, serial ini juga dibintangi oleh Miqdad Addausy, aktor senior Mathias Muchus, hingga penyanyi dangdut Iis Dahlia, yang kehadirannya dipastikan akan menambah kompleksitas drama keluarga ini.
Sinetron ini menyoroti potret keluarga yang tampak harmonis di luar namun rapuh di dalam, di mana konflik muncul ketika sebuah musibah finansial menimpa, menguji ketulusan anak-anak dalam merawat orangtua mereka.
Ditektur MD Entertainment, Karan Mahtani mengungkapkan bahwa cerita ini memiliki relevansi abadi, yakni problem dalam keluarga.
"Cerita keluarga kayak begini enggak pernah (hilang) ini selalu ada. Mau zaman dulu, mau zaman sekarang," kata Karan dalam konferensi pers di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan pada Jumat, 7 Februari 2026.
"Ini menceritakan family yang happy tapi pas musibah baru kelihatan yang jahat kepada orangtuanya dan yang baik siapa," ucapnya menyambung.
Kolaborasi dengan Netflix menjadi langkah strategis MD Entertainment untuk menyajikan tayangan berkualitas sinematik. Karan menegaskan komitmennya untuk mengubah lanskap sinetron Tanah Air.
Baca Juga: American Assassin: Kisah Asal-usul Agen CIA yang Dihantui Tragedi, Malam Ini di Trans TV
"MD kita lagi bikin sinetron tapi bukan kayak sinetron umumnya. Dengan kualitas yang kita sudah selesai syuting dulu baru kita tayang. Dan Netflix melihat potensi di cerita yang kita lagi bikin ini, makanya mereka mau kerjasama sama kita," jelasnya.
![Manoj Punjabi (produser) dan Arbani Yasiz dalam peluncuran series Keluarga yang Tak Dirindukan di Kuningan, Jakarta Selatan pada Kamis (15/1/2026) [Suara.com/Rena Pangesti]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/01/16/99403-manoj-punjabi-produser-dan-arbani-yasiz-dalam-peluncuran-series-keluarga-yang-tak-dirindukan.jpg)
Tantangan Para Aktor dan Refleksi Kehidupan Pribadi
Arbani Yasiz, yang memerankan karakter sentral Thoriq, mengakui bahwa kekuatan utama serial ini terletak pada naskahnya yang dramatis.
Meski begitu, dia merasa proses syuting berjalan lancar berkat ikatan kuat antar pemain.
"Untungnya bertemu dan berjumpa dengan kawan-kawan lain semua yang bagus-bagus mainnya, chemistry-nya juga jadi gampang untuk didapatin dan kita mainnya juga jadi enak," ungkap Arbani.
Arbani yang kini memiliki status baru di kehidupan nyata yakni sebagai suami, mengaku banyak mengambil pelajaran berharga dari serial ini, terutama tentang cara merawat orang tua dan mendidik anak kelak.
"Banyak banget sih, banyak banget. Terlebih kayak cara mendidik atau sampai sekarang pun bagaimana cara kita merawat orangtua dengan baik," tuturnya.
Menyinggung tema generasi sandwich yang diusung, Arbani memandangnya sebagai sebuah dilema berat yang dialami banyak orang.
"Pasti banyak orang yang mengalami hal seperti itu. Kadang kita bingung harus memprioritaskan yang mana, diri sendiri kah, keluarga, atau masa depan. Coba nonton series panjang ini, siapa tahu bisa dapat refleksi yang bagus buat kita-kita yang merasakan itu," beber Arbani.
Senada dengan Arbani, Nabila Zavira yang berperan sebagai Zahra, merasa karakternya membawa pesan kuat tentang perjuangan.
"Jangan pernah mudah menyerah dan terus berjuang semampu, demi impian kalian," pesan Nabila.
Kabar penayangan di Netflix yang baru diketahuinya di tengah proses produksi justru menjadi penyemangat.
"Jujur semakin semangat sih. Karena kan semakin luas dan semakin banyak yang nonton ya," ucapnya.
Menariknya, baik Arbani, Nabila, maupun Miqdad Addausy (pemeran Firza) kompak menyatakan bahwa karakter dan keluarga dalam sinetron ini tidak merefleksikan kehidupan pribadi mereka.
"Alhamdulillah keluargaku keluarga yang dirindukan ya, bukan keluarga yang tak dirindukan. Jadi, enggak relate sebenarnya," ujar Arbani, yang diamini oleh kedua rekannya.
Mereka menegaskan bahwa pendalaman karakter murni berasal dari naskah dan diskusi dengan sutradara serta pemain lain.
Sebuah Cermin bagi Masyarakat
Aktor senior Kiki Narendra, yang memerankan Santoso, melihat proyek ini sebagai tantangan baru. Dikenal lewat film dan serial pendek, dia harus menjaga stamina emosi untuk sinetron berdurasi panjang.
"Ini harus menjaga endurance sampai berbulan-bulan dengan drama keluarga seperti ini, buat saya itu jadi tantangan tersendiri," ungkapnya.
Bagi para pemain, Keluarga yang Tak Dirindukan lebih dari sekadar tontonan, tetapi juga sebuah cermin.
"Menjadi refleksi sih. Kita jadi berkaca sih. Karena banyak juga keluarga di luar sana yang kayak gini," kata Miqdad Addausy.
Pada akhirnya, serial ini diharapkan dapat menjadi jembatan komunikasi bagi keluarga yang mengalami masalah serupa.
"Karena kenyamanan dan kehangatan itu didapat dari keluarga. Jadi kalau memang kondisinya seperti itu, mungkin mari kita cari kesalahannya di mana dan mari kita perbaiki bareng-bareng," tutur Arbani Yasiz.