Karena Nizam tak mau bicara, Anwar lantas bertanya pada sang istri soal kondisi tubuh anaknya.
Anwar menyebut jika tangan, kaki, paha, punggung, dan wajah Nizam melepuh.
"Istri saya menjawab, 'Ya, ini kan sakit panas. Jadi kalau sakit panas, kalau panasnya berlebihan suka melepuh seperti ini, seperti kesiram air panas'," kenang Anwar Satibi saat menirukan jawaban sang istri.
Anwar berniat membawa Nizam Syafei ke rumah sakit pagi-pagi. Namun karena kelelahan, dia bangun kesiangan.
"Niatnya saya mau pagi-pagi ke dokter, ke rumah sakit. Mungkin karena saya capek jadi bangunnya saya agak kesiangan," ujarnya.
Dokter di rumah sakit lalu mengatakan kalau luka di tubuh Nizam bukan karena sakit panas, melainkan karena dianiaya.
"'Ini bukan karena sakit, tapi ini dianiaya'. Itu dokternya yang ngomong, di depan istri saya. Amarah saya sebenarnya udah kuat di sini, cuma saya masih tetap nahan karena banyak orang kan di situ," cerita Anwar Satibi.
Nizam Syafei sempat sadar dan menjawab kalau dia dipaksa meminum air panas.
Setelah itu, Nizam dirawat di ICU dan mengembuskan napas terakhirnya dua jam kemudian.
Kolom komentar akun YouTube milik presenter yang akrab disapa Densu ini langsung banjir komentar.
Tak sedikit warganet yang curiga dan melontarkan kritik pedas pada sang ayah karena Nizam Syafei tidak segera dibawa ke rumah sakit.
"Jelas-jelas anaknya badan melepuh, masih enggak panik itu bapaknya. Perlu dipertanyakan sayang apa kagak itu," celetuk warganet.
"Janggal banget masa anak sakit keadaan parah bisa-bisanya si bapak tidur dan besoknya baru diajak berobat. Astaghfirullah," ujar netizen.
"Ayah dek Nizam di sini juga salah, kenapa lama banget dibawa ke rumah sakit? Lalai banget sama anaknya sendiri, ditambah emak tiri jahat enggak punya hati," timpal yang lain.