- Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud, membatalkan pengadaan mobil dinas mewah Rp8,5 miliar pada 2 Maret 2026.
- Pembatalan terjadi karena adanya kritik keras masyarakat mengenai alokasi dana dibanding infrastruktur daerah yang belum tuntas.
- Anggaran Rp8,5 miliar akan dikembalikan ke Kasda untuk dialihkan ke perbaikan jalan dan program pemberdayaan masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, politisi yang terpilih dalam Pilkada Kaltim ini juga menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada warga Kaltim dan Indonesia atas kegaduhan yang terjadi.
Dia menyebut kritik pedas dari masyarakat sebagai energi untuk memperbaiki visi pembangunan menuju "Kaltim Generasi Emas".
Rudy menutup pernyataannya dengan menekankan pentingnya fleksibilitas pemimpin dalam merespons suara rakyat.
"Mohon doa, restu, karena pemerintah yang baik adalah pemerintah yang mau mendengar dan berani mengambil keputusan yang bijak," pungkasnya.