Suara.com - Sebuah Kedai Kopi menuai kontroversi karena pemilihan kata yang mereka pakai untuk promosi.
Kedai kopi yang dimaksud ialah Feels Coffee dekat Stasiun Semarang Tawang, Semarang, Jawa Tengah.
Semua berawal dari Feels Coffee memperkenalkan seorang barista muslimah yang tampil dengan hijab.
Namun mereka memperkenalkannya dengan kata 'ngent*t', singkatan dari 'ngenal total'.
Sebagaimana diketahui, ngent*t dalam bahasa gaul merujuk kepada aktivitas hubungan seksual.
Tak sampai di situ, menu minuman di Feels Coffee ternyata menggunakan nama-nama wanita.
Di antaranya Kopi Susu Nadia (almond), Putri (Pandan), Bella (Gula Aren), Cindy (Salted Caramel), dan Dewi (Butterscoth) masing-masing dijual dengan harga Rp18 ribu.
Warganet lantas ramai menuliskan kritik hingga kolom komentar postingan akun @feelscoffee.srg kini dibatasi.
Pada Kamis, 5 Maret 2026, akun feelscoffee.srg menuliskan permintaan maaf.
"Kami meminta maaf terkait postingan pengenalan barista kami sebelumnya dengan judul 'ngenal total' yang disingkat menjadi sebuah kata yang tidak pantas," tulis mereka.
Postingan perkenalan barista dengan kata tak senonoh itu pun sudah dihapus.
"Ini menjadi pembelajaran penting bagi tim kami untuk lebih berhati-hati dalam membuat konten ke depannya," lanjut mereka.
Sedangkan pada Sabtu, 7 Maret 2026, akun @feelscoffee.srg mengklarifikasi soal penggunaan nama wanita di menu kopi mereka.
Permintaan maaf kembali dituliskan karena membuat sebagian orang tersinggung atau tidak nyaman.
Menurut akun @feelscoffee.srg, pemilihan nama wanita sebagai menu kopi memiliki cerita personal.
"Feels Coffee dibangun dari cerita-cerita personal kami. Dari orang-orang yang ada dalam hidup kami, sosok yang memberi kami semangat, inspirasi, bahkan pelajaran hidup yang membentuk kami sampai hari ini," terang mereka.
Oleh sebab itu, akun @feelscoffee.srg membantah apabila nama menu di kafe mereka bertujuan untuk lelucon atau merendahkan wanita.
"Bagi kami, nama-nama itu adalah bentuk penghargaan kepada orang-orang yang memberi arti dalam perjalanan hidup kami," tegas mereka.
Kendati demikian, pihak Feels Coffee menyadari apabila cerita personal itu belum tentu dimaknai sama oleh orang lain.
Pada akhirnya menu kopi yang menggunakan nama-nama wanita tersebut diganti.
Feels Coffee juga mengundang wanita-wanita yang memiliki nama sama dengan menu mereka untuk mendapatkan kopi susu secara gratis sebagai permintaan maaf.
Sayangnya warganet menilai permintaan maaf Feels Coffee tidak tulus.
"Yang bikin gue lebih kesel: 'permintaan maaf' mereka kayak ga niat gini. Cuma tulisan doang. Ga ada video. Ga ada statement langsung dari yang bertanggung jawab," komentar akun @hanifproduk***.
"Ini sih bukan kreatif, tapi miris. Nggak habis pikir gimana ide kayak gini bisa lolos sampai ke meja operasional," sahut akun @woodenadd***.
"Klarifikasinya bahasanya sok tinggi. Padahal isinya 0. Udah mah ngelecehin karyawannya masih berani jualan. Hadeh," kata akun @MahaputraY29***.
"Mereka gak benar-benar meminta maaf, meminta maaf yang benar yaitu tidak boleh menyertai alasan apapun," balas akun @deritdesauan***.
Kontributor : Neressa Prahastiwi