- Anggun C. Sasmi memulai debut aktingnya di film Para Perasuk sebagai Guru Asri, sosok sentral dalam ritual mantra.
- Sutradara Wregas Bhanuteja memberikan kebebasan penuh kepada Anggun untuk menciptakan 20 mantra secara intuitif tanpa bantuan naskah.
- Seluruh mantra direkam hanya dalam satu kali pengambilan suara (one take) demi menjaga kealamian dan kemurnian ekspresi sang diva.
Suara.com - Film Para Perasuk menandai debut penyanyi Anggun C. Sasmi di dunia seni peran. Dalam film ini, ia memerankan karakter Guru Asri, sosok pemimpin bagi para Perasuk yang bertugas merapalkan mantra-mantra ritual.
Menariknya, sutradara Wregas Bhanuteja memberikan tantangan khusus kepada Anggun untuk menciptakan sendiri mantra-mantra tersebut.
"Jadi, semua mantra yang ada di sini itu tidak ditulis di skenario," ungkap Wregas di Kasablanka, Jakarta Selatan, Senin, 9 Maret 2026.
Wregas memberikan kebebasan penuh kepada pelantun lagu Mimpi tersebut untuk merespons musik yang didengarnya secara langsung di studio menggunakan intuisi seninya.
"Aku cuman bilang, ‘Mbak, aku percaya pada intuisimu aja dalam membuat mantra ini,’" lanjut sutradara peraih Piala Citra yang kini berusia 33 tahun tersebut.
Satu hal yang paling mengejutkan adalah keputusan Wregas yang melarang adanya pengambilan suara ulang atau take kedua bagi sang diva.
Menurutnya, kesempurnaan justru terletak pada percobaan pertama. "Karena take kedua itu udah nggak organik lagi, sudah nggak natural," tutur pria kelahiran Yogyakarta tersebut.
Menghadapi tantangan itu, Anggun harus memutar otak dan menggunakan imajinasinya untuk menciptakan bebunyian unik yang merepresentasikan berbagai roh binatang. Hal ini dilakukan karena dalam alur ceritanya, para Perasuk akan membawa mereka yang kerasukan ke alam bawah sadar, hingga mereka berperilaku menyerupai binatang.
"Mbak Anggun ada kayak imajinasi semut tuh suaranya kayak apa, macan, kerbau," jelas Wregas.
Baca Juga: Peran Sentral Cinta Laura di Film Para Perasuk yang Tembus Sundance 2026
Berkat kejeniusan dan jam terbangnya yang tinggi di dunia musik, Anggun berhasil melahirkan puluhan mantra otentik yang menjadi "nyawa" dalam setiap adegan ritual "Sambatan".
"Akhirnya terciptalah 20 mantra yang masing-masing hanya satu kali take, dan itulah yang kita pakai di sepanjang film," pungkasnya secara mendalam.