- Vladimir Putin menggunakan kutipan ayat Alquran, seperti Surah Ali 'Imran: 103, sebagai instrumen diplomasi untuk menyerukan perdamaian pada konflik Yaman.
- Ayat-ayat lain (Asy-Syura, Al-Hujurat, Al-Nahl) dipilih Putin untuk memperkuat narasi toleransi, keberagaman, dan keharmonisan antar-etnis di internal Rusia.
- Aksi ini menunjukkan kedekatan strategis Rusia dengan dunia Islam sekaligus pengakuan atas besarnya populasi Muslim di wilayah federasinya.
1. Surah Asy-Syura Ayat 23 (Tentang Kasih Sayang)
Pada perayaan Hari Persatuan Nasional Rusia di bulan November 2020, Putin membacakan kutipan dari Surah Asy-Syura Ayat 23. Ayat ini berbicara tentang balasan kebaikan dan kasih sayang.
Langkah ini ia lakukan untuk memperkuat keharmonisan antar-etnis dan agama di Rusia, menegaskan bahwa kebaikan adalah fondasi persatuan bangsa.
2. Surah Al-Hujurat Ayat 13 (Tentang Keberagaman)
Dalam sebuah pertemuan yang membahas hubungan antar bangsa, Putin merujuk pada Surah Al-Hujurat Ayat 13. Ayat yang sangat populer ini menjelaskan bahwa manusia diciptakan bersuku-suku dan berbangsa-bangsa agar saling mengenal.
Bagi Putin, ayat ini adalah legitimasi spiritual bagi kebijakan domestiknya yang menjunjung tinggi toleransi di tengah keragaman Rusia yang masif.
3. Surah Al-Nahl Ayat 128 (Tentang Ketakwaan dan Kebaikan)
Putin juga pernah mengutip Surah Al-Nahl Ayat 128 untuk menekankan bahwa pertolongan Tuhan akan selalu menyertai orang-orang yang bertakwa dan mereka yang senantiasa berbuat ihsan (kebaikan). Pesan ini sering ia bawa saat berbicara mengenai etika kepemimpinan dan moralitas dalam bermasyarakat.
Baca Juga: Vladimir Putin Dukung Mojtaba Khamenei, Pastikan Rusia Tetap Jadi Mitra Iran