Perangkat ini dirancang untuk membantu personel menjalankan tugas di area yang berisiko tinggi bagi manusia.
Robot tersebut dapat digunakan untuk memasuki bangunan runtuh, lokasi bencana, atau area berbahaya lainnya.
Selain itu, robodog juga mampu mendeteksi bahan peledak, zat radioaktif, maupun bahan kimia berbahaya.
Perangkat ini dilengkapi sensor LiDAR, kamera visual, dan kamera termal untuk memetakan lingkungan secara real time.
Teknologi kecerdasan buatan di dalamnya juga mampu mendukung analisis perilaku manusia serta pengenalan wajah.
Robot anjing ini juga dapat digunakan untuk patroli cerdas guna mengidentifikasi individu yang masuk daftar pencarian orang.
Dalam hal mobilitas, perangkat tersebut mampu bergerak di medan sulit dan kemiringan hingga sekitar 45 derajat.
Robot ini juga memiliki waktu operasional hingga delapan jam dalam sekali penggunaan di lapangan.
Selain fungsi keamanan, robodog juga dapat digunakan untuk kebutuhan forensik, patroli publik, hingga dukungan logistik.
Baca Juga: Rp320 Juta vs Rp3 M! Drone Iran Bikin Pusing AS, Robot Anjing Polri Buat Netizen Geleng-geleng
Meski memiliki berbagai kemampuan teknis, sebagian warganet masih mempertanyakan efisiensi biaya pengadaan perangkat tersebut.
Sebagian orang menilai drone Shahed lebih efisien karena mampu menyerang target bernilai tinggi dengan biaya relatif kecil.
Sebaliknya, robot anjing i-K9 masih dinilai perlu membuktikan manfaat nyata agar sebanding dengan nilai investasinya.
Kontributor : Chusnul Chotimah